alexametrics
24.2 C
Gorontalo
Monday, May 23, 2022

Intelejen CIA Sebut Presiden Tiongkok Gelisah Lihat Eropa dan AS Bantu Ukraina

GORONTALOPOST.ID–Intelijen Amerika Serikat (AS) menyoroti posisi dan sikap Tiongkok dalam menghadapi krisis Ukraina dan Rusia. Sikap Presiden Tiongkok Xi Jinping disebut gelisah dan tidak tenang dengan hubungan AS dan Eropa yang kian dekat.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) William Burns mengatakan pada Selasa (8/3) bahwa dia yakin Xi Jinping tidak tenang dengan kesulitan yang dihadapi Rusia dalam menginvasi Ukraina. Sebab, perang tersebut membawa hubungan Amerika Serikat dan Eropa kian dekat.

“Saya pikir Presiden Xi dan kepemimpinan Tiongkok sedikit gelisah dengan apa yang mereka lihat di Ukraina,” kata Burns tentang penilaian ancaman global seperti dilansir NDTV .

“Tiongkok tidak mengantisipasi kesulitan signifikan yang akan dihadapi Rusia,” tambahnya.

Burns mengatakan kepada panel DPR AS bahwa kepemimpinan Tiongkok prihatin dengan kerusakan reputasi karena hubungannya dekat dengan Presiden Putin. Dia mengatakan Beijing khawatir tentang dampak konsekuensi ekonomi menjadi sekutu Moskow pada saat Tiongkok menghadapi tingkat pertumbuhan tahunan yang lebih rendah selama tiga dekade terakhir.

Burns menambahkan bahwa Tiongkok juga khawatir tentang dampak geopolitik yang lebih luas dari invasi Rusia. “Vladimir Putin telah mendorong Eropa dan Amerika menjadi lebih dekat,” katanya.

Hampir dua minggu setelah invasi, pasukan Rusia terjebak di Ukraina. Invasi itu dikabarkan merenggut 4 ribu korban jiwa menurut perkiraan Pentagon. Selain itu, Rusia menghadapi perlawanan kuat yang tak terduga dari pasukan Ukraina.

Beijing menilai persahabatan Rusia tetap kokoh meski ada kecaman internasional terhadap Moskow. Ini telah menyatakan keterbukaan untuk membantu dalam upaya mengakhiri perang.

Xi sudah mendesak Rusia dan menyebut krisis itu sangat mengkhawatirkan dalam pertemuan puncak video dengan rekan-rekannya dari Prancis dan Jerman yakni Emmanuel Macron dan Olaf Scholz.

Xi mengatakan dia ingin Rusia dan Ukraina mempertahankan momentum negosiasi, mengatasi kesulitan, dan melanjutkan pembicaraan untuk mencapai hasil terbaik.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Intelijen Amerika Serikat (AS) menyoroti posisi dan sikap Tiongkok dalam menghadapi krisis Ukraina dan Rusia. Sikap Presiden Tiongkok Xi Jinping disebut gelisah dan tidak tenang dengan hubungan AS dan Eropa yang kian dekat.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) William Burns mengatakan pada Selasa (8/3) bahwa dia yakin Xi Jinping tidak tenang dengan kesulitan yang dihadapi Rusia dalam menginvasi Ukraina. Sebab, perang tersebut membawa hubungan Amerika Serikat dan Eropa kian dekat.

“Saya pikir Presiden Xi dan kepemimpinan Tiongkok sedikit gelisah dengan apa yang mereka lihat di Ukraina,” kata Burns tentang penilaian ancaman global seperti dilansir NDTV .

“Tiongkok tidak mengantisipasi kesulitan signifikan yang akan dihadapi Rusia,” tambahnya.

Burns mengatakan kepada panel DPR AS bahwa kepemimpinan Tiongkok prihatin dengan kerusakan reputasi karena hubungannya dekat dengan Presiden Putin. Dia mengatakan Beijing khawatir tentang dampak konsekuensi ekonomi menjadi sekutu Moskow pada saat Tiongkok menghadapi tingkat pertumbuhan tahunan yang lebih rendah selama tiga dekade terakhir.

Burns menambahkan bahwa Tiongkok juga khawatir tentang dampak geopolitik yang lebih luas dari invasi Rusia. “Vladimir Putin telah mendorong Eropa dan Amerika menjadi lebih dekat,” katanya.

Hampir dua minggu setelah invasi, pasukan Rusia terjebak di Ukraina. Invasi itu dikabarkan merenggut 4 ribu korban jiwa menurut perkiraan Pentagon. Selain itu, Rusia menghadapi perlawanan kuat yang tak terduga dari pasukan Ukraina.

Beijing menilai persahabatan Rusia tetap kokoh meski ada kecaman internasional terhadap Moskow. Ini telah menyatakan keterbukaan untuk membantu dalam upaya mengakhiri perang.

Xi sudah mendesak Rusia dan menyebut krisis itu sangat mengkhawatirkan dalam pertemuan puncak video dengan rekan-rekannya dari Prancis dan Jerman yakni Emmanuel Macron dan Olaf Scholz.

Xi mengatakan dia ingin Rusia dan Ukraina mempertahankan momentum negosiasi, mengatasi kesulitan, dan melanjutkan pembicaraan untuk mencapai hasil terbaik.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/