alexametrics
30 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

Gorontalo-Sulut Dukung Larangan  Mudik, Ini Kesepakatannya

GORONTALOPOST.CO.ID – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey kompak mendukung larangan mudik Presiden Joko Widodo. Hal itu terlihat saat keduanya meninjau posko perbatasan darat dua daerah di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara dengan Kecamatan Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara, Kamis (6/4/2021).

Hari ini menjadi awal larangan mudik yang rencananya berlaku hingga 17 Mei 2021. Dari hasil pantauan lapangan, puluhan aparat gabungan berjaga di perbatasan. Perbatasan terlihat sepi tanpa adanya kenderaan yang berusaha menerobos di antara dua daerah, kecuali kenderaan logistik.

“Saya kira apa yang kita lihat di dua posko pengamanan ini, sudah berjalan dengan baik. Berbeda dengan tahun lalu waktu kita melakukan pembatasan, terjadi kemacetan yang sangat panjang. Saya kira ini koordinasi yang baik antara provinsi sehingga berjalan sesuai dengan harapan dari pemerintah,” ungkap Gubernue Olly.

Hal senada dituturkan oleh Gubernur Rusli Habibie. Menurut Rusli melihat kepatuhan masyarakat sekarang terhadap larangan mudik, berarti koordinasi yang dilakukan berjalan dengan baik. Melihat ke belakang, saat hanya Provinsi Gorontalo yang melakukan PSBB, kemacetan panjang terjadi disekitar wilayah perbatasan.

“Hari ini saya dengan pak Gubernur Sulut hadir di sini lengkap dengan forkopimda masing-masing. Terpantau tidak ada mobil yang berusaha keluar masuk di dua wilayah ini. Kami senang, masyarakat akhirnya patuh pada aturan ini. Walaupun masih banyak yang nyinyir, mengata -ngatai kinerja kami, tidak apa ini semua demi keselamatan,” imbuh Rusli.

Keduanya berharap situasi kondusif di semua titik perbatasan bisa berlangsung hingga tanggal 17 Mei. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk mudik kecuali yang dibolehkan sesuai ketentuan.

Untuk diketahui kenderaan yang diizinkan masuk pada masa mudik ini adalah yang memuat logistik maupun bahan dagangan, itupun harus memenuhi persyaratan seperti membawa surat tugas dan hasil tes antigen covid-19. Jika tidak ada surat antigen, diwajibkan menjalani tes antigen covid-19 yang telah disediakan di tiap-tiap posko. (azis/iswan)

GORONTALOPOST.CO.ID – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey kompak mendukung larangan mudik Presiden Joko Widodo. Hal itu terlihat saat keduanya meninjau posko perbatasan darat dua daerah di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara dengan Kecamatan Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara, Kamis (6/4/2021).

Hari ini menjadi awal larangan mudik yang rencananya berlaku hingga 17 Mei 2021. Dari hasil pantauan lapangan, puluhan aparat gabungan berjaga di perbatasan. Perbatasan terlihat sepi tanpa adanya kenderaan yang berusaha menerobos di antara dua daerah, kecuali kenderaan logistik.

“Saya kira apa yang kita lihat di dua posko pengamanan ini, sudah berjalan dengan baik. Berbeda dengan tahun lalu waktu kita melakukan pembatasan, terjadi kemacetan yang sangat panjang. Saya kira ini koordinasi yang baik antara provinsi sehingga berjalan sesuai dengan harapan dari pemerintah,” ungkap Gubernue Olly.

Hal senada dituturkan oleh Gubernur Rusli Habibie. Menurut Rusli melihat kepatuhan masyarakat sekarang terhadap larangan mudik, berarti koordinasi yang dilakukan berjalan dengan baik. Melihat ke belakang, saat hanya Provinsi Gorontalo yang melakukan PSBB, kemacetan panjang terjadi disekitar wilayah perbatasan.

“Hari ini saya dengan pak Gubernur Sulut hadir di sini lengkap dengan forkopimda masing-masing. Terpantau tidak ada mobil yang berusaha keluar masuk di dua wilayah ini. Kami senang, masyarakat akhirnya patuh pada aturan ini. Walaupun masih banyak yang nyinyir, mengata -ngatai kinerja kami, tidak apa ini semua demi keselamatan,” imbuh Rusli.

Keduanya berharap situasi kondusif di semua titik perbatasan bisa berlangsung hingga tanggal 17 Mei. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk mudik kecuali yang dibolehkan sesuai ketentuan.

Untuk diketahui kenderaan yang diizinkan masuk pada masa mudik ini adalah yang memuat logistik maupun bahan dagangan, itupun harus memenuhi persyaratan seperti membawa surat tugas dan hasil tes antigen covid-19. Jika tidak ada surat antigen, diwajibkan menjalani tes antigen covid-19 yang telah disediakan di tiap-tiap posko. (azis/iswan)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/