alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Brasil Dilanda Banjir Bandang dan Longsor, Korban Tewas Mencapai 104 Orang

GORONTALOPOST.ID – Musim hujan yang melanda Indonesia juga dirasakan Brasil. Negara di Amerika Selatan itu dilanda banjir bandang dan longsor. Melansir Jawa Pos, hingga kemarin (17/2), korban tewas sudah mencapai 104 orang.

Sementara itu, 24 warga berhasil dievakuasi dalam kondisi bernyawa. Masih ada sekitar 35 orang yang dilaporkan hilang.

’’Situasinya hampir seperti perang. Mobil-mobil tergantung di tiang maupun terbalik. Lumpur dan air banjir juga masih terlihat,’’ ujar Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro, seperti dikutip BBC. Kota dengan 300 ribu penduduk itu dinyatakan berstatus bencana.

Banjir di kota wisata tersebut dipicu hujan deras selama tiga jam pada Selasa (15/2). Curah hujannya mencapai 258 milimeter. Setara dengan hujan sebulan penuh pada Januari lalu. Itu menjadi hujan terlebat sejak 1932. Ada sekitar 80 rumah yang tersapu longsor dan tak bersisa. Kini, setiap menit begitu berharga demi menemukan korban selamat.

Tim penyelamat menggunakan anjing pelacak, ekskavator, dan helikopter untuk mencari para korban. Lebih dari 180 tim pemadam kebakaran dan penyelamat lain serta 400-an tentara dikerahkan ke lokasi. Penduduk menunggu dengan cemas untuk menemukan anggota keluarganya. Sebagian lagi memilih ikut membantu pencarian.

’’Saya menemukan gadis kecil yang terkubur hidup-hidup,’’ kata Wendel Pio Lourenco, salah seorang warga, seperti dikutip Agence France-Presse. Sekitar 300 orang kini berada di shelter dan sekolah-sekolah. Beberapa lembaga amal meminta bantuan berupa tempat tidur, makanan, baju, dan masker.

Petropolis dan wilayah sekitarnya pernah disapu badai pada Januari 2011. Kala itu, lebih dari 900 orang meninggal karena banjir dan longsor. Hujan lebat kerap melanda Brasil. Situasi tersebut diperburuk oleh perubahan iklim. (Jawa Pos)

GORONTALOPOST.ID – Musim hujan yang melanda Indonesia juga dirasakan Brasil. Negara di Amerika Selatan itu dilanda banjir bandang dan longsor. Melansir Jawa Pos, hingga kemarin (17/2), korban tewas sudah mencapai 104 orang.

Sementara itu, 24 warga berhasil dievakuasi dalam kondisi bernyawa. Masih ada sekitar 35 orang yang dilaporkan hilang.

’’Situasinya hampir seperti perang. Mobil-mobil tergantung di tiang maupun terbalik. Lumpur dan air banjir juga masih terlihat,’’ ujar Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro, seperti dikutip BBC. Kota dengan 300 ribu penduduk itu dinyatakan berstatus bencana.

Banjir di kota wisata tersebut dipicu hujan deras selama tiga jam pada Selasa (15/2). Curah hujannya mencapai 258 milimeter. Setara dengan hujan sebulan penuh pada Januari lalu. Itu menjadi hujan terlebat sejak 1932. Ada sekitar 80 rumah yang tersapu longsor dan tak bersisa. Kini, setiap menit begitu berharga demi menemukan korban selamat.

Tim penyelamat menggunakan anjing pelacak, ekskavator, dan helikopter untuk mencari para korban. Lebih dari 180 tim pemadam kebakaran dan penyelamat lain serta 400-an tentara dikerahkan ke lokasi. Penduduk menunggu dengan cemas untuk menemukan anggota keluarganya. Sebagian lagi memilih ikut membantu pencarian.

’’Saya menemukan gadis kecil yang terkubur hidup-hidup,’’ kata Wendel Pio Lourenco, salah seorang warga, seperti dikutip Agence France-Presse. Sekitar 300 orang kini berada di shelter dan sekolah-sekolah. Beberapa lembaga amal meminta bantuan berupa tempat tidur, makanan, baju, dan masker.

Petropolis dan wilayah sekitarnya pernah disapu badai pada Januari 2011. Kala itu, lebih dari 900 orang meninggal karena banjir dan longsor. Hujan lebat kerap melanda Brasil. Situasi tersebut diperburuk oleh perubahan iklim. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/