alexametrics
25.8 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Masih Menunggu Regulasi, Belajar Tatap Muka Belum Dibuka

GP.CO.ID,  GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo masih menunda kegiatan belajar mengajar tatap muka.Karena menunggu izin dan petunjuk tehnis bagi guru-guru.

“Memang sesuai rencana dibuka awal Januari. Namun kita tunda lagi karena mengacuh pada SK  Menteri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Deddy Kadullah saat dikonfirmasi kemarin.

Dedy menjelaskan Kota Gorontalo yang nyaris berstatus zona hijau, kini kembali menjadi zona merah penyebaran COVID-19.

“Karena penyebaran COVID-19 dalam dua minggu terakhir ini sudah semakin meningkat, jadi sudah masuk dalam zona merah. Sehingga Kota Gorontalo, kita pastikan belum membuka sekolah, dengan belajar secara tatap muka.”ujarnya.

Lagian kata Deddy, sejauh ini belum ada surat izin dari Pemerintah Kota Gorontalo maupun tim gugus tugas COVID-19. Sehingga pihaknya pun akan kembali mengkaji kesiapan sekolah dan pihaknya.

Sementara itu, untuk langkah deteksi dini terhadap penyebaran COVID-19 di kalangan guru, pihaknya masih menunggu regulasi.

“Jika mengamankan siswa agar terhindar dari penyebaran COVID-19, guru-guru harus di swab tes. karena itu yang belum kita laksanakan, ketika mendapat surat ijin dari pemerintah,” ungkap Deddy

Ia pun mengungkapkan, bahwa memang sejauh ini, orang tua siswa masih memaklumi jika anaknya belum masuk sekolah, dan harus memperpanjang belajar daring di rumah masing-masing.

Sebab, “Sebelum kita membuka sekolah, kita juga sudah jalankan kuesioner kepada orang tua sisawa untuk mengisi itu, dan hampir rata-rata orang tua siswa maklumi, kita juga sudah melakukan kesepakatan bahwa Kesehatan dan keselamatan siswa harus diutamakan,” tutup Deddy.

Soal kesiapan diakuinya seluruh sekolah sudah siap baik sarana maupun prasarana. “Intinya tinggal menunggu izin dan petunjuk untuk swab bagi guru,”bebernya.

Kesiapannya izin itu diantaranya  adanya ceklis daftar dapodik, setelah itu harus ada izin dari pemerintah kota, serta dinas pendidikan terkait.

“Juga, harus ada izin dari komite sekolah, dan yang paling terakhir adalah harus ada izin dari orang tua murid,”tandasnya. (zis)

GP.CO.ID,  GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo masih menunda kegiatan belajar mengajar tatap muka.Karena menunggu izin dan petunjuk tehnis bagi guru-guru.

“Memang sesuai rencana dibuka awal Januari. Namun kita tunda lagi karena mengacuh pada SK  Menteri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Deddy Kadullah saat dikonfirmasi kemarin.

Dedy menjelaskan Kota Gorontalo yang nyaris berstatus zona hijau, kini kembali menjadi zona merah penyebaran COVID-19.

“Karena penyebaran COVID-19 dalam dua minggu terakhir ini sudah semakin meningkat, jadi sudah masuk dalam zona merah. Sehingga Kota Gorontalo, kita pastikan belum membuka sekolah, dengan belajar secara tatap muka.”ujarnya.

Lagian kata Deddy, sejauh ini belum ada surat izin dari Pemerintah Kota Gorontalo maupun tim gugus tugas COVID-19. Sehingga pihaknya pun akan kembali mengkaji kesiapan sekolah dan pihaknya.

Sementara itu, untuk langkah deteksi dini terhadap penyebaran COVID-19 di kalangan guru, pihaknya masih menunggu regulasi.

“Jika mengamankan siswa agar terhindar dari penyebaran COVID-19, guru-guru harus di swab tes. karena itu yang belum kita laksanakan, ketika mendapat surat ijin dari pemerintah,” ungkap Deddy

Ia pun mengungkapkan, bahwa memang sejauh ini, orang tua siswa masih memaklumi jika anaknya belum masuk sekolah, dan harus memperpanjang belajar daring di rumah masing-masing.

Sebab, “Sebelum kita membuka sekolah, kita juga sudah jalankan kuesioner kepada orang tua sisawa untuk mengisi itu, dan hampir rata-rata orang tua siswa maklumi, kita juga sudah melakukan kesepakatan bahwa Kesehatan dan keselamatan siswa harus diutamakan,” tutup Deddy.

Soal kesiapan diakuinya seluruh sekolah sudah siap baik sarana maupun prasarana. “Intinya tinggal menunggu izin dan petunjuk untuk swab bagi guru,”bebernya.

Kesiapannya izin itu diantaranya  adanya ceklis daftar dapodik, setelah itu harus ada izin dari pemerintah kota, serta dinas pendidikan terkait.

“Juga, harus ada izin dari komite sekolah, dan yang paling terakhir adalah harus ada izin dari orang tua murid,”tandasnya. (zis)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/