alexametrics
24.2 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Biadab! Masjid di Pakistan Dibom saat Salat Jumat, 30 Orang Dilaporkan Tewas

GORONTALOPOST.ID – Sebuah bom meledak di dalam sebuah masjid Syiah di kota barat laut Pakistan Peshawar pada hari Jumat (4/3). Ledakan tersebut menewaskan 30 jemaah dan melukai puluhan lainnya melansir Al Jazeera.

Ledakan itu terjadi saat jemaah berkumpul di masjid Kucha Risaldar di kawasan kota tua Peshawar untuk salat Jumat.

Kepala polisi Peshawar Muhammed Ejaz Khan mengatakan kekerasan dimulai ketika dua penyerang bersenjata menembaki polisi di luar masjid.

Seorang penyerang dan seorang polisi tewas dalam baku tembak tersebut, dan seorang polisi lainnya terluka. Penyerang yang tersisa kemudian memasuki masjid dan meledakkan bom.

Seorang saksi yang mengidentifikasi dirinya sebagai Naeem tinggal di sebelah masjid.

“Pertama saya mendengar lima hingga enam tembakan dan kemudian saya melihat pengebom bunuh diri memasuki masjid dan ledakan besar terjadi,” kata saksi tersebut. “Pintu rumah saya terbuka dengan keras dan saya jatuh ke tanah. Ketika saya memasuki masjid, ada asap dan debu dan orang-orang tergeletak bersimbah darah,” lanjutnya.

Unit penjinak bom mengatakan sekitar 5 kg bahan peledak digunakan dan bantalan bola ditambahkan. Ambulans bergegas melalui jalan-jalan sempit yang padat dan membawa korban luka ke Rumah Sakit Lady Reading.

Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab. Lebih dari 60 orang terluka dan jumlah korban tewas mungkin bertambah, kata juru bicara rumah sakit Mohamed Asim.

“Kami dalam keadaan darurat dan yang terluka sedang dipindahkan ke rumah sakit. Kami sedang menyelidiki sifat ledakan itu tetapi tampaknya itu adalah serangan bunuh diri,” kata petugas polisi Mohammad Sajjad Khan.

Setidaknya 150 jemaah berada di dalam masjid pada saat ledakan, kata saksi mata. (tkg)

GORONTALOPOST.ID – Sebuah bom meledak di dalam sebuah masjid Syiah di kota barat laut Pakistan Peshawar pada hari Jumat (4/3). Ledakan tersebut menewaskan 30 jemaah dan melukai puluhan lainnya melansir Al Jazeera.

Ledakan itu terjadi saat jemaah berkumpul di masjid Kucha Risaldar di kawasan kota tua Peshawar untuk salat Jumat.

Kepala polisi Peshawar Muhammed Ejaz Khan mengatakan kekerasan dimulai ketika dua penyerang bersenjata menembaki polisi di luar masjid.

Seorang penyerang dan seorang polisi tewas dalam baku tembak tersebut, dan seorang polisi lainnya terluka. Penyerang yang tersisa kemudian memasuki masjid dan meledakkan bom.

Seorang saksi yang mengidentifikasi dirinya sebagai Naeem tinggal di sebelah masjid.

“Pertama saya mendengar lima hingga enam tembakan dan kemudian saya melihat pengebom bunuh diri memasuki masjid dan ledakan besar terjadi,” kata saksi tersebut. “Pintu rumah saya terbuka dengan keras dan saya jatuh ke tanah. Ketika saya memasuki masjid, ada asap dan debu dan orang-orang tergeletak bersimbah darah,” lanjutnya.

Unit penjinak bom mengatakan sekitar 5 kg bahan peledak digunakan dan bantalan bola ditambahkan. Ambulans bergegas melalui jalan-jalan sempit yang padat dan membawa korban luka ke Rumah Sakit Lady Reading.

Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab. Lebih dari 60 orang terluka dan jumlah korban tewas mungkin bertambah, kata juru bicara rumah sakit Mohamed Asim.

“Kami dalam keadaan darurat dan yang terluka sedang dipindahkan ke rumah sakit. Kami sedang menyelidiki sifat ledakan itu tetapi tampaknya itu adalah serangan bunuh diri,” kata petugas polisi Mohammad Sajjad Khan.

Setidaknya 150 jemaah berada di dalam masjid pada saat ledakan, kata saksi mata. (tkg)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/