alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Bupati-Walikota, Izinkan Salat Ied di Lapangan Terbuka, Tapi …  

GORONTALOPOST.CO.ID – Pemerintah kabupaten kota se Provinsi Gorontalo mengizinkan pelaksanaan Salat Idul Fitri secara berjamaah, di masjid maupun di lapangan terbuka.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Ia mengizinkan warganya untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 H di lapangan dan masjid. “Pengizinan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di lapangan dan masjid ini berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor 3 tahun 2021. Edaran tersebut berisi tentang pengizinan Salat Idul Fitri di lapangan dan masjid. Meskipun begitu, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan,”ujarnya.

Selain itu, Marten Taha juga sudah menegaskan kepada seluruh camat, agar dapat mengumpulkan lurah dan RT/RW, untuk memetakan lapangan dan masjid yang akan menjadi tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti. Hal ini dimaksudkan untuk mendata jumlah jemaahnya dalam melaksanaan salat.

Tak hanya itu, Wali Kota Gorontalo dua periode itu meminta, pelaksanaan Khotbah Idul Fitri agar dapat dipersingkat. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak terlalu lama dalam melaksanakan Salat Idul Fitri.

Pernyataan senada disampaikan Bupati Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Menurutnya pemerintah akan mengizinkan hal tersebut. Namun masyarakat tentunya tetap harus menerapkan penanganan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

Nelson menambahkan, pemerintah nantinya juga akan memperhatikan serta mendorong agar masjid di Kabupaten Gorontalo diperluas tempatnya.

“Kami mendorong juga agar masjid itu diperluas. Kemudian untuk lapangan kemungkinan besar akan kita buka beberapa lapangan di Kabupaten Gorontalo, untuk jadi tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri,” jelasnya.

Nelson juga mengharapkan agar pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti, tetap berpegang teguh pada pelaksanaan disiplin kebersihan dan keamanan jamaah.“Untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri tetap mematuhi protokol kesehatan, dan juga jaga agar tidak berkerumun,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Bupati Gorut Indra Yasin dan plt Bupati Boalemo Anas Jusuf, Serta Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga membuat pernyataan yang sama. Mendukung pelaksanaan Shalat Idulfitri di lapangan atau mesjid. (azis/iswan)

GORONTALOPOST.CO.ID – Pemerintah kabupaten kota se Provinsi Gorontalo mengizinkan pelaksanaan Salat Idul Fitri secara berjamaah, di masjid maupun di lapangan terbuka.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Ia mengizinkan warganya untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 H di lapangan dan masjid. “Pengizinan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di lapangan dan masjid ini berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor 3 tahun 2021. Edaran tersebut berisi tentang pengizinan Salat Idul Fitri di lapangan dan masjid. Meskipun begitu, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan,”ujarnya.

Selain itu, Marten Taha juga sudah menegaskan kepada seluruh camat, agar dapat mengumpulkan lurah dan RT/RW, untuk memetakan lapangan dan masjid yang akan menjadi tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti. Hal ini dimaksudkan untuk mendata jumlah jemaahnya dalam melaksanaan salat.

Tak hanya itu, Wali Kota Gorontalo dua periode itu meminta, pelaksanaan Khotbah Idul Fitri agar dapat dipersingkat. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak terlalu lama dalam melaksanakan Salat Idul Fitri.

Pernyataan senada disampaikan Bupati Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Menurutnya pemerintah akan mengizinkan hal tersebut. Namun masyarakat tentunya tetap harus menerapkan penanganan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

Nelson menambahkan, pemerintah nantinya juga akan memperhatikan serta mendorong agar masjid di Kabupaten Gorontalo diperluas tempatnya.

“Kami mendorong juga agar masjid itu diperluas. Kemudian untuk lapangan kemungkinan besar akan kita buka beberapa lapangan di Kabupaten Gorontalo, untuk jadi tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri,” jelasnya.

Nelson juga mengharapkan agar pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti, tetap berpegang teguh pada pelaksanaan disiplin kebersihan dan keamanan jamaah.“Untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri tetap mematuhi protokol kesehatan, dan juga jaga agar tidak berkerumun,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Bupati Gorut Indra Yasin dan plt Bupati Boalemo Anas Jusuf, Serta Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga membuat pernyataan yang sama. Mendukung pelaksanaan Shalat Idulfitri di lapangan atau mesjid. (azis/iswan)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/