alexametrics
25.1 C
Gorontalo
Thursday, July 7, 2022

OMG! 22 Orang Penumpang Tara Air Ditemukan Tewas, 3 Helikopter Dikerahkan

GORONTALOPOST.ID–Semua penumpang pesawat Tara Air berjumlah 22 orang (termasuk kru) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pesawat tersebut jatuh di Nepal di distrik Mustang pada Minggu (29/5) pagi.

Menurut tim penyelamat, kotak hitam juga telah ditemukan dan dibawa ke stasiun pangkalan. Dugaan penyelidikan awal jatuhnya pesawat karena cuaca buruk.

Sebelumnya juru bicara Bandara Internasional Tribhuwan di Kathmandu, Teknath Situala, mengatakan evakuasi dan operasi penyelamatan sempat terhalang kondisi cuaca buruk. Operasi penyelamatan sangat sulit karena medan di pegunungan.

“Tiga helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi mayat yang ditemukan oleh penyelamat dari lokasi kecelakaan ke stasiun pangkalan terdekat,” katanya.

Pesawat dengan rute penerbangan ke Jomsom dari Pokhara jatuh pada ketinggian 14.500 kaki di dasar puncak Manapathi di Distrik Mustang. Lokasi kecelakaan terletak di 14.500 kaki. Medannya sangat tidak rata. Hujan dan awan yang terus-menerus telah menyulitkan petugas penyelamat.

Pesawat twin-otter, yang lepas landas dari Pokhara menuju Jomsom di Mustang pada pukul 09:55 (NST) pada Minggu (29/5), kehilangan kontak tak lama setelah lepas landas dan kemudian ditemukan di Tebing Sansure di Thasang Rural Municipality-2 di Mustang. Sebanyak 22 penumpang tewas.

Cuaca Buruk, Pesawat Salah Belok

Penyelidikan awal yang dilakukan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Nepal (CAAN) telah menunjukkan bahwa kecelakaan itu mungkin terjadi karena kondisi cuaca buruk. Direktur Jenderal CAAN Pradeep Adhikari mengatakan pada pertemuan Komite Internasional Parlemen, bahwa pesawat Tara Air mengalami kecelakaan karena cuaca buruk.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat yang seharusnya berbelok ke kanan malah berbelok ke kiri karena cuaca buruk dan jatuh,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan melalui Twitter. Mustang adalah salah satu distrik pegunungan dan terbesar kelima di Himalaya yang menjadi destinasi ziarah Kuil Muktinath.

Distrik ini juga dikenal sebagai Tanah di luar Himalaya, terletak di lembah Kali Gandaki di wilayah Himalaya di Nepal Barat.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Semua penumpang pesawat Tara Air berjumlah 22 orang (termasuk kru) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pesawat tersebut jatuh di Nepal di distrik Mustang pada Minggu (29/5) pagi.

Menurut tim penyelamat, kotak hitam juga telah ditemukan dan dibawa ke stasiun pangkalan. Dugaan penyelidikan awal jatuhnya pesawat karena cuaca buruk.

Sebelumnya juru bicara Bandara Internasional Tribhuwan di Kathmandu, Teknath Situala, mengatakan evakuasi dan operasi penyelamatan sempat terhalang kondisi cuaca buruk. Operasi penyelamatan sangat sulit karena medan di pegunungan.

“Tiga helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi mayat yang ditemukan oleh penyelamat dari lokasi kecelakaan ke stasiun pangkalan terdekat,” katanya.

Pesawat dengan rute penerbangan ke Jomsom dari Pokhara jatuh pada ketinggian 14.500 kaki di dasar puncak Manapathi di Distrik Mustang. Lokasi kecelakaan terletak di 14.500 kaki. Medannya sangat tidak rata. Hujan dan awan yang terus-menerus telah menyulitkan petugas penyelamat.

Pesawat twin-otter, yang lepas landas dari Pokhara menuju Jomsom di Mustang pada pukul 09:55 (NST) pada Minggu (29/5), kehilangan kontak tak lama setelah lepas landas dan kemudian ditemukan di Tebing Sansure di Thasang Rural Municipality-2 di Mustang. Sebanyak 22 penumpang tewas.

Cuaca Buruk, Pesawat Salah Belok

Penyelidikan awal yang dilakukan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Nepal (CAAN) telah menunjukkan bahwa kecelakaan itu mungkin terjadi karena kondisi cuaca buruk. Direktur Jenderal CAAN Pradeep Adhikari mengatakan pada pertemuan Komite Internasional Parlemen, bahwa pesawat Tara Air mengalami kecelakaan karena cuaca buruk.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat yang seharusnya berbelok ke kanan malah berbelok ke kiri karena cuaca buruk dan jatuh,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan melalui Twitter. Mustang adalah salah satu distrik pegunungan dan terbesar kelima di Himalaya yang menjadi destinasi ziarah Kuil Muktinath.

Distrik ini juga dikenal sebagai Tanah di luar Himalaya, terletak di lembah Kali Gandaki di wilayah Himalaya di Nepal Barat.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/