alexametrics
25.8 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

DPRD Desak Pemda Seriusi Keluhan Petani

Wisye: Beras Lokal Sulit Terjual

GORONTALOPOST.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) diminta tanggap dalam menyerap aspirasi masyarakat petani beras. Pasalnya produksi melimpah tidak diimbangi dengan kemudahan dalam pemasaran.

“Pemerintah daerah perlu mencarikan solusi agar beras produksi lokal laku terjual, mengingat kondisi ini terus diaspirasikan petani,” ungkap Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Wisye Pangemanan,kemarin.

Wisye mengungkapkan , produksi beras surplus namun petani sulit menjual karena harus berebut pasar dengan beras dari luar daerah. “Sehingga itu DPRD mendesak pemerintah daerah agar secepatnya menindaklanjuti kondisi tersebut. Saya pribadi sangat prihatin saat mengunjungi gudang-gudang beras, stoknya belum bergerak dampak permintaan pasar yang mengalami penurunan,” ungkapnya.

Aleg Partai Golkar ini mengungkapkan, Petani mengeluhkan jika beras tidak terjual, sulit bagi mereka mengembalikan modal khususnya biaya produksi selama 120 hari mulai dari pembibitan hingga pascapanen. “Meski panen melimpah tapi kami tidak merasa senang apalagi puas, karena tidak bisa menikmati hasil akibat beras sulit terjual,” ujarnya.

Lebih jauh menurutnya, DPRD menawarkan solusi kepada pemerintah daerah, diantaranya agar penyaluran bantuan beras melalui program keluarga harapan (PKH) agar pengadaannya dibeli dari petani lokal.”Jangan membeli beras dari luar daerah, sebab jika beras lokal tidak terjual, dikhawatirkan akan berdampak pada musim tanam berikutnya,” bebernya.(zis)

 

GORONTALOPOST.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) diminta tanggap dalam menyerap aspirasi masyarakat petani beras. Pasalnya produksi melimpah tidak diimbangi dengan kemudahan dalam pemasaran.

“Pemerintah daerah perlu mencarikan solusi agar beras produksi lokal laku terjual, mengingat kondisi ini terus diaspirasikan petani,” ungkap Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Wisye Pangemanan,kemarin.

Wisye mengungkapkan , produksi beras surplus namun petani sulit menjual karena harus berebut pasar dengan beras dari luar daerah. “Sehingga itu DPRD mendesak pemerintah daerah agar secepatnya menindaklanjuti kondisi tersebut. Saya pribadi sangat prihatin saat mengunjungi gudang-gudang beras, stoknya belum bergerak dampak permintaan pasar yang mengalami penurunan,” ungkapnya.

Aleg Partai Golkar ini mengungkapkan, Petani mengeluhkan jika beras tidak terjual, sulit bagi mereka mengembalikan modal khususnya biaya produksi selama 120 hari mulai dari pembibitan hingga pascapanen. “Meski panen melimpah tapi kami tidak merasa senang apalagi puas, karena tidak bisa menikmati hasil akibat beras sulit terjual,” ujarnya.

Lebih jauh menurutnya, DPRD menawarkan solusi kepada pemerintah daerah, diantaranya agar penyaluran bantuan beras melalui program keluarga harapan (PKH) agar pengadaannya dibeli dari petani lokal.”Jangan membeli beras dari luar daerah, sebab jika beras lokal tidak terjual, dikhawatirkan akan berdampak pada musim tanam berikutnya,” bebernya.(zis)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/