alexametrics
31.1 C
Gorontalo
Friday, May 20, 2022

REKTOR Loyalis Anies Dituduh Profesor Gadungan, Akhirnya Diperiksa

GORONTALOPOST.ID – Terkait dugaan gelar profesor gadungan dan pemalsuan ijazah, Polda Metro Jaya memeriksa Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar.

 

Sebelumnya, Musni dilaporkan oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung Sumatera Utara berinisial YLH dengan nomor LP/B/409/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 24 Januari 2022.

 

“Tujuan saya dipanggil di sini untuk melakukan klarifikasi sehubungan pelapor menyampaikan laporan ke Polda bahwa saya adalah profesor gadungan,” ujar dia kepada wartawan, Senin 28 Maret 2022.

 

Dirinya membantah tuduhan pelapor kepada dirinya. Salah satunya soal gelar profesornya saat ini.

 

Ia tak menampik kalau gelar profesornya tidak tercatat. Tapi, dia mengatakan kalau tak tercatat bukan berarti gadungan.

 

Gelar profesor yang diperolehnya dari Universitas Ibnu Chaldun sendiri dan dari Asia University, Malaysia.

 

Dia mengatakan tak ada unsur penipuan atau unsur pidana lain atas gelar profesornya. Kata dia, tidak ada pihak yang dirugikan terkait hal ini.

 

“Jadi memang profesor saya ini tidak tercatat atau dicatat tidak ada keputusan dari presiden ataupun menteri. Tapi bukan berarti dia itu gadungan. Sama sekali tidak ada unsur penipuan, tidak ada yang dirugikan. Bahkan sejak saya pimpin, UIC berkembang luar biasa. Tadinya dari 300 mahasiswa, sekarang tercatat dan aktif 2.751,” katanya.

 

Musni mengaku tidak kenal dengan pihak pelapor. Dirinya cuma tahu pelapor pernah membuat surat ke para pejabat, termasuk Presiden Joko Widodo.

 

“Saya tidak tahu juga karena orang itu saya nggak kenal, tidak pernah berhubungan. Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI,” ujar dia lagi.(pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID – Terkait dugaan gelar profesor gadungan dan pemalsuan ijazah, Polda Metro Jaya memeriksa Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar.

 

Sebelumnya, Musni dilaporkan oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung Sumatera Utara berinisial YLH dengan nomor LP/B/409/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 24 Januari 2022.

 

“Tujuan saya dipanggil di sini untuk melakukan klarifikasi sehubungan pelapor menyampaikan laporan ke Polda bahwa saya adalah profesor gadungan,” ujar dia kepada wartawan, Senin 28 Maret 2022.

 

Dirinya membantah tuduhan pelapor kepada dirinya. Salah satunya soal gelar profesornya saat ini.

 

Ia tak menampik kalau gelar profesornya tidak tercatat. Tapi, dia mengatakan kalau tak tercatat bukan berarti gadungan.

 

Gelar profesor yang diperolehnya dari Universitas Ibnu Chaldun sendiri dan dari Asia University, Malaysia.

 

Dia mengatakan tak ada unsur penipuan atau unsur pidana lain atas gelar profesornya. Kata dia, tidak ada pihak yang dirugikan terkait hal ini.

 

“Jadi memang profesor saya ini tidak tercatat atau dicatat tidak ada keputusan dari presiden ataupun menteri. Tapi bukan berarti dia itu gadungan. Sama sekali tidak ada unsur penipuan, tidak ada yang dirugikan. Bahkan sejak saya pimpin, UIC berkembang luar biasa. Tadinya dari 300 mahasiswa, sekarang tercatat dan aktif 2.751,” katanya.

 

Musni mengaku tidak kenal dengan pihak pelapor. Dirinya cuma tahu pelapor pernah membuat surat ke para pejabat, termasuk Presiden Joko Widodo.

 

“Saya tidak tahu juga karena orang itu saya nggak kenal, tidak pernah berhubungan. Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI,” ujar dia lagi.(pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/