alexametrics
25.1 C
Gorontalo
Thursday, July 7, 2022

Para Pemimpin Uni Eropa Bertemu, Janji Dukung Terus Ukraina Tangkis Serangan

GORONTALOPOST.ID–Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan bertemu pada Senin (30/5), untuk menyatakan dukungan berkelanjutan bagi Ukraina guna membantunya menangkis serangan Rusia. Tetapi pembicaraan itu akan dibayangi kegagalan mereka untuk menyepakati paket sanksi baru terhadap Moskow.

Selama dua hari, para pemimpin blok 27 negara itu akan membahas cara terbaik untuk membantu Ukraina empat bulan setelah invasi Rusia. Di antaranya untuk menangani dampak konflik seperti harga energi yang tinggi, kekurangan pangan yang akan datang, dan kebutuhan pertahanan Uni Eropa.

Tetapi draf kesimpulan pertemuan itu, yang dilihat Reuters seperti dilansir dari Antara, menunjukkan bahwa Uni Eropa akan bermurah hati dengan dukungan verbal untuk pemerintah di Kyiv,

”Setelah serangan Rusia ke Ukraina, kami melihat apa yang bisa terjadi ketika Eropa bersatu. Dengan pandangan ke KTT, mari berharap terus seperti ini. Tapi sudah mulai runtuh dan runtuh lagi,” kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada Minggu (29/5).

Yang paling nyata adalah dukungan politik para pemimpin untuk paket pinjaman Uni Eropa senilai 9 miliar Euro, dengan komponen hibah kecil untuk menutupi sebagian bunga. Sehingga, Ukraina dapat mempertahankan pemerintahan dan membayar upah selama sekitar dua bulan. Namun demikian, keputusan baru akan dibuat setelah Komisi Eropa membuat proposal tentang cara mengumpulkan uang.

Sementara itu, meskipun berupaya sejak awal Mei, Pemerintah Uni Eropa tidak dapat menyetujui paket keenam sanksi terhadap Moskow. Sebab, salah satu elemen yakni embargo pembelian minyak Rusia, tidak dapat diterima Hongaria. Itu juga menjadi masalah besar bagi Slovakia dan Republik Ceko.

Elemen lain, seperti memutuskan hubungan Sberbank, bank terbesar Rusia, dari sistem pesan SWIFT, melarang penyiar Rusia dari Uni Eropa, dan menambahkan lebih banyak orang ke daftar yang asetnya dibekukan dan yang tidak dapat masuk ke Uni Eropa, semuanya tertahan oleh kurangnya kesepakatan tentang larangan minyak.

Rancangan kesimpulan KTT menunjukkan para pemimpin Uni Eropa akan mendukung pembentukan dana internasional untuk membangun kembali Ukraina setelah perang, tanpa rincian. Uni Eropa ingin melihat kemungkinan penyitaan aset Rusia yang dibekukan untuk tujuan itu.

”Tetapi ungkapan hati-hati itu disengaja karena masalah tersebut secara hukum sulit,” kata para pejabat dikutip.

Para pemimpin berjanji untuk mempercepat pekerjaan buat membantu Ukraina memindahkan gandumnya ke luar negeri ke pembeli global melalui kereta api dan truk. Sebab, angkatan laut Rusia memblokir rute laut yang biasa. Mereka juga mengambil langkah-langkah untuk lebih cepat mandiri dari energi Rusia.

Draf tersebut menunjukkan, para pemimpin siap untuk mengeksplorasi cara-cara untuk mengekang kenaikan harga energi, termasuk kelayakan memperkenalkan batas harga sementara. Hal itu untuk memotong birokrasi dalam meluncurkan sumber energi terbarukan dan berinvestasi dalam menghubungkan jaringan energi nasional lintas batas untuk lebih membantu satu sama lain.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan bertemu pada Senin (30/5), untuk menyatakan dukungan berkelanjutan bagi Ukraina guna membantunya menangkis serangan Rusia. Tetapi pembicaraan itu akan dibayangi kegagalan mereka untuk menyepakati paket sanksi baru terhadap Moskow.

Selama dua hari, para pemimpin blok 27 negara itu akan membahas cara terbaik untuk membantu Ukraina empat bulan setelah invasi Rusia. Di antaranya untuk menangani dampak konflik seperti harga energi yang tinggi, kekurangan pangan yang akan datang, dan kebutuhan pertahanan Uni Eropa.

Tetapi draf kesimpulan pertemuan itu, yang dilihat Reuters seperti dilansir dari Antara, menunjukkan bahwa Uni Eropa akan bermurah hati dengan dukungan verbal untuk pemerintah di Kyiv,

”Setelah serangan Rusia ke Ukraina, kami melihat apa yang bisa terjadi ketika Eropa bersatu. Dengan pandangan ke KTT, mari berharap terus seperti ini. Tapi sudah mulai runtuh dan runtuh lagi,” kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada Minggu (29/5).

Yang paling nyata adalah dukungan politik para pemimpin untuk paket pinjaman Uni Eropa senilai 9 miliar Euro, dengan komponen hibah kecil untuk menutupi sebagian bunga. Sehingga, Ukraina dapat mempertahankan pemerintahan dan membayar upah selama sekitar dua bulan. Namun demikian, keputusan baru akan dibuat setelah Komisi Eropa membuat proposal tentang cara mengumpulkan uang.

Sementara itu, meskipun berupaya sejak awal Mei, Pemerintah Uni Eropa tidak dapat menyetujui paket keenam sanksi terhadap Moskow. Sebab, salah satu elemen yakni embargo pembelian minyak Rusia, tidak dapat diterima Hongaria. Itu juga menjadi masalah besar bagi Slovakia dan Republik Ceko.

Elemen lain, seperti memutuskan hubungan Sberbank, bank terbesar Rusia, dari sistem pesan SWIFT, melarang penyiar Rusia dari Uni Eropa, dan menambahkan lebih banyak orang ke daftar yang asetnya dibekukan dan yang tidak dapat masuk ke Uni Eropa, semuanya tertahan oleh kurangnya kesepakatan tentang larangan minyak.

Rancangan kesimpulan KTT menunjukkan para pemimpin Uni Eropa akan mendukung pembentukan dana internasional untuk membangun kembali Ukraina setelah perang, tanpa rincian. Uni Eropa ingin melihat kemungkinan penyitaan aset Rusia yang dibekukan untuk tujuan itu.

”Tetapi ungkapan hati-hati itu disengaja karena masalah tersebut secara hukum sulit,” kata para pejabat dikutip.

Para pemimpin berjanji untuk mempercepat pekerjaan buat membantu Ukraina memindahkan gandumnya ke luar negeri ke pembeli global melalui kereta api dan truk. Sebab, angkatan laut Rusia memblokir rute laut yang biasa. Mereka juga mengambil langkah-langkah untuk lebih cepat mandiri dari energi Rusia.

Draf tersebut menunjukkan, para pemimpin siap untuk mengeksplorasi cara-cara untuk mengekang kenaikan harga energi, termasuk kelayakan memperkenalkan batas harga sementara. Hal itu untuk memotong birokrasi dalam meluncurkan sumber energi terbarukan dan berinvestasi dalam menghubungkan jaringan energi nasional lintas batas untuk lebih membantu satu sama lain.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/