alexametrics
27.1 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Ukraina Klaim Temukan Kuburan Massal Warga Sipil di Mariupol

GORONTALOPOST.ID–Pejabat Ukraina mengklaim menemukan kuburan massal di luar kota Mariupol. Klaim tersebut didukung oleh foto-foto yang dikumpulkan dan dianalisis oleh perusahaan citra satelit AS Maxar Technologies.

Ukraina mengatakan bahwa temuan itu menambah bukti kejahatan perang Rusia terhadap warga sipil Ukraina. Ukraina menyebutkan jumlahnya lebih dari 200 kuburan baru. Lokasinya di tepi barat laut Manhush, sebuah kota sekitar 19 kilometer di sebelah barat Mariupol.

Diperkirakan 100 ribu orang masih terjebak di Mariupol yang telah dibombardir terus-menerus sejak dikepung oleh pasukan Rusia pada 1 Maret, menurut pejabat Ukraina. Pejabat Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 20 ribu orang di kota itu telah tewas selama invasi Rusia.

Dalam sebuah posting di aplikasi Telegram, penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andriushchenko, mengatakan truk Rusia telah mengumpulkan mayat dari kota pelabuhan, sebelum membuangnya di Manhush. “Ini adalah bukti langsung dari kejahatan perang dan upaya untuk menutupinya,” katanya.

Peninjauan Maxar terhadap citra satelit dari pertengahan Maret hingga pertengahan April menunjukkan perluasan situs kuburan dimulai antara 23 hingga 26 Maret, dan berlanjut hingga April. Menurut analisis Maxar, ada lebih dari 200 kuburan yang baru digali di tepi barat laut Manhush.

“Menurut laporan media baru-baru ini, tentara Rusia telah membawa mayat orang-orang yang terbunuh di Mariupol ke lokasi ini,” kata Maxar dalam analisisnya.

CNN Internasional tidak dapat secara independen memverifikasi klaim bahwa orang Rusia telah membuang mayat di kuburan massal di lokasi itu. Namun, wartawan di Mariupol telah mendokumentasikan penguburan secara tergesa-gesa terhadap warga sipil di kota yang terkepung. Dan gambar telah muncul di media sosial yang menunjukkan mayat yang ditinggalkan dan kemudian dibawa untuk dikuburkan.

Wali Kota Mariupol Vadym Boichenko mengatakan bahwa perempuan, anak-anak, dan orang tua telah tewas dan jenazahnya berada di jalan-jalan kota. Namun, jenazah itu menghilang dan diduga dikuburkan secara massal oleh tentara Rusia.

“Kami melihat mayat warga Mariupol mulai menghilang dari jalan-jalan kota kami,” katanya.

Menurut Boichenko, kuburan massal itu berada di luar jalan bypass, dekat kuburan. Dia mengatakan, di dekat kuburan ada sebuah ladang dengan parit sepanjang 30 meter.

“Dan, di sana mereka mengubur jenazah warga sipil. Mereka membawa mayat-mayat itu dengan truk dan membuangnya ke parit-parit tersebut,” katanya.

Bukti kuburan massal di luar Mariupol muncul ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memproklamirkan pembebasan kota pelabuhan tenggara oleh pasukan Rusia. Mariupol telah berada di bawah serangan konstan sejak hari-hari awal invasi Putin, dan sebagian besar kota telah dihancurkan oleh tembakan militer Rusia.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Pejabat Ukraina mengklaim menemukan kuburan massal di luar kota Mariupol. Klaim tersebut didukung oleh foto-foto yang dikumpulkan dan dianalisis oleh perusahaan citra satelit AS Maxar Technologies.

Ukraina mengatakan bahwa temuan itu menambah bukti kejahatan perang Rusia terhadap warga sipil Ukraina. Ukraina menyebutkan jumlahnya lebih dari 200 kuburan baru. Lokasinya di tepi barat laut Manhush, sebuah kota sekitar 19 kilometer di sebelah barat Mariupol.

Diperkirakan 100 ribu orang masih terjebak di Mariupol yang telah dibombardir terus-menerus sejak dikepung oleh pasukan Rusia pada 1 Maret, menurut pejabat Ukraina. Pejabat Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 20 ribu orang di kota itu telah tewas selama invasi Rusia.

Dalam sebuah posting di aplikasi Telegram, penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andriushchenko, mengatakan truk Rusia telah mengumpulkan mayat dari kota pelabuhan, sebelum membuangnya di Manhush. “Ini adalah bukti langsung dari kejahatan perang dan upaya untuk menutupinya,” katanya.

Peninjauan Maxar terhadap citra satelit dari pertengahan Maret hingga pertengahan April menunjukkan perluasan situs kuburan dimulai antara 23 hingga 26 Maret, dan berlanjut hingga April. Menurut analisis Maxar, ada lebih dari 200 kuburan yang baru digali di tepi barat laut Manhush.

“Menurut laporan media baru-baru ini, tentara Rusia telah membawa mayat orang-orang yang terbunuh di Mariupol ke lokasi ini,” kata Maxar dalam analisisnya.

CNN Internasional tidak dapat secara independen memverifikasi klaim bahwa orang Rusia telah membuang mayat di kuburan massal di lokasi itu. Namun, wartawan di Mariupol telah mendokumentasikan penguburan secara tergesa-gesa terhadap warga sipil di kota yang terkepung. Dan gambar telah muncul di media sosial yang menunjukkan mayat yang ditinggalkan dan kemudian dibawa untuk dikuburkan.

Wali Kota Mariupol Vadym Boichenko mengatakan bahwa perempuan, anak-anak, dan orang tua telah tewas dan jenazahnya berada di jalan-jalan kota. Namun, jenazah itu menghilang dan diduga dikuburkan secara massal oleh tentara Rusia.

“Kami melihat mayat warga Mariupol mulai menghilang dari jalan-jalan kota kami,” katanya.

Menurut Boichenko, kuburan massal itu berada di luar jalan bypass, dekat kuburan. Dia mengatakan, di dekat kuburan ada sebuah ladang dengan parit sepanjang 30 meter.

“Dan, di sana mereka mengubur jenazah warga sipil. Mereka membawa mayat-mayat itu dengan truk dan membuangnya ke parit-parit tersebut,” katanya.

Bukti kuburan massal di luar Mariupol muncul ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memproklamirkan pembebasan kota pelabuhan tenggara oleh pasukan Rusia. Mariupol telah berada di bawah serangan konstan sejak hari-hari awal invasi Putin, dan sebagian besar kota telah dihancurkan oleh tembakan militer Rusia.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/