alexametrics
24.8 C
Gorontalo
Wednesday, May 18, 2022

Warga Hungayonaa Tuntut Dugaan ‘Korupsi’ Dana Desa

Anas: Pemkab Boalemo Komit Berantas Korupsi

gorontalopost.co.id, TILMUTA – Aliansi Masyarakat Peduli Desa Hungayonaa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati Boalemo, Selasa (4/8). Mereka menuntut dugaan penyalagunaan dana desa pada proyek Bolalove. Koordinator aksi Hasmin Amantulu, mengungkapkan bahwa aksi tersebut digelar sebagai wujud kekecewaan masyarakat terhadap kepala desa yang tidak transparan dalam pengelolaan dana.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menuntut agar bisa bertemu langsung dengan Bupati Boalemo Darwis Moridu guna menyampaikan beberapa poin tuntutan mereka. “Saya mewakili bupati karena beliau tidak berada di tempat, beliau sudah memerintahkan saya untuk menemui teman-teman semua yang merupakan gerakan masyarakat peduli hungayonaa,” ujar Wakil Bupati Anas Jusuf.

Selanjutnya Wabup menjelaskan mengenai TGR, pemerintah daerah sudah melakukan proses langkah-langkah pada bulan maret dan mengenai Mark up harus ada pembuktian. Walau pun demikian tetap diturunkan tim dari Inspektorat Boalemo.
Tak hanya itu  Anas Jusuf juga menjelaskan kepada para pengunjuk rasa mengenai pemalsuan tanda tangan dan penyalagunaan dana Covid-19 akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada.

“Pemerintah daerah tidak pernah membeda-bedakan yang pemberlakuan, pemberian sanksi, pemberian pekerjaan, apakah itu kader, apakah itu keluarga, kita tidak kenal, siapa yang berprestasi kita hargai, dan siapa yang melakukan penyimpangan tentu akan kita tindak. Itu komitmen dari bupati dan seluruh pemerintah daerah,” pungkasnya. (mae)

gorontalopost.co.id, TILMUTA – Aliansi Masyarakat Peduli Desa Hungayonaa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati Boalemo, Selasa (4/8). Mereka menuntut dugaan penyalagunaan dana desa pada proyek Bolalove. Koordinator aksi Hasmin Amantulu, mengungkapkan bahwa aksi tersebut digelar sebagai wujud kekecewaan masyarakat terhadap kepala desa yang tidak transparan dalam pengelolaan dana.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menuntut agar bisa bertemu langsung dengan Bupati Boalemo Darwis Moridu guna menyampaikan beberapa poin tuntutan mereka. “Saya mewakili bupati karena beliau tidak berada di tempat, beliau sudah memerintahkan saya untuk menemui teman-teman semua yang merupakan gerakan masyarakat peduli hungayonaa,” ujar Wakil Bupati Anas Jusuf.

Selanjutnya Wabup menjelaskan mengenai TGR, pemerintah daerah sudah melakukan proses langkah-langkah pada bulan maret dan mengenai Mark up harus ada pembuktian. Walau pun demikian tetap diturunkan tim dari Inspektorat Boalemo.
Tak hanya itu  Anas Jusuf juga menjelaskan kepada para pengunjuk rasa mengenai pemalsuan tanda tangan dan penyalagunaan dana Covid-19 akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada.

“Pemerintah daerah tidak pernah membeda-bedakan yang pemberlakuan, pemberian sanksi, pemberian pekerjaan, apakah itu kader, apakah itu keluarga, kita tidak kenal, siapa yang berprestasi kita hargai, dan siapa yang melakukan penyimpangan tentu akan kita tindak. Itu komitmen dari bupati dan seluruh pemerintah daerah,” pungkasnya. (mae)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/