alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Haji Darem Siap Jalani Sidang, Demi Kepastian Hukum

GORONTALOPOST.CO.ID, TILAMUTA – Bupati Boalemo Darwis Moridu menanggapi dingin beragam asumsi publik atas persoalan hukum yang sedang dihadapinya. Bahkan dengan santai haji Darem panggilan akrabnya, mengaku kalau dirinya siap mengikuti persidangan perkara dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo sebagaimana jadwal pada Selasa 15 September 2020.

“Saya tentu siap mengikuti prosedur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Termasuk masa persidangan oleh PN Gorontalo secara virtual atau online,” beber Haji Darem.

Disampaikannya, dalam pokok perkara yang terjadi sejak tahun 2010 silam. Waktu itu, ia masih berprofesi sebagai pengusaha dan belum menjabat Bupati Boalemo.“Persoalan ini terjadi 10 tahun lalu. Sehingga, bagi saya ini perlu dihadapi dengan bijak. Sebab, persoalan ini tentu menjadi kepastian hukum bagi saya pribadi. Jadi, apapun keputusan hakim pada persidangan nanti akan saya terima dengan senang hati,” akui Darwis Moridu.

Sehingga itu Ia berharap agar seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Boalemo tidak perlu panik terhadap isu-isu sengaja dibesar-besarkan pihak tertentu. “Saya berharap seluruh kalangan masyarakat Kabupaten Boalemo tidak mudah terpengaruh isu-isu provokatif. Mari kita tetap menjaga solidaritas dan stabilitas daerah demi pembangunan Boalemo,” tandas pria yang dijuluki panglima petani ini.

Sementara tim kerja Bupati Noldy Biya menyatakan sangat berlebihan atas desakan sejumlah pihak yang meminta harus melibatkan KPK dalam sidang yang menyeret nama haji Darwis Moridu. “Ada yang aneh pada permintaan yang dilayangkan kepada KPK untuk mengawasi lembaga sekelas pengadilan negeri kota Gorontalo,’ungkapnya. (mail)

GORONTALOPOST.CO.ID, TILAMUTA – Bupati Boalemo Darwis Moridu menanggapi dingin beragam asumsi publik atas persoalan hukum yang sedang dihadapinya. Bahkan dengan santai haji Darem panggilan akrabnya, mengaku kalau dirinya siap mengikuti persidangan perkara dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo sebagaimana jadwal pada Selasa 15 September 2020.

“Saya tentu siap mengikuti prosedur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Termasuk masa persidangan oleh PN Gorontalo secara virtual atau online,” beber Haji Darem.

Disampaikannya, dalam pokok perkara yang terjadi sejak tahun 2010 silam. Waktu itu, ia masih berprofesi sebagai pengusaha dan belum menjabat Bupati Boalemo.“Persoalan ini terjadi 10 tahun lalu. Sehingga, bagi saya ini perlu dihadapi dengan bijak. Sebab, persoalan ini tentu menjadi kepastian hukum bagi saya pribadi. Jadi, apapun keputusan hakim pada persidangan nanti akan saya terima dengan senang hati,” akui Darwis Moridu.

Sehingga itu Ia berharap agar seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Boalemo tidak perlu panik terhadap isu-isu sengaja dibesar-besarkan pihak tertentu. “Saya berharap seluruh kalangan masyarakat Kabupaten Boalemo tidak mudah terpengaruh isu-isu provokatif. Mari kita tetap menjaga solidaritas dan stabilitas daerah demi pembangunan Boalemo,” tandas pria yang dijuluki panglima petani ini.

Sementara tim kerja Bupati Noldy Biya menyatakan sangat berlebihan atas desakan sejumlah pihak yang meminta harus melibatkan KPK dalam sidang yang menyeret nama haji Darwis Moridu. “Ada yang aneh pada permintaan yang dilayangkan kepada KPK untuk mengawasi lembaga sekelas pengadilan negeri kota Gorontalo,’ungkapnya. (mail)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/