Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

AS dan Indonesia Siapkan Generasi Unggul Lewat Kemitraan Kampus

Tanya Rompas • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:27 WIB
KUAI Peter Haymond sampaikan sambutan dalam lokakarya kemitraan pendidikan yang dihadiri pejabat pemerintah dan universitas di Indonesia, serta institusi pendidikan tinggi AS. (Foto:Rifky Suryadinata)
KUAI Peter Haymond sampaikan sambutan dalam lokakarya kemitraan pendidikan yang dihadiri pejabat pemerintah dan universitas di Indonesia, serta institusi pendidikan tinggi AS. (Foto:Rifky Suryadinata)

GORONTALOPOST— Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyelenggarakan lokakarya kemitraan pendidikan pada 22 Januari 2026 guna mempertemukan pejabat pemerintah dan perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan tinggi dari Amerika Serikat.

Lokakarya ini menghadirkan para pakar dari Universitas California, Davis dan Universitas Purdue yang membagikan praktik terbaik serta model praktis dalam membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak.

Peserta dari Indonesia berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Luar Negeri; Kementerian Agama; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Energi; Kementerian Kesehatan; Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian Keuangan; Kementerian Pertanian; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); pemerintah kota Jakarta dan Samarinda; Komite Olimpiade Nasional Indonesia, serta sejumlah universitas terkemuka di Tanah Air.

Kuasa Usaha ad interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond, menegaskan pentingnya kolaborasi akademik dalam sambutannya. Menurutnya, Amerika Serikat merupakan rumah bagi sejumlah institusi pendidikan terbaik di dunia.

“Diskusi-diskusi substantif yang berlangsung selama lokakarya hari ini meletakkan dasar bagi kemitraan yang lebih mendalam dan langgeng dengan sekolah-sekolah di Amerika Serikat, yang akan menciptakan peluang-peluang baru bagi mahasiswa, akademisi, dan komunitas di seluruh Indonesia,” ujar Haymond.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta bertukar pandangan untuk menyelaraskan kerja sama akademik dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah. Fokus diskusi meliputi pengembangan tenaga kerja, kolaborasi riset, inovasi, serta keterlibatan masyarakat.

Kehadiran perwakilan lintas sektor menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui jalur pendidikan.

Dengan memperluas kemitraan antara institusi pendidikan kedua negara, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang transformatif bagi mahasiswa dan akademisi Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas di seluruh Indonesia.(***)

Editor : Tanya Rompas