alexametrics
28.8 C
Gorontalo
Friday, July 1, 2022

DJI Cabut dari Rusia dan Ukraina, Takut Drone-nya Jadi Alat Perang

GORONTALOPOST.ID–Peperangan antara Rusia dan Ukraina, memang berbuntut panjang baik dari segi bisnis dan hubungan diplomasi kedua negara dan sekutu-sekutunya. Terbaru ada DJI yang dilaporkan menghentikan sementara penjualan dan semua kegiatan bisnisnya di kedua negara tersebut.

Hal ini menjadikan DJI sebagai perusahaan besar Tiongkok pertama yang menghentikan penjualan di Rusia setelah negara ini memulai invasi ke Ukraina pada Februari lalu. Tidak seperti perusahaan asal negara barat, sebagian perusahaan Tiongkok telah memilih untuk melanjutkan operasi mereka di Rusia.

Terkait hal ini, seorang juru bicara DJI mengatakan kepada Reuters bahwa mereka memiliki prinsip tersendiri. “DJI menghindari penggunaan drone kami untuk menyebabkan kerusakan, dan kami sementara menangguhkan penjualan di negara-negara tersebut untuk membantu memastikan tidak ada yang menggunakan drone kami dalam pertempuran,” kata juru bicara tersebut dikutip via Engadget.

Langkah ini dilakukan sebulan setelah politisi Ukraina Mykhailo Fedorov meninta DJI untuk berhenti menjual produknya di Rusia. Menteri Transformasi Digital negara itu memposting surat terbuka untuk pabrikan drone tersebut di Twitter yang mengatakan Rusia menggunakan produk DJI untuk menavigasi rudalnya untuk membunuh warga sipil.

Ia juga mengatakan Rusia menggunakan versi extended dari platform deteksi drone DJI AeroScope untuk mengumpulkan informasi penerbangan.

Selain itu, MediaMarkt, jaringan toko Jerman yang menjual elektronik di seluruh Eropa, menghapus produk DJI dari tokonya setelah menerima informasi dari berbagai sumber bahwa tentara Rusia menggunakan produk dan data dari pemasok drone Tiongkok DJI untuk kegiatan militer di Ukraina.

Merespon dugaan yang menyebut kalau drone mereka digunakan sebagai alat perang Rusia dan Ukraina, DJI membantah bahwa pihaknya secara aktif mendukung militer Rusia tidak hanya dengan menyediakan perangkat keras, tetapi juga dengan menyediakan data penerbangan dan menyebut tuduhan itu “sangat keliru”.

Beberapa hari lalu, DJI mengeluarkan pernyataan yang mengecam penggunaan produknya yang merugikan. Perusahaan itu mengatakan tidak memasarkan atau menjual produknya untuk penggunaan militer dan semua distributornya telah setuju untuk tidak menjual produk ke pelanggan yang jelas akan menggunakannya untuk tujuan militer apa lagi peperangan.

“Kami tidak akan pernah menerima penggunaan produk kami untuk menyebabkan kerusakan, dan kami terus berusaha untuk memperbaiki dunia dengan produk-produk kami,” kata DJI.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Peperangan antara Rusia dan Ukraina, memang berbuntut panjang baik dari segi bisnis dan hubungan diplomasi kedua negara dan sekutu-sekutunya. Terbaru ada DJI yang dilaporkan menghentikan sementara penjualan dan semua kegiatan bisnisnya di kedua negara tersebut.

Hal ini menjadikan DJI sebagai perusahaan besar Tiongkok pertama yang menghentikan penjualan di Rusia setelah negara ini memulai invasi ke Ukraina pada Februari lalu. Tidak seperti perusahaan asal negara barat, sebagian perusahaan Tiongkok telah memilih untuk melanjutkan operasi mereka di Rusia.

Terkait hal ini, seorang juru bicara DJI mengatakan kepada Reuters bahwa mereka memiliki prinsip tersendiri. “DJI menghindari penggunaan drone kami untuk menyebabkan kerusakan, dan kami sementara menangguhkan penjualan di negara-negara tersebut untuk membantu memastikan tidak ada yang menggunakan drone kami dalam pertempuran,” kata juru bicara tersebut dikutip via Engadget.

Langkah ini dilakukan sebulan setelah politisi Ukraina Mykhailo Fedorov meninta DJI untuk berhenti menjual produknya di Rusia. Menteri Transformasi Digital negara itu memposting surat terbuka untuk pabrikan drone tersebut di Twitter yang mengatakan Rusia menggunakan produk DJI untuk menavigasi rudalnya untuk membunuh warga sipil.

Ia juga mengatakan Rusia menggunakan versi extended dari platform deteksi drone DJI AeroScope untuk mengumpulkan informasi penerbangan.

Selain itu, MediaMarkt, jaringan toko Jerman yang menjual elektronik di seluruh Eropa, menghapus produk DJI dari tokonya setelah menerima informasi dari berbagai sumber bahwa tentara Rusia menggunakan produk dan data dari pemasok drone Tiongkok DJI untuk kegiatan militer di Ukraina.

Merespon dugaan yang menyebut kalau drone mereka digunakan sebagai alat perang Rusia dan Ukraina, DJI membantah bahwa pihaknya secara aktif mendukung militer Rusia tidak hanya dengan menyediakan perangkat keras, tetapi juga dengan menyediakan data penerbangan dan menyebut tuduhan itu “sangat keliru”.

Beberapa hari lalu, DJI mengeluarkan pernyataan yang mengecam penggunaan produknya yang merugikan. Perusahaan itu mengatakan tidak memasarkan atau menjual produknya untuk penggunaan militer dan semua distributornya telah setuju untuk tidak menjual produk ke pelanggan yang jelas akan menggunakannya untuk tujuan militer apa lagi peperangan.

“Kami tidak akan pernah menerima penggunaan produk kami untuk menyebabkan kerusakan, dan kami terus berusaha untuk memperbaiki dunia dengan produk-produk kami,” kata DJI.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/