alexametrics
23 C
Gorontalo
Friday, August 19, 2022

Presiden Ukraina Minta Barat Stop Bermain-main dengan Rusia, Desak Ada Sanksi

“Tekanan pada Rusia secara harfiah adalah upaya menyelamatkan nyawa. Setiap penundaan, kelemahan, berbagai perselisihan atau usulan untuk ‘menenangkan’ agresor dengan mengorbankan korban hanya membuat lebih banyak orang Ukraina terbunuh,” ujar dia.

Negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat telah memberi Ukraina persenjataan jarak jauh, termasuk howitzer M777 dari Washington dan rudal antikapal Harpoon dari Denmark.

Washington bahkan mempertimbangkan untuk melengkapi Ukraina dengan sistem roket yang mampu menjangkau ratusan kilometer, dan telah berdiskusi dengan Kiev tentang bahaya eskalasi jika menyerang jauh ke Rusia, kata AS dan para pejabat diplomatik kepada Reuters.

Rusia menyebut invasinya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melumpuhkan militer Ukraina dan melindunginya dari kaum fasis.

Ukraina dan Barat mengatakan tuduhan fasis tidak berdasar dan bahwa perang adalah tindakan agresi yang tidak beralasan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow berharap Ukraina menerima tuntutannya dalam setiap pembicaraan damai di masa depan.

Ia ingin Kiev mengakui kedaulatan Rusia atas semenanjung Krimea yang dicaplok oleh Moskow pada 2014, dan kemerdekaan wilayah yang diklaim oleh kelompok separatis. (Antara)

“Tekanan pada Rusia secara harfiah adalah upaya menyelamatkan nyawa. Setiap penundaan, kelemahan, berbagai perselisihan atau usulan untuk ‘menenangkan’ agresor dengan mengorbankan korban hanya membuat lebih banyak orang Ukraina terbunuh,” ujar dia.

Negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat telah memberi Ukraina persenjataan jarak jauh, termasuk howitzer M777 dari Washington dan rudal antikapal Harpoon dari Denmark.

Washington bahkan mempertimbangkan untuk melengkapi Ukraina dengan sistem roket yang mampu menjangkau ratusan kilometer, dan telah berdiskusi dengan Kiev tentang bahaya eskalasi jika menyerang jauh ke Rusia, kata AS dan para pejabat diplomatik kepada Reuters.

Rusia menyebut invasinya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melumpuhkan militer Ukraina dan melindunginya dari kaum fasis.

Ukraina dan Barat mengatakan tuduhan fasis tidak berdasar dan bahwa perang adalah tindakan agresi yang tidak beralasan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow berharap Ukraina menerima tuntutannya dalam setiap pembicaraan damai di masa depan.

Ia ingin Kiev mengakui kedaulatan Rusia atas semenanjung Krimea yang dicaplok oleh Moskow pada 2014, dan kemerdekaan wilayah yang diklaim oleh kelompok separatis. (Antara)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/