alexametrics
27.1 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Warga Kota Gorontalo ‘Blokade Jalan’

gorontalopost.co.id, GORONTALO – Warga Kota Gorontalo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Korban Banjir melakukan aksi blokade jalan di ruas jalan menuju pelabuhan tepatnya di depan jembatan Talumolo, Rabu (5/8/2020).  Aksi yang dimulai sekira pukul 14.30 Wita memicu terjadinya antrean panjang kendaraan. Hal itu membuat petugas Polres Gorontalo Kota yang turun melakukan pengamanan di lokasi berupaya agar warga membuka blokade jalan.

Sebab, akses jalan menuju ke Pelabuhan Gorontalo tersebut juga merupakan penghubung Trans Sulawesi Jalur Selatan. Akses tersebut ikut dimanfaatkan warga yang hendak menuju ke wilayah Kabila Bone dari Kota Gorontalo, ataupun sebaliknya.
Namun Aliansi Masyarakat Korban Banjir yang merupakan gabungan warga dari lima kelurahan yang terdampak banjir itu tetap bertahan. Mereka akan membuka blokade jalan apabila Gubernur atau Wali Kota Gorontalo hadir menemui mereka.

Aksi tersebut memicu terjadinya antrean panjang kendaraan. Hal itu membuat petugas Polres Gorontalo Kota yang turun melakukan pengamanan di lokasi berupaya agar warga membuka blokade jalan. Sebab, akses jalan menuju ke Pelabuhan Gorontalo tersebut juga merupakan penghubung Trans Sulawesi Jalur Selatan. Akses tersebut ikut dimanfaatkan warga yang hendak menuju ke wilayah Kabila Bone dari Kota Gorontalo, ataupun sebaliknya.

Namun Aliansi Masyarakat Korban Banjir yang merupakan gabungan warga dari lima kelurahan yang terdampak banjir itu tetap bertahan. Koordinator Massa Aksi Aliansi Masyarakat Korban Banjir, Agung Datau, menyampaikan aksi protes yang disampaikan pihaknya benar-benar murni aspirasi masyarakat. Yaitu masyarakat yang terdampak banjir di lima kelurahan di Kota Gorontalo. “Kami bergerak untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” tegasnya.

Menurut Agung Datau, ada tiga hal utama yang menjadi aspirasi masyarakat. Pertama mengenai tanggul Sungai Bone yang jebol. Kedua, menyangkut kerusakan yang terjadi pada kawasan hutan di hulu Sungai Bone. Ketiga, masyarakat meminta agar rumah-rumah warga yang rusak dan hanyut bisa sesegera mungkin ditangani oleh pemerintah. Baik oleh Pemprov Gorontalo maupun Pemkot Gorontalo.

Dua jam kemudian saat orasi berjalan, Kabag Ops Polres Gorontalo Kota, Kompol Luthfi Amir bersama personil yang berada di lokasi meminta warga untuk membubarkan blokade jalan tersebut. Namun warga masih berkeras berada di lokasi tersebut“Kita ingin Gubernur atau Wali Kota Gorontalo datang ke lokasi ini. Bisa tahu apa keinginan kita,” papar sejumlah warga.

Situasi sempat memanas. Petugas yang mencoba membuka barikade warga, sehingga terjadi saling tarik dan saling dorong. Kericuhan makin meningkat ketika warga adu mulut dengan petugas. Mengantisipasi kericuhan makin bertambah parah, petugas memilih untuk menghindari kontak fisik. Dialog dengan para warga kembali dilakukan untuk menenangkan situasi.

Situasi akhirnya kondusif, setelah kedatangan Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro A.P, S.I.K, bersama Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea. Yang tiba di lokasi pukul 17.30 WITA. Saat itu Kapolres Gorontalo Kota mengimbau warga agar tetap menjaga kondusifitas daerah. Sejalan hal itu, Adhan Dambea ikut meminta agar warga tak melakukan hal-hal yang kontraproduktif.

Tak lama kemudian, Adhan Dambea, menyampaikan orasi di hadapan warga. Mantan Wali Kota Gorontalo itu menyatakan siap pasang badan terkait aspirasi yang disampaikan oleh warga.“Sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Kota Gorontalo, saya punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Adhan Dambea.

Menurut Adhan Dambea, selama ini ia melihat tidak ada langkah konkrit dalam penanganan banjir di Kota Gorontalo. Contohnya sumbatan yang terjadi di hampir semua saluran di Kota Gorontalo. Sumbatan-sumbatan itu mengakibatkan sistem drainase di Kota Gorontalo tak berjalan optimal, yang pada gilirannya menyebabkan terjadi banjir.“Oleh karena saya sudah hadir di sini, maka saya akan pasang badan terhadap persoalan banjir di Kota Gorontalo,” tegas Dambea mantan Walikota Gorontalo itu disambut antusias warga.

Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo itu mengatakan, dirinya akan menghubungi dan menyampaikan pernyataan tertulis berkaitan aspirasi yang disampaikan warga. Yaitu berkaitan dengan penanggulangan banjir, yang sudah 9 kali menerjang wilayah Kota Gorontalo.“Malam ini saya akan menghubungi Gubernur. Saya kira perlu ada kepedulian pemerintah mengenai masalah ini,” ujar Adhan Dambea.
Setelah mendengarkan penyampaian Adhan Dambea, massa aksi mulai membuka blokade jalan. Kendaraan yang sempat tertahan perlahan kembali melintas.(zis)

gorontalopost.co.id, GORONTALO – Warga Kota Gorontalo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Korban Banjir melakukan aksi blokade jalan di ruas jalan menuju pelabuhan tepatnya di depan jembatan Talumolo, Rabu (5/8/2020).  Aksi yang dimulai sekira pukul 14.30 Wita memicu terjadinya antrean panjang kendaraan. Hal itu membuat petugas Polres Gorontalo Kota yang turun melakukan pengamanan di lokasi berupaya agar warga membuka blokade jalan.

