alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

AS Sebut Vaksin Covid Saat Ini Tak Ampuh Hadapi Omicron Subvarian BA.2

GORONTALOPOST.ID–Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa vaksin Covid-19 saat ini kurang atau bahkan tidak ampuh melawan Omicron subvarian BA.2.

Seperti diketahui, AS kini tengah dilanda subvarian BA.2 meski gejala yang ditimbulkan relatif ringan.

Pernyataan tersebut menyusul pertemuan ahli eksternal dalam panel FDA untuk membahas perubahan ke dosis vaksin penguat atau booster di masa depan.

FDA mengatakan bahwa suntikan penguat vaksin melindungi dari penyakit serius Covid-19 dibandingkan dengan dua dosis awal.

Para pejabat kesehatan AS pada akhir Maret menyetujui dosis kedua vaksin penguat Moderna dan Pfizer untuk orang-orang berusia 50 ke atas. Ini setelah mengutip data yang menunjukkan penurunan imunitas dan risiko yang ditimbulkan varian Covid-19 Omicron.

“Pembahasan hari ini adalah diskusi yang jauh lebih besar. Ini diskusi untuk apa yang kami lakukan terkait populasi keseluruhan dan apa yang kami lakukan saat kami berpikir bahwa virus itu telah berevolusi lebih lanjut,” kata Direktur Pusat Evaluasi Biologi dan Penelitian FDA AS, Peter Marks, seperti dilansir Reuters.

Dosis keempat vaksin Pfizer/BioNTech menurunkan tingkat keparahan Covid-19 di antara lansia. Tapi perlindungan terhadap infeksi ternyata tidak tahan lama berdasarkan hasil penelitian di Israel.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa vaksin Covid-19 saat ini kurang atau bahkan tidak ampuh melawan Omicron subvarian BA.2.

Seperti diketahui, AS kini tengah dilanda subvarian BA.2 meski gejala yang ditimbulkan relatif ringan.

Pernyataan tersebut menyusul pertemuan ahli eksternal dalam panel FDA untuk membahas perubahan ke dosis vaksin penguat atau booster di masa depan.

FDA mengatakan bahwa suntikan penguat vaksin melindungi dari penyakit serius Covid-19 dibandingkan dengan dua dosis awal.

Para pejabat kesehatan AS pada akhir Maret menyetujui dosis kedua vaksin penguat Moderna dan Pfizer untuk orang-orang berusia 50 ke atas. Ini setelah mengutip data yang menunjukkan penurunan imunitas dan risiko yang ditimbulkan varian Covid-19 Omicron.

“Pembahasan hari ini adalah diskusi yang jauh lebih besar. Ini diskusi untuk apa yang kami lakukan terkait populasi keseluruhan dan apa yang kami lakukan saat kami berpikir bahwa virus itu telah berevolusi lebih lanjut,” kata Direktur Pusat Evaluasi Biologi dan Penelitian FDA AS, Peter Marks, seperti dilansir Reuters.

Dosis keempat vaksin Pfizer/BioNTech menurunkan tingkat keparahan Covid-19 di antara lansia. Tapi perlindungan terhadap infeksi ternyata tidak tahan lama berdasarkan hasil penelitian di Israel.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/