alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

OPTIMIS Hasil Otopsi Ulang Brigadir J Valid, Kompolnas: Dilakukan Tim Dokter PDFI yang Independen

GORONTALOPOST.ID–Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) optimistis terkait hasil otopsi ulang jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bisa lebih valid. Sehingga tidak lagi terjadi spekulasi seperti yang terjadi beberapa waktu ke belakang.

“Otopsi dilakukan tim dokter Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) yang berintegritas tinggi, independen, dan ahli di bidangnya, sehingga hasilnya valid,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Jumat (29/7).

Poengky mengatakan, otopsi ulang dilakukan PDFI yang dipimpin Ade Firmansyah Sugiharto selaku ketua umum. Para anggotanya adalah dokter-dokter forensik berbagai rumah sakit di Indonesia, salah satunya dokter forensik dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Poengky mengatakan Kompolnas selaku pengawas eksternal memantau pelaksanaan ekshumasi almarhum Yosua.

Guna memastikan Polri profesional, independen, transparan dan akuntabel melakukan penyidikan dengan dukungan scientific crime investigation (SCI).

“Kami mendapat akses seluas-luasnya untuk menyaksikan ekshumasi dan otopsi ulang yang kemudian dilanjutkan dengan pemulasaran jenazah,” jelasnya.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini melibatkan Brigadir Yosua dan Bharada E. Keduanya adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) optimistis terkait hasil otopsi ulang jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bisa lebih valid. Sehingga tidak lagi terjadi spekulasi seperti yang terjadi beberapa waktu ke belakang.

“Otopsi dilakukan tim dokter Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) yang berintegritas tinggi, independen, dan ahli di bidangnya, sehingga hasilnya valid,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Jumat (29/7).

Poengky mengatakan, otopsi ulang dilakukan PDFI yang dipimpin Ade Firmansyah Sugiharto selaku ketua umum. Para anggotanya adalah dokter-dokter forensik berbagai rumah sakit di Indonesia, salah satunya dokter forensik dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Poengky mengatakan Kompolnas selaku pengawas eksternal memantau pelaksanaan ekshumasi almarhum Yosua.

Guna memastikan Polri profesional, independen, transparan dan akuntabel melakukan penyidikan dengan dukungan scientific crime investigation (SCI).

“Kami mendapat akses seluas-luasnya untuk menyaksikan ekshumasi dan otopsi ulang yang kemudian dilanjutkan dengan pemulasaran jenazah,” jelasnya.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini melibatkan Brigadir Yosua dan Bharada E. Keduanya adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/