alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Jet Tempur Iran Jatuh Saat Latihan, Tewaskan Pejalan Kaki

GORONTALOPOST.ID – Dua pilot Iran harus kehilangan nyawa dalam sesi latihan. Pesawat F-5 buatan Amerika Serikat yang mereka kendarai terjatuh di area sekolah yang terletak di distrik Monajem, Tabriz kemarin (21/2). Seorang pejalan kaki juga harus kehilangan nyawa akibat insiden itu.

’’Untungnya sekolah tersebut diliburkan karena pandemi Covid-19,’’ ujar salah satu pejabat unit manajemen krisis setempat Mohammad-Bagher Honarvar dalam wawancara dengan tv lokal seperti dikutip Agence France-Presse.

Pesawat tersebut tengah dalam misi latihan ketika terjatuh sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pesawat itu menabrak dinding dan penduduk yang meninggal adalah warga sekitar. Tim pemadam kebakaran sempat berkutat dengan api yang membesar imbas terbakarnya pesawat tersebut.

Komandan Pangkalan Udara Shahid Fakouri, Tabriz Jendral Reza Youseffi mengungkapkan bahwa pesawat tersebut sudah menyelesaikan misi. Saat menuju pangkalan, muncul masalah teknis yang membuatnya tidak bisa mendarat.

Kedua pilot tersebut sejatinya bisa menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. Tapi mereka lebih memilih mengorbankan nyawanya agar bisa membawa pesawat nahas tersebut ke lokasi yang sepi. Seandainya mereka memilih menyelamatkan diri sendiri, pesawat itu bisa jatuh tak tentu arah dan merenggut lebih banyak nyawa.

Sanksi berkepanjangan yang diberikan oleh AS dan negara-negara barat pada Iran membuat armada militer mereka ketinggalan jaman. Banyak di antaranya yang sudah tua. Pasukan udara Iran hanya memiliki 300 jet tempur.

Mayoritas adalah MiG-29 dan Sukhoi-25 buatan Rusia yang diproduksi era Uni Soviet. Selain itu ada pesawat F-7s buatan Tiongkok dan Mirage F1s buatan Prancis. Pesawat F-4 dan F-5 buatan AS dimiliki di era pemerintahan yang didukung Barat. Mereka digulingkan dalam revolusi Islam Iran pada 1979.

Kecelakaan yang terjadi kemarin merupakan insiden pertama yang melibatkan pesawat militer di Iran sejak Desember 2019. Pada Januari 2019 pesawat kargo militer melampaui landasan pacu dan akhirnya menabrak. Pesawat itu terbakar. Sebanyak 15 orang penumpang tewas. (Jawa Pos)

GORONTALOPOST.ID – Dua pilot Iran harus kehilangan nyawa dalam sesi latihan. Pesawat F-5 buatan Amerika Serikat yang mereka kendarai terjatuh di area sekolah yang terletak di distrik Monajem, Tabriz kemarin (21/2). Seorang pejalan kaki juga harus kehilangan nyawa akibat insiden itu.

’’Untungnya sekolah tersebut diliburkan karena pandemi Covid-19,’’ ujar salah satu pejabat unit manajemen krisis setempat Mohammad-Bagher Honarvar dalam wawancara dengan tv lokal seperti dikutip Agence France-Presse.

Pesawat tersebut tengah dalam misi latihan ketika terjatuh sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pesawat itu menabrak dinding dan penduduk yang meninggal adalah warga sekitar. Tim pemadam kebakaran sempat berkutat dengan api yang membesar imbas terbakarnya pesawat tersebut.

Komandan Pangkalan Udara Shahid Fakouri, Tabriz Jendral Reza Youseffi mengungkapkan bahwa pesawat tersebut sudah menyelesaikan misi. Saat menuju pangkalan, muncul masalah teknis yang membuatnya tidak bisa mendarat.

Kedua pilot tersebut sejatinya bisa menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. Tapi mereka lebih memilih mengorbankan nyawanya agar bisa membawa pesawat nahas tersebut ke lokasi yang sepi. Seandainya mereka memilih menyelamatkan diri sendiri, pesawat itu bisa jatuh tak tentu arah dan merenggut lebih banyak nyawa.

Sanksi berkepanjangan yang diberikan oleh AS dan negara-negara barat pada Iran membuat armada militer mereka ketinggalan jaman. Banyak di antaranya yang sudah tua. Pasukan udara Iran hanya memiliki 300 jet tempur.

Mayoritas adalah MiG-29 dan Sukhoi-25 buatan Rusia yang diproduksi era Uni Soviet. Selain itu ada pesawat F-7s buatan Tiongkok dan Mirage F1s buatan Prancis. Pesawat F-4 dan F-5 buatan AS dimiliki di era pemerintahan yang didukung Barat. Mereka digulingkan dalam revolusi Islam Iran pada 1979.

Kecelakaan yang terjadi kemarin merupakan insiden pertama yang melibatkan pesawat militer di Iran sejak Desember 2019. Pada Januari 2019 pesawat kargo militer melampaui landasan pacu dan akhirnya menabrak. Pesawat itu terbakar. Sebanyak 15 orang penumpang tewas. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/