Sebab, akses jalan menuju ke Pelabuhan Gorontalo tersebut juga merupakan penghubung Trans Sulawesi Jalur Selatan. Akses tersebut ikut dimanfaatkan warga yang hendak menuju ke wilayah Kabila Bone dari Kota Gorontalo, ataupun sebaliknya.
Namun Aliansi Masyarakat Korban Banjir yang merupakan gabungan warga dari lima kelurahan yang terdampak banjir itu tetap bertahan. Mereka akan membuka blokade jalan apabila Gubernur atau Wali Kota Gorontalo hadir menemui mereka.

Aksi tersebut memicu terjadinya antrean panjang kendaraan. Hal itu membuat petugas Polres Gorontalo Kota yang turun melakukan pengamanan di lokasi berupaya agar warga membuka blokade jalan. Sebab, akses jalan menuju ke Pelabuhan Gorontalo tersebut juga merupakan penghubung Trans Sulawesi Jalur Selatan. Akses tersebut ikut dimanfaatkan warga yang hendak menuju ke wilayah Kabila Bone dari Kota Gorontalo, ataupun sebaliknya.

Namun Aliansi Masyarakat Korban Banjir yang merupakan gabungan warga dari lima kelurahan yang terdampak banjir itu tetap bertahan. Koordinator Massa Aksi Aliansi Masyarakat Korban Banjir, Agung Datau, menyampaikan aksi protes yang disampaikan pihaknya benar-benar murni aspirasi masyarakat. Yaitu masyarakat yang terdampak banjir di lima kelurahan di Kota Gorontalo. “Kami bergerak untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” tegasnya.

Menurut Agung Datau, ada tiga hal utama yang menjadi aspirasi masyarakat. Pertama mengenai tanggul Sungai Bone yang jebol. Kedua, menyangkut kerusakan yang terjadi pada kawasan hutan di hulu Sungai Bone. Ketiga, masyarakat meminta agar rumah-rumah warga yang rusak dan hanyut bisa sesegera mungkin ditangani oleh pemerintah. Baik oleh Pemprov Gorontalo maupun Pemkot Gorontalo.

Dua jam kemudian saat orasi berjalan, Kabag Ops Polres Gorontalo Kota, Kompol Luthfi Amir bersama personil yang berada di lokasi meminta warga untuk membubarkan blokade jalan tersebut. Namun warga masih berkeras berada di lokasi tersebut“Kita ingin Gubernur atau Wali Kota Gorontalo datang ke lokasi ini. Bisa tahu apa keinginan kita,” papar sejumlah warga.

Situasi sempat memanas. Petugas yang mencoba membuka barikade warga, sehingga terjadi saling tarik dan saling dorong. Kericuhan makin meningkat ketika warga adu mulut dengan petugas. Mengantisipasi kericuhan makin bertambah parah, petugas memilih untuk menghindari kontak fisik. Dialog dengan para warga kembali dilakukan untuk menenangkan situasi.

Situasi akhirnya kondusif, setelah kedatangan Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro A.P, S.I.K, bersama Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea. Yang tiba di lokasi pukul 17.30 WITA. Saat itu Kapolres Gorontalo Kota mengimbau warga agar tetap menjaga kondusifitas daerah. Sejalan hal itu, Adhan Dambea ikut meminta agar warga tak melakukan hal-hal yang kontraproduktif.

Tak lama kemudian, Adhan Dambea, menyampaikan orasi di hadapan warga. Mantan Wali Kota Gorontalo itu menyatakan siap pasang badan terkait aspirasi yang disampaikan oleh warga.“Sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Kota Gorontalo, saya punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Adhan Dambea.

Menurut Adhan Dambea, selama ini ia melihat tidak ada langkah konkrit dalam penanganan banjir di Kota Gorontalo. Contohnya sumbatan yang terjadi di hampir semua saluran di Kota Gorontalo. Sumbatan-sumbatan itu mengakibatkan sistem drainase di Kota Gorontalo tak berjalan optimal, yang pada gilirannya menyebabkan terjadi banjir.“Oleh karena saya sudah hadir di sini, maka saya akan pasang badan terhadap persoalan banjir di Kota Gorontalo,” tegas Dambea mantan Walikota Gorontalo itu disambut antusias warga.

Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo itu mengatakan, dirinya akan menghubungi dan menyampaikan pernyataan tertulis berkaitan aspirasi yang disampaikan warga. Yaitu berkaitan dengan penanggulangan banjir, yang sudah 9 kali menerjang wilayah Kota Gorontalo.“Malam ini saya akan menghubungi Gubernur. Saya kira perlu ada kepedulian pemerintah mengenai masalah ini,” ujar Adhan Dambea.
Setelah mendengarkan penyampaian Adhan Dambea, massa aksi mulai membuka blokade jalan. Kendaraan yang sempat tertahan perlahan kembali melintas.(zis)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/