alexametrics
27.6 C
Gorontalo
Thursday, May 19, 2022

Tutup Perbatasan Internasional, Rekor Penularan Covid-19 Landa Jepang

GORONTALOPOST.ID – Jepang menutup perbatasan internasionalnya. Meski begitu, itu belum mampu membendung penularan varian Omicron.

Pada Sabtu (22/1) penularan harian mencapai 54.576. Itu adalah rekor tertinggi di negara tersebut selama lima hari berturut-turut.

Saat ini mayoritas dari 47 prefektur di Jepang sudah memecahkan rekor penularan harian tertinggi. Tokyo salah satunya. Ia menyumbang 11.227 kasus. Padahal sehari sebelumnya hanya 9.699 kasus. Osaka berada di belakang Tokyo dengan 7.375 kasus harian.

Jepang mengkonfirmasi kasus Omicron pada 30 November lalu. Sejak saat itu kasusnya meningkat 100 kali lipat dalam 3 pekan. Pada 1 Januari lalu tercatat kasus di negeri sakura tersebut hanya 534 kasus harian.

Saat ini pemerintah pusat menetapkan status semi darurat pada 29 prefektur, termasuk Tokyo. Wilayah dengan status tersebut diperbolehkan meminta bar dan restoran tutup lebih awal, tidak menyajikan alkohol dan berbagai aturan lainnya.

’’Kami memutuskan ini saat yang tepat untuk mempersiapkan agar sistem medis berfungsi dengan baik, mengambil tindakan tepat dan memperlambat peningkatan jumlah kasus,’’ tegas Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. (Jawa Pos)

GORONTALOPOST.ID – Jepang menutup perbatasan internasionalnya. Meski begitu, itu belum mampu membendung penularan varian Omicron.

Pada Sabtu (22/1) penularan harian mencapai 54.576. Itu adalah rekor tertinggi di negara tersebut selama lima hari berturut-turut.

Saat ini mayoritas dari 47 prefektur di Jepang sudah memecahkan rekor penularan harian tertinggi. Tokyo salah satunya. Ia menyumbang 11.227 kasus. Padahal sehari sebelumnya hanya 9.699 kasus. Osaka berada di belakang Tokyo dengan 7.375 kasus harian.

Jepang mengkonfirmasi kasus Omicron pada 30 November lalu. Sejak saat itu kasusnya meningkat 100 kali lipat dalam 3 pekan. Pada 1 Januari lalu tercatat kasus di negeri sakura tersebut hanya 534 kasus harian.

Saat ini pemerintah pusat menetapkan status semi darurat pada 29 prefektur, termasuk Tokyo. Wilayah dengan status tersebut diperbolehkan meminta bar dan restoran tutup lebih awal, tidak menyajikan alkohol dan berbagai aturan lainnya.

’’Kami memutuskan ini saat yang tepat untuk mempersiapkan agar sistem medis berfungsi dengan baik, mengambil tindakan tepat dan memperlambat peningkatan jumlah kasus,’’ tegas Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/