alexametrics
23 C
Gorontalo
Friday, August 19, 2022

Prajurit TNI Asal Kediri Gugur Tertembak Kelompok Separatis Teroris di Papua

GORONTALOPOST.ID– Situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus bergejolak. Aksi kontak tembak antara personel TNI dan kelompok separatis teroris (KST) kembali menimbulkan korban jiwa.

Seorang prajurit TNI bernama Prada Beryl Kholif Al Rohman meninggal kemarin (29/6). Prada Beryl yang berasal Kediri, Jawa Timur, merupakan personel Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa.

Ketika KST menyerang Pos Ramil Kiwirok, dia bawah kendali operasi di Papua. Dia bertugas dalam satuan tugas (satgas) kodim dan berada di bawah komando peleton III. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman menyampaikan, kejadian tersebut berlangsung kemarin pukul 15.30 WIT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Yang terlibat kontak tembak adalah Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Pos Kiwirok dengan KST Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo (Pangkodap XV Ngalum Kupel).

Prada Beryl Kholif Al Rohman tertembak di bagian paha dan kehabisan darah. ”Korban gugur tertembak di paha dan kehabisan darah. Saat ini di lokasi (kemarin sore, Red) masih berlangsung kontak tembak,” ujar Kapendam Herman dalam rilisnya.

Terpisah, Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring juga membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Yang gugur satu orang, prada anggota Satgas Pamtas Yonif 431 dan jenazah sementara masih berada di Kiwirok,” katanya.

Tim evakuasi sudah diturunkan. Mengenai situasi di lokasi, di Kiriwok yang menempati pos hanyalah TNI dan Polri. Kelompok yang dipimpin Lamek Taplo kerap melakukan gangguan-gangguan dengan tembakan.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyampaikan bahwa Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari pasukan Kodam XV Ngalum Kupel. Bahwa TPNPB di bawah pimpinan Lamek A. Taplo telah menyerang pos TNI di Kiwirok dan berhasil menembak mati seorang anggota TNI. ”TPNPB belum bisa memastikan berapa korban, tapi diperkirakan ada yang mengalami luka tembak,” jelas Sebby.

Dia mengungkapkan, tiga hari lalu bagian media TPNPB Kodam XV Ngalum Kupel mengirimkan pesan kepada Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM. Untuk menyambut perayaan proklamasi 1 Juli 1971, TPNPB Ngalum Kupel akan melakukan serangan ke pos militer dan pos polisi Indonesia di Distrik Kiwirok. ”Serangan pasukan Ngalum Kupel yang berhasil menembak mati seorang anggota TNI dan ini merupakan salah satu bentuk perayaan itu. Sesuai dengan janji pimpinan dan pasukan Lamek Taplo,” katanya. (ade/nat/syn/c14/ttg/jawapos)

GORONTALOPOST.ID– Situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus bergejolak. Aksi kontak tembak antara personel TNI dan kelompok separatis teroris (KST) kembali menimbulkan korban jiwa.

Seorang prajurit TNI bernama Prada Beryl Kholif Al Rohman meninggal kemarin (29/6). Prada Beryl yang berasal Kediri, Jawa Timur, merupakan personel Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa.

Ketika KST menyerang Pos Ramil Kiwirok, dia bawah kendali operasi di Papua. Dia bertugas dalam satuan tugas (satgas) kodim dan berada di bawah komando peleton III. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman menyampaikan, kejadian tersebut berlangsung kemarin pukul 15.30 WIT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Yang terlibat kontak tembak adalah Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Pos Kiwirok dengan KST Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo (Pangkodap XV Ngalum Kupel).

Prada Beryl Kholif Al Rohman tertembak di bagian paha dan kehabisan darah. ”Korban gugur tertembak di paha dan kehabisan darah. Saat ini di lokasi (kemarin sore, Red) masih berlangsung kontak tembak,” ujar Kapendam Herman dalam rilisnya.

Terpisah, Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring juga membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Yang gugur satu orang, prada anggota Satgas Pamtas Yonif 431 dan jenazah sementara masih berada di Kiwirok,” katanya.

Tim evakuasi sudah diturunkan. Mengenai situasi di lokasi, di Kiriwok yang menempati pos hanyalah TNI dan Polri. Kelompok yang dipimpin Lamek Taplo kerap melakukan gangguan-gangguan dengan tembakan.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyampaikan bahwa Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari pasukan Kodam XV Ngalum Kupel. Bahwa TPNPB di bawah pimpinan Lamek A. Taplo telah menyerang pos TNI di Kiwirok dan berhasil menembak mati seorang anggota TNI. ”TPNPB belum bisa memastikan berapa korban, tapi diperkirakan ada yang mengalami luka tembak,” jelas Sebby.

Dia mengungkapkan, tiga hari lalu bagian media TPNPB Kodam XV Ngalum Kupel mengirimkan pesan kepada Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM. Untuk menyambut perayaan proklamasi 1 Juli 1971, TPNPB Ngalum Kupel akan melakukan serangan ke pos militer dan pos polisi Indonesia di Distrik Kiwirok. ”Serangan pasukan Ngalum Kupel yang berhasil menembak mati seorang anggota TNI dan ini merupakan salah satu bentuk perayaan itu. Sesuai dengan janji pimpinan dan pasukan Lamek Taplo,” katanya. (ade/nat/syn/c14/ttg/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/