alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Bikin Lega..Hasil Penelitian WHO, Omicron Lebih Menular, tapi Tidak Lebih Parah

GORONTALOPOST.ID–Dunia bisa sedikit bernapas lega. Hasil penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan AS menunjukkan bahwa varian SARS-CoV-2, Omicron, tidak semenakutkan yang dikhawatirkan sebelumnya. Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron termasuk ringan.

’’Meski varian ini tampaknya lebih menular daripada varian sebelumnya, tapi data penelitian awal tidak mengindikasikan bahwa ini bisa (membuat pasien, Red) lebih parah,’’ tegasnya kepada Agence France-Presse.

Varian yang muncul kali pertama di Benua Afrika tersebut sudah dideteksi di 57 negara. Hingga saat ini, belum ada satu pun kematian Covid-19 yang berhubungan dengan varian itu. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mendalaminya.

Ryan juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar Omicron tidak bisa menerobos sepenuhnya perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 yang ada saat ini.

Itu sama saja dengan varian-varian sebelumnya yang membuat perlindungan vaksin melemah, tapi tidak menghilangkan sepenuhnya. Hal senada diungkapkan pakar penyakit menular AS Anthony Fauci.

’’Varian baru ini jelas sangat menular, mungkin lebih menular dari Delta yang menjadi varian dominan secara global saat ini. Tapi, hampir bisa dipastikan itu tidak lebih parah dari Delta, bahkan ada indikasi itu lebih ringan (gejalanya, Red),’’ ujarnya.

Inggris mungkin bisa membuktikan betapa menularnya Omicron. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan, varian tersebut jauh lebih cepat menyebar dibanding mutasi lainnya.

Sementara itu, Pfizer-BioNTech mengungkapkan hasil penelitian laboratorium terkait Omicron. Yaitu, 3 dosis vaksin buatan perusahaan tersebut mampu menetralkan Omicron.

Namun, jika hanya 2 dosis, memang perlindungannya berkurang. Pfizer juga siap meluncurkan vaksin baru khusus Omicron pada Maret 2022 jika memang dibutuhkan.

Pernyataan Pfizer-BioNTech itu muncul setelah penelitian awal di Afrika Selatan menunjukkan adanya penurunan perlindungan vaksin buatan perusahaan tersebut.

Penurunannya hingga 40 kali lipat untuk menetralkan Omicron jika dibandingkan dengan perlindungan Pfizer saat diserang varian Beta.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Dunia bisa sedikit bernapas lega. Hasil penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan AS menunjukkan bahwa varian SARS-CoV-2, Omicron, tidak semenakutkan yang dikhawatirkan sebelumnya. Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron termasuk ringan.

’’Meski varian ini tampaknya lebih menular daripada varian sebelumnya, tapi data penelitian awal tidak mengindikasikan bahwa ini bisa (membuat pasien, Red) lebih parah,’’ tegasnya kepada Agence France-Presse.

Varian yang muncul kali pertama di Benua Afrika tersebut sudah dideteksi di 57 negara. Hingga saat ini, belum ada satu pun kematian Covid-19 yang berhubungan dengan varian itu. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mendalaminya.

Ryan juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar Omicron tidak bisa menerobos sepenuhnya perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 yang ada saat ini.

Itu sama saja dengan varian-varian sebelumnya yang membuat perlindungan vaksin melemah, tapi tidak menghilangkan sepenuhnya. Hal senada diungkapkan pakar penyakit menular AS Anthony Fauci.

’’Varian baru ini jelas sangat menular, mungkin lebih menular dari Delta yang menjadi varian dominan secara global saat ini. Tapi, hampir bisa dipastikan itu tidak lebih parah dari Delta, bahkan ada indikasi itu lebih ringan (gejalanya, Red),’’ ujarnya.

Inggris mungkin bisa membuktikan betapa menularnya Omicron. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan, varian tersebut jauh lebih cepat menyebar dibanding mutasi lainnya.

Sementara itu, Pfizer-BioNTech mengungkapkan hasil penelitian laboratorium terkait Omicron. Yaitu, 3 dosis vaksin buatan perusahaan tersebut mampu menetralkan Omicron.

Namun, jika hanya 2 dosis, memang perlindungannya berkurang. Pfizer juga siap meluncurkan vaksin baru khusus Omicron pada Maret 2022 jika memang dibutuhkan.

Pernyataan Pfizer-BioNTech itu muncul setelah penelitian awal di Afrika Selatan menunjukkan adanya penurunan perlindungan vaksin buatan perusahaan tersebut.

Penurunannya hingga 40 kali lipat untuk menetralkan Omicron jika dibandingkan dengan perlindungan Pfizer saat diserang varian Beta.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/