alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Tuesday, October 4, 2022

Berjanji Perangi AIDS, TB dan Malaria, Para Pemimpin Dunia Sumbang Miliaran Dolar

GORONTALOPOST.ID – Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis (TB) dan Malaria bakal mendapat sumbangan senilai USD 14,25 miliar. Dimana bantuan dana itu sempat terhalang akibat pandemi Covid-19.

Dalam konferensi di New York, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dana itu tertinggi yang pernah dijanjikan untuk organisasi kesehatan multilateral. Menurut Biden hal itu penting untuk memerangi penyakit.

“Ini adalah investasi yang akan menyelamatkan 20 juta nyawa lagi, mengurangi kematian akibat penyakit ini 64 persen lagi dalam empat tahun ke depan,” kata Biden.

Organisasi yang terbentuk di tahun 2002 itu butuh USD 18 miliar untuk siklus pendanaan tiga tahun berikutnya dari pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta. Sebelum konferensi hari Rabu (21/9), mereka telah mengumpulkan lebih dari sepertiga dari total.

“Apa yang terjadi hari ini sebenarnya adalah mobilisasi sumber daya yang tak tertandingi untuk kesehatan global,” kata Direktur Eksekutif Dana Global Peter Sands.

“Terima kasih semua telah melangkah, terutama di lingkungan ekonomi global yang menantang, dan saya meminta Anda, teruskan,” timpa Biden.

Dana Global mengatakan angka USD 14,25 miliar kemungkinan akan meningkat karena lebih banyak sumbangan masuk. Inggris dan Italia mengatakan mereka akan mengumumkan komitmen mereka di kemudian hari.

“Bagi pemerintah dan rakyat Malawi, ini bukan konferensi tetapi penyelamat hidup,” tutur Presiden Malawi Lazarus Chakwera.

Prancis, Jerman, Jepang, Kanada, Uni Eropa dan Gates Foundation juga mengumumkan komitmen yang cukup besar.

“Tuberkulosis bisa kita sembuhkan. Kita bisa mencegah malaria. Kita bisa melawan penyakit mengerikan ini. Kami akan mengakhiri AIDS, kami akan mengakhiri tuberkulosis, kami akan mengakhiri malaria – sekali dan untuk selamanya,” kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah mengumumkan sumbangan terakhir blok tersebut.

Korea Selatan melipatgandakan dananya jadi USD 100 juta. Sementara Indonesia sendiri membuat komitmen pertama dengan menjanjikan dana sebesar USD 10 juta. (tkg)

GORONTALOPOST.ID – Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis (TB) dan Malaria bakal mendapat sumbangan senilai USD 14,25 miliar. Dimana bantuan dana itu sempat terhalang akibat pandemi Covid-19.

Dalam konferensi di New York, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dana itu tertinggi yang pernah dijanjikan untuk organisasi kesehatan multilateral. Menurut Biden hal itu penting untuk memerangi penyakit.

“Ini adalah investasi yang akan menyelamatkan 20 juta nyawa lagi, mengurangi kematian akibat penyakit ini 64 persen lagi dalam empat tahun ke depan,” kata Biden.

Organisasi yang terbentuk di tahun 2002 itu butuh USD 18 miliar untuk siklus pendanaan tiga tahun berikutnya dari pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta. Sebelum konferensi hari Rabu (21/9), mereka telah mengumpulkan lebih dari sepertiga dari total.

“Apa yang terjadi hari ini sebenarnya adalah mobilisasi sumber daya yang tak tertandingi untuk kesehatan global,” kata Direktur Eksekutif Dana Global Peter Sands.

“Terima kasih semua telah melangkah, terutama di lingkungan ekonomi global yang menantang, dan saya meminta Anda, teruskan,” timpa Biden.

Dana Global mengatakan angka USD 14,25 miliar kemungkinan akan meningkat karena lebih banyak sumbangan masuk. Inggris dan Italia mengatakan mereka akan mengumumkan komitmen mereka di kemudian hari.

“Bagi pemerintah dan rakyat Malawi, ini bukan konferensi tetapi penyelamat hidup,” tutur Presiden Malawi Lazarus Chakwera.

Prancis, Jerman, Jepang, Kanada, Uni Eropa dan Gates Foundation juga mengumumkan komitmen yang cukup besar.

“Tuberkulosis bisa kita sembuhkan. Kita bisa mencegah malaria. Kita bisa melawan penyakit mengerikan ini. Kami akan mengakhiri AIDS, kami akan mengakhiri tuberkulosis, kami akan mengakhiri malaria – sekali dan untuk selamanya,” kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah mengumumkan sumbangan terakhir blok tersebut.

Korea Selatan melipatgandakan dananya jadi USD 100 juta. Sementara Indonesia sendiri membuat komitmen pertama dengan menjanjikan dana sebesar USD 10 juta. (tkg)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/