alexametrics
30.2 C
Gorontalo
Monday, May 23, 2022

NGERI! Virus Pembawa Malapetaka Semakin Mendekat ke Indonesia

GORONTALOPOST.ID–Singapura mengumumkan telah menemukan kasus Covid-19 Omicron di negeri itu, Kamis (2/11/2021). Kasus ini berasal dari penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ479, dari Afrika Selatan (Afsel).

“Kedua kasus diisolasi setibanya di Singapura pada 1 Desember dan belum berinteraksi di masyarakat,” kata kementerian kesehatan Singapura (MOH), dikutip dari Channel News Asia (CNA) Jumat (3/11/2021). “Saat ini tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini.”

Kasus kini ditempatkan di pusat karantina, National Center for Infectious Diseases (NCID). Keduanya sudah divaksin lengkap dan memiliki gejala sepeti batuk ringan dan tenggorokkan gatal.

Secara rinci, kasus pertama Omicron yang ada di Singapura melibatkan penduduk tetap berusia 44 tahun. Ia tiba di Singapura dari Mozambik namun transit di Johannesburg. “Tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November negatif untuk Covid-19,” kata MOH.

Kasus Media terkait seorang wanita Singapura berusia 41 tahun yang datang dari Afsel. Tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November negatif Covid-19.

“Hasil uji PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure yang mungkin terkait dengan varian Omicron. Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan sekuensing seluruh genom untuk mengonfirmasi varian tersebut,” kata MOH lagi.

Sementara itu, pelacakan kontak tengah dilakukan ke penumpang lain yang ada dalam pesawat. Setidaknya ada 19 penumpang di penerbangan itu. Dari data WHO Omicron terdeteksi di 23 negara. Terbaru AS mengumumkan kasus di California, pada seseorang yang kembali dari Afrika dan sudah divaksin lengkap Covid-19.

Varian corona B.1.1.529 atau disebut dengan Omicron tengah disorot oleh para pakar di dunia lantaran dianggap sebagai pembawa malapetaka baru. Pasalnya memiliki kemampuan menular yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya. Tak hanya itu, pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyoroti data kematian akibat varian tersebut.

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban menyebutkan data kematian yang terjadi pada pasien COVID-19 di Afrika Selatan.

Di negara tersebut merupakan tempat pertama kali ditemukannya varian Omicron sehingga kasusnya pun terbanyak dibanding negara lain.

Dijelaskan Prof Zubairi, data kematian pasien COVID-19 yang terdeteksi akibat varian Omicron mencapai puluhan jiwa. Bahkan, terbanyak mencapai hingga nyaris 150 kasus kematian per hari.

“Data kematian Afsel, negara dengan kasus Omicron terbanyak pada 25 November 2021 yaitu 144 jiwa,” tuturnya dikutip dari cuitan di akun Twitternya.

Sementara pada hari selanjutnya, 26 November, sekitar 12 jiwa. Dan pada hari selanjutnya yakni 27-28 november di bawah 10 jiwa. Hingga terakhir pada 29 November lalu kembali meningkat ssbanyak 25 jiwa kematian.

“Tentu kematian bukan sekadar angka. Tapi poin saya, angka itu cukup rendah, sehingga tak perlu panik meski penularan tinggi. Namun, harus waspada untuk jaga-jaga,” jelasnya.(cnbc/viv)

GORONTALOPOST.ID–Singapura mengumumkan telah menemukan kasus Covid-19 Omicron di negeri itu, Kamis (2/11/2021). Kasus ini berasal dari penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ479, dari Afrika Selatan (Afsel).

“Kedua kasus diisolasi setibanya di Singapura pada 1 Desember dan belum berinteraksi di masyarakat,” kata kementerian kesehatan Singapura (MOH), dikutip dari Channel News Asia (CNA) Jumat (3/11/2021). “Saat ini tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini.”

Kasus kini ditempatkan di pusat karantina, National Center for Infectious Diseases (NCID). Keduanya sudah divaksin lengkap dan memiliki gejala sepeti batuk ringan dan tenggorokkan gatal.

Secara rinci, kasus pertama Omicron yang ada di Singapura melibatkan penduduk tetap berusia 44 tahun. Ia tiba di Singapura dari Mozambik namun transit di Johannesburg. “Tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November negatif untuk Covid-19,” kata MOH.

Kasus Media terkait seorang wanita Singapura berusia 41 tahun yang datang dari Afsel. Tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November negatif Covid-19.

“Hasil uji PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure yang mungkin terkait dengan varian Omicron. Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan sekuensing seluruh genom untuk mengonfirmasi varian tersebut,” kata MOH lagi.

Sementara itu, pelacakan kontak tengah dilakukan ke penumpang lain yang ada dalam pesawat. Setidaknya ada 19 penumpang di penerbangan itu. Dari data WHO Omicron terdeteksi di 23 negara. Terbaru AS mengumumkan kasus di California, pada seseorang yang kembali dari Afrika dan sudah divaksin lengkap Covid-19.

Varian corona B.1.1.529 atau disebut dengan Omicron tengah disorot oleh para pakar di dunia lantaran dianggap sebagai pembawa malapetaka baru. Pasalnya memiliki kemampuan menular yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya. Tak hanya itu, pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyoroti data kematian akibat varian tersebut.

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban menyebutkan data kematian yang terjadi pada pasien COVID-19 di Afrika Selatan.

Di negara tersebut merupakan tempat pertama kali ditemukannya varian Omicron sehingga kasusnya pun terbanyak dibanding negara lain.

Dijelaskan Prof Zubairi, data kematian pasien COVID-19 yang terdeteksi akibat varian Omicron mencapai puluhan jiwa. Bahkan, terbanyak mencapai hingga nyaris 150 kasus kematian per hari.

“Data kematian Afsel, negara dengan kasus Omicron terbanyak pada 25 November 2021 yaitu 144 jiwa,” tuturnya dikutip dari cuitan di akun Twitternya.

Sementara pada hari selanjutnya, 26 November, sekitar 12 jiwa. Dan pada hari selanjutnya yakni 27-28 november di bawah 10 jiwa. Hingga terakhir pada 29 November lalu kembali meningkat ssbanyak 25 jiwa kematian.

“Tentu kematian bukan sekadar angka. Tapi poin saya, angka itu cukup rendah, sehingga tak perlu panik meski penularan tinggi. Namun, harus waspada untuk jaga-jaga,” jelasnya.(cnbc/viv)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/