alexametrics
23 C
Gorontalo
Friday, August 19, 2022

Viral Ibu Minta Pertolongan, Wapres Ma’ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Ganja Untuk Pengobatan

GORONTALOPOST.ID–Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, secara syariat Islam ganja memang dilarang. Namun, ganja bisa masuk dalam pengecualian apabila untuk pengobatan.

Pernyataan mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini merespons terkait viralnya seorang ibu yang meminta pertolongan agar anaknya diberi ganja medis.

“Kalau memang ganja dilarang, dalam arti (ganja dapat) membuat masalah dalam Al-Qur’an dilarang,” kata Ma’ruf Amin di kantor MUI, Jakarta, Selasa (27/6).

Oleh karen itu, Ma’ruf Amin meminta agar MUI segera membuat fatwa terkait penggunaan ganja medis. Menurut Ma’ruf Amin, ada kriteria khusus penggunaan ganja untuk kebutuhan medis.

“Masalah kesehatan saya kira pengecualian dalam membuat fatwa baru pembolehannya, artinya ada kriteria. Nah, ini saya minta MUI segera membuat fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR, jangan sampai nanti ada berlebihan,” tegas Ma’ruf.

“Sehingga menimbulkan kemudaratan ada berbagai klasifikasi varietasnya, supaya MUI membuat fatwa yang berkaitan dengan varietas-varietas dari pada ganja itu,” sambungnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pihaknya akan mengkaji pemakaian ganja untuk kebutuhan medis. Dasco tak memungkiri, sejumlah negara di dunia melegalkan ganja untuk penggunaan medis.

“Memang tutan masyarakat mengenai ganja medis ini agak besar akhir-akhir ini, terutama mengacu di dunia luar yang sudah memakai ganja untuk pengobatan. Tapi di Indonesia, Undang-Undang masih belum memungkinkan untuk itu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Namun, pengkajian itu perlu koordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan. Karena Undang-Undang di Indonesia belum mengatur penggunaan ganja untuk kebutuhan medis. “Kita juga belum tahu ganja medis itu yang seperti apa kalsifikasinya,” papar Dasco.

Dia menyebut, perlu aturan khusus dalam membuat aturan penggunaan ganja medis. Dia tak menginginkan, legalitas ganja nantinya disalahgunakan. “Kita perlu kajian yang komprehensif dan juga perlu keterlibatan semua pihak untuk kemudian nantinya memutuskan apakah ganja medis ini bisa dilakukan di Indonesia atau tidak,” tegas Dasco.

Permintaan ganja medis ini setelah sebelumnya ramai di media sosial terkait seorang ibu yang membawa poster “Tolong anakku butuh ganja medis” viral di media sosial, Minggu (26/6).

Poster itu dibawa oleh Santi bersama suaminya, dengan membawa serta anaknya yang bernama Pika. Mereka melakukan aksi damai di CFD Bundaran HI pada Minggu (26/6). Poster bertuliskan “Tolong anakku butuh ganja medis” itu digantungkan Santi di lehernya.

Aksi ibu yang memperjuangkan legalisasi ganja medis untuk anaknya itu mendapat perhatian dari warga. Tidak sedikit warga yang bersimpati atas kondisi Pika. Salah satunya adalah penyanyi Andien. (Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, secara syariat Islam ganja memang dilarang. Namun, ganja bisa masuk dalam pengecualian apabila untuk pengobatan.

Pernyataan mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini merespons terkait viralnya seorang ibu yang meminta pertolongan agar anaknya diberi ganja medis.

“Kalau memang ganja dilarang, dalam arti (ganja dapat) membuat masalah dalam Al-Qur’an dilarang,” kata Ma’ruf Amin di kantor MUI, Jakarta, Selasa (27/6).

Oleh karen itu, Ma’ruf Amin meminta agar MUI segera membuat fatwa terkait penggunaan ganja medis. Menurut Ma’ruf Amin, ada kriteria khusus penggunaan ganja untuk kebutuhan medis.

“Masalah kesehatan saya kira pengecualian dalam membuat fatwa baru pembolehannya, artinya ada kriteria. Nah, ini saya minta MUI segera membuat fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR, jangan sampai nanti ada berlebihan,” tegas Ma’ruf.

“Sehingga menimbulkan kemudaratan ada berbagai klasifikasi varietasnya, supaya MUI membuat fatwa yang berkaitan dengan varietas-varietas dari pada ganja itu,” sambungnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pihaknya akan mengkaji pemakaian ganja untuk kebutuhan medis. Dasco tak memungkiri, sejumlah negara di dunia melegalkan ganja untuk penggunaan medis.

“Memang tutan masyarakat mengenai ganja medis ini agak besar akhir-akhir ini, terutama mengacu di dunia luar yang sudah memakai ganja untuk pengobatan. Tapi di Indonesia, Undang-Undang masih belum memungkinkan untuk itu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Namun, pengkajian itu perlu koordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan. Karena Undang-Undang di Indonesia belum mengatur penggunaan ganja untuk kebutuhan medis. “Kita juga belum tahu ganja medis itu yang seperti apa kalsifikasinya,” papar Dasco.

Dia menyebut, perlu aturan khusus dalam membuat aturan penggunaan ganja medis. Dia tak menginginkan, legalitas ganja nantinya disalahgunakan. “Kita perlu kajian yang komprehensif dan juga perlu keterlibatan semua pihak untuk kemudian nantinya memutuskan apakah ganja medis ini bisa dilakukan di Indonesia atau tidak,” tegas Dasco.

Permintaan ganja medis ini setelah sebelumnya ramai di media sosial terkait seorang ibu yang membawa poster “Tolong anakku butuh ganja medis” viral di media sosial, Minggu (26/6).

Poster itu dibawa oleh Santi bersama suaminya, dengan membawa serta anaknya yang bernama Pika. Mereka melakukan aksi damai di CFD Bundaran HI pada Minggu (26/6). Poster bertuliskan “Tolong anakku butuh ganja medis” itu digantungkan Santi di lehernya.

Aksi ibu yang memperjuangkan legalisasi ganja medis untuk anaknya itu mendapat perhatian dari warga. Tidak sedikit warga yang bersimpati atas kondisi Pika. Salah satunya adalah penyanyi Andien. (Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/