alexametrics
25.1 C
Gorontalo
Thursday, July 7, 2022

100 Hari Invasi Rusia, 243 Anak Tewas, 200 Ribu Diculik, 20 Persen Wilayah…

GORONTALOPOST.ID–Jumat (3/6), tepat 100 hari perang di Ukraina pecah. Meski begitu, belum ada tanda-tanda invasi Rusia bakal berakhir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia telah menduduki sekitar 20 persen wilayahnya.

Pertempuran kini berlangsung sepanjang lebih dari seribu kilometer. ’’Semua pasukan militer Rusia yang siap tempur ikut terlibat dalam agresi ini,’’ ujar Zelensky dalam pidatonya secara online di hadapan parlemen Luksemburg.

Menurut dia, per hari ada 100 tentara maupun penduduk yang tewas dan 450–500 lainnya luka-luka di wilayah Ukraina Timur. Donbas menjadi garis depan pertempuran Rusia-Ukraina saat ini.

Korban invasi militer Rusia bukan hanya militer dan orang dewasa. Anak-anak juga termasuk. Saat ini 2 dari 3 anak-anak di Ukraina kehilangan tempat tinggalnya.

Sejak perang dimulai hingga Kamis (2/6), total sudah ada 243 anak yang tewas, 446 luka, dan 139 lainnya hilang. Selain itu, sekitar 200 ribu anak Ukraina dibawa paksa menuju Rusia.

Kremlin juga membuat kebijakan yang dikritik banyak negara. Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit yang menyederhanakan proses kewarganegaraan untuk anak-anak Ukraina yang yatim piatu ataupun dibiarkan tanpa perawatan orang tua.

Kebijakan itu terutama berlaku di wilayah yang diduduki sementara oleh Rusia. Yaitu, Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson Oblasts.

’’Tujuan kebijakan kriminal ini bukan hanya untuk menculik orang, tetapi juga membuat mereka melupakan Ukraina dan tidak bisa kembali. Ukraina tidak dapat ditaklukkan, rakyat kami tidak akan menyerah dan anak-anak kami tidak akan menjadi milik penjajah,’’ tegas Zelensky.

Di Lviv, kematian anak-anak tersebut diperingati dengan menaruh boneka di beberapa bus sekolah yang kosong. Masing-masing kursi diberi satu boneka.

Aksi itu bertajuk wisata yang tidak akan pernah terjadi. Selain itu, ada instalasi semacam rambu bergambar orang lari. ’’Awas! Anak-anak,’’ bunyi tulisan di instalasi tersebut.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Jumat (3/6), tepat 100 hari perang di Ukraina pecah. Meski begitu, belum ada tanda-tanda invasi Rusia bakal berakhir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia telah menduduki sekitar 20 persen wilayahnya.

Pertempuran kini berlangsung sepanjang lebih dari seribu kilometer. ’’Semua pasukan militer Rusia yang siap tempur ikut terlibat dalam agresi ini,’’ ujar Zelensky dalam pidatonya secara online di hadapan parlemen Luksemburg.

Menurut dia, per hari ada 100 tentara maupun penduduk yang tewas dan 450–500 lainnya luka-luka di wilayah Ukraina Timur. Donbas menjadi garis depan pertempuran Rusia-Ukraina saat ini.

Korban invasi militer Rusia bukan hanya militer dan orang dewasa. Anak-anak juga termasuk. Saat ini 2 dari 3 anak-anak di Ukraina kehilangan tempat tinggalnya.

Sejak perang dimulai hingga Kamis (2/6), total sudah ada 243 anak yang tewas, 446 luka, dan 139 lainnya hilang. Selain itu, sekitar 200 ribu anak Ukraina dibawa paksa menuju Rusia.

Kremlin juga membuat kebijakan yang dikritik banyak negara. Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit yang menyederhanakan proses kewarganegaraan untuk anak-anak Ukraina yang yatim piatu ataupun dibiarkan tanpa perawatan orang tua.

Kebijakan itu terutama berlaku di wilayah yang diduduki sementara oleh Rusia. Yaitu, Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson Oblasts.

’’Tujuan kebijakan kriminal ini bukan hanya untuk menculik orang, tetapi juga membuat mereka melupakan Ukraina dan tidak bisa kembali. Ukraina tidak dapat ditaklukkan, rakyat kami tidak akan menyerah dan anak-anak kami tidak akan menjadi milik penjajah,’’ tegas Zelensky.

Di Lviv, kematian anak-anak tersebut diperingati dengan menaruh boneka di beberapa bus sekolah yang kosong. Masing-masing kursi diberi satu boneka.

Aksi itu bertajuk wisata yang tidak akan pernah terjadi. Selain itu, ada instalasi semacam rambu bergambar orang lari. ’’Awas! Anak-anak,’’ bunyi tulisan di instalasi tersebut.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/