alexametrics
30.8 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

Tim Gegana Brimob Sterilisasi Gereja di Gorontalo 

GP.CO.ID, GORONTALO – Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Gorontalo melakukan sterilisasi gereja-gereja yang ada di Kota Gorontalo, Selasa (22/12/2020).

Sterilisasi dilakukan dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Kegiatan sterilisasi ini dilakukan Sat Brimob Polda Gorontalo untuk melindungi masyarakat dari paparan virus corona. Utamanya umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah natal di gereja.

Dari informasi yang dihimpun, penyemprotan dilakukan oleh tim KBR Gegana bersama petugas PMI Provinsi Gorontalo. Penyemprotan dilakukan di dalam hingga di luar gedung gereja. Termasuk mimbar serta altar di dalam gereja juga turut dilakukan penyemprotan.

“Penyemprotan ini kami lakukan dalam rangka memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat terkait antisipasi penyebaran Covid-19. Khususnya umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal,” ungkap personel Brimob Gorontalo, Brigadir Noorhadi Abdullah.

Ia menjelaskan, penyemprotan bukan hanya dilakukan di gereja di Kota Gorontalo. Tetapi juga seluruh gereja di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Hari ini kami hanya menargetkan 8 Gereja saja, dan akan kami lanjutkan besok, sampai dengan hari raya Natal,” ungkap Brigadir Noorhadi. Ada 15 Gereja di kota Gorontalo Salah satu gereja yang telah dilakukan penyemprotan desinfektan adalah Gereja GPDI Alfa omega.

“Terimakasih Polri dan Brimob yang sudah mendahului kami melakukan penyemprotan,” ungkap Pdt Drs. Repi Lambert.

Lambert mengungkapkan, selama ini, setiap kali melakukan ibadah selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Sebelum masuk sudah mencuci tangan, tempat duduk yang kami sediakan juga berjarak 1 meter,” katanya.

Lambert menegaskan, kegiatan peribadatan sudah disepakati hanya akan dilakukan pada 25 Desember 2020. Untuk jemaat yang mengikuti ibadah hari raya Natal tidak dibatasi namun diberikan pemahaman.

“Kami memberikan penjelasan orang yang sudah tua dan anak-anak diharapkan tidak ikut ibadah,” ungkapnya. (zis)

 

 

 

GP.CO.ID, GORONTALO – Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Gorontalo melakukan sterilisasi gereja-gereja yang ada di Kota Gorontalo, Selasa (22/12/2020).

Sterilisasi dilakukan dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Kegiatan sterilisasi ini dilakukan Sat Brimob Polda Gorontalo untuk melindungi masyarakat dari paparan virus corona. Utamanya umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah natal di gereja.

Dari informasi yang dihimpun, penyemprotan dilakukan oleh tim KBR Gegana bersama petugas PMI Provinsi Gorontalo. Penyemprotan dilakukan di dalam hingga di luar gedung gereja. Termasuk mimbar serta altar di dalam gereja juga turut dilakukan penyemprotan.

“Penyemprotan ini kami lakukan dalam rangka memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat terkait antisipasi penyebaran Covid-19. Khususnya umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal,” ungkap personel Brimob Gorontalo, Brigadir Noorhadi Abdullah.

Ia menjelaskan, penyemprotan bukan hanya dilakukan di gereja di Kota Gorontalo. Tetapi juga seluruh gereja di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Hari ini kami hanya menargetkan 8 Gereja saja, dan akan kami lanjutkan besok, sampai dengan hari raya Natal,” ungkap Brigadir Noorhadi. Ada 15 Gereja di kota Gorontalo Salah satu gereja yang telah dilakukan penyemprotan desinfektan adalah Gereja GPDI Alfa omega.

“Terimakasih Polri dan Brimob yang sudah mendahului kami melakukan penyemprotan,” ungkap Pdt Drs. Repi Lambert.

Lambert mengungkapkan, selama ini, setiap kali melakukan ibadah selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Sebelum masuk sudah mencuci tangan, tempat duduk yang kami sediakan juga berjarak 1 meter,” katanya.

Lambert menegaskan, kegiatan peribadatan sudah disepakati hanya akan dilakukan pada 25 Desember 2020. Untuk jemaat yang mengikuti ibadah hari raya Natal tidak dibatasi namun diberikan pemahaman.

“Kami memberikan penjelasan orang yang sudah tua dan anak-anak diharapkan tidak ikut ibadah,” ungkapnya. (zis)

 

 

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/