GORONTALOPOST- Dikenal dengan panggilan Santiago, Don Jugov Sint Santiago adalah sosok legendaris yang lahir pada tahun 1622 di Bowongtiwo-Kauhis, Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Memerintah sebagai raja ketiga Kerajaan Manganitu dari tahun 1670 hingga 1675, Santiago menonjol karena keberaniannya yang tak tergoyahkan dalam menentang VOC Belanda. Ketika VOC mencoba menguasai perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Nusa Utara, Santiago menolak tunduk pada tekanan mereka.
Tak hanya menyisakan semangat, tapi tersebar pula legenda dikalangan masyarakat tentang keajaiban yang terjadi selama eksekusi, seperti peluru VOC yang tidak mengenai tubuhnya, menciptakan spekulasi tentang perlindungan gaib atau ketahanan luar biasa yang dimilikinya.
Namun pada akhirnya VOC mengeksekusi Santiago dengan cara menggantungnya di Tanjung Tahuna, serta memisahkan tubuhnya kemudian kepalanya dikuburkan oleh sang adik, di antara akar pepohonan besar di pantai Nento, Desa Karatung-Paghul pada tahun 1675. Kuburan rahasia itu baru terungkap pada tahun 1950, mengungkapkan bagian kecil dari warisan Santiago yang legendaris.
Sebagai penghormatan atas perjuangannya, sebuah patung megah berdiri kokoh di Miangas, wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina, memperingati keberanian dan keteguhan hati Santiago yang tak terlupakan. Nama besar Santiago diabadikan sebagai markas Kodim 1301 Sangihe dan Korem 131 Santiago di Manado, Sulawesi Utara.(Pika)
Editor : Priska Watung