alexametrics
31.1 C
Gorontalo
Friday, May 20, 2022

Habibie : Pejabat di Gorontalo Wajib Rapid Test

Klaster Perkantoran Klaster Terbesar

gorontalopost.co.id, GORONTALO – Penyebaran covid-19 atau virus corona di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat signifikan direspon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Kamis (6/8), mengatakan seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov wajib menjalani rapid test Covid-19.

Hal itu untuk merespons penyebaran Covid-19 di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat signifikan dalam sebulan terakhir. “Arahan dari pak gubernur ke kami untuk melaksanakan rapid test massal kepada semua pejabat termasuk saya,” katanya. Kewajiban untuk menjalani tes sebagai langkah antisipasi. Pasalnya ada sejumlah pegawai pemprov dan keluarganya yang tertular.

Bahkan, kata dia, saat ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo memberlakukan kembali bekerja dari rumah bagi para pegawainya. “Pelaksanaannya akan dimulai besok dan dilakukan secara bertahap di semua OPD. Bagi yang hasil rapidnya reaktif, akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,” ujarnya.

Rapid test juga diwajibkan bagi semua pegawai yang melaksanakan pelayanan publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pelayanan keuangan di kantor UPTD Samsat di enam kabupaten dan kota. Total kasus positif di Gorontalo sebanyak 1.427, terdiri dari sembuh 798 orang, meninggal dunia 38 orang, dan sedang dirawat 591 orang.

Jumlah kasus positif di Kota Gorontalo sebanyak 466 orang. Posisi kedua yakni Kabupaten Gorontalo 425 orang, kemudian disusul Kabupaten Boalemo 230 orang, Kabupaten Bone Bolango 127 orang, Kabupaten Gorontalo Utara 107 orang, dan Kabupaten Pohuwato 72 orang.

Sementara itu juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 provinsi Gorontalo, dr. Triyanto Bialangi saat menyampaikan evaluasi mingguan, Kamis (6/8).Mengatakan klaster pegawai perkantoran menjadi klaster terbesar penyebaran Covid-19 yang mencapai 44.6 persen di Provinsi Gorontalo.

“Jika dilihat dari peta penyebarannya, hampir semua profesi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Namun yang terbesar hingga kini adalah klaster pegawai. Baik itu pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai tidak tetap (PTT),” ungkap dr. Triyanto Bialangi.
Dirinya menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas menjadi sangat penting. Apalagi untuk menjaga kesehatan dalam suasana adaptasi kehidupan baru, harus dijalankan dengan disiplin.

Karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gorontalo terus mengalami peningkatan terus saat adaptasi kehidupan baru ini.“Dari awal wabah, pembatasan sosial bersekala besar (PSBB), hingga kini adaptasi kebiasaan baru. Jumlah kasus terus meningkat dan tidak mengalami penurunan jika dilihat dari grafik trend kasus harian Covid-19 di Provinsi Gorontalo,” tegas dr. Triyanto.(zis)

gorontalopost.co.id, GORONTALO – Penyebaran covid-19 atau virus corona di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat signifikan direspon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Kamis (6/8), mengatakan seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov wajib menjalani rapid test Covid-19.

Hal itu untuk merespons penyebaran Covid-19 di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat signifikan dalam sebulan terakhir. “Arahan dari pak gubernur ke kami untuk melaksanakan rapid test massal kepada semua pejabat termasuk saya,” katanya. Kewajiban untuk menjalani tes sebagai langkah antisipasi. Pasalnya ada sejumlah pegawai pemprov dan keluarganya yang tertular.

Bahkan, kata dia, saat ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo memberlakukan kembali bekerja dari rumah bagi para pegawainya. “Pelaksanaannya akan dimulai besok dan dilakukan secara bertahap di semua OPD. Bagi yang hasil rapidnya reaktif, akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,” ujarnya.

Rapid test juga diwajibkan bagi semua pegawai yang melaksanakan pelayanan publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pelayanan keuangan di kantor UPTD Samsat di enam kabupaten dan kota. Total kasus positif di Gorontalo sebanyak 1.427, terdiri dari sembuh 798 orang, meninggal dunia 38 orang, dan sedang dirawat 591 orang.

Jumlah kasus positif di Kota Gorontalo sebanyak 466 orang. Posisi kedua yakni Kabupaten Gorontalo 425 orang, kemudian disusul Kabupaten Boalemo 230 orang, Kabupaten Bone Bolango 127 orang, Kabupaten Gorontalo Utara 107 orang, dan Kabupaten Pohuwato 72 orang.

Sementara itu juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 provinsi Gorontalo, dr. Triyanto Bialangi saat menyampaikan evaluasi mingguan, Kamis (6/8).Mengatakan klaster pegawai perkantoran menjadi klaster terbesar penyebaran Covid-19 yang mencapai 44.6 persen di Provinsi Gorontalo.

“Jika dilihat dari peta penyebarannya, hampir semua profesi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Namun yang terbesar hingga kini adalah klaster pegawai. Baik itu pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai tidak tetap (PTT),” ungkap dr. Triyanto Bialangi.
Dirinya menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas menjadi sangat penting. Apalagi untuk menjaga kesehatan dalam suasana adaptasi kehidupan baru, harus dijalankan dengan disiplin.

Karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gorontalo terus mengalami peningkatan terus saat adaptasi kehidupan baru ini.“Dari awal wabah, pembatasan sosial bersekala besar (PSBB), hingga kini adaptasi kebiasaan baru. Jumlah kasus terus meningkat dan tidak mengalami penurunan jika dilihat dari grafik trend kasus harian Covid-19 di Provinsi Gorontalo,” tegas dr. Triyanto.(zis)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/