alexametrics
31.3 C
Gorontalo
Friday, May 20, 2022

Bupati Syarif Pantau Langsung Belajar Tatap Muka

GORONTALOPOST.CO.ID, MARISA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pohuwato mulai membuka sekolah dan menerapkan pembelajaran tatap muka usai beberapa bulan ditutup akibat pandemi covid-19. Pertemuan pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan SMP dan SD ini, dilaksanakan dua hari dalam seminggu oleh peserta didik.

Hal ini disampaikan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga usai meninjau pembukaan sekolah di hari pertama, Senin (7/8/2020) di SMPN 1 dan SDN 1 Marisa.

Menurut Syarif, proses belajar mengajar di sekolah hanya akan berlangsung selama dua jam lamanya. Setelah itu, para peserta didik dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.“Hal-hal bersifat teknis sudah diatur. Dalam satu kelas jumlah maksimal peserta didik adalah 10-15 dan itu dibuat jarak,” papar Syarif.

Syarif mengungkapkan, langkah pembukaan kembali sekolah ini diharapkan membantu peserta didik yang telah lama menjalani masa belajar dari rumah.

“Mudah-mudahan ini akan sangat membantu terhadap siswa, proses belajar tetap mereka dapat dengan baik lewat dua pendekatan. Yaitu pertemuan di sekolah maupun pertemuan yang secara rutin dibuat di rumah melalui kontrol guru,” kata Syarif.

Lebih lanjut, Bupati Pohuwato dua periode itu menegaskan, keputusan pemda untuk membuka sekolah dan menerapkan pembelajaran tatap muka telah melalui kajian berjenjang diikuti kesiapan yang matang.“Insyaallah langkah ini bukan langkah spekulatif, melainkan langkah melalui kajian berjenjang dan mendalam,” katanya.

Pantauan di hari pertama pembukaan sekolah di Kabupaten Pohuwato nampak mematuhi protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, pengukuran suhu badan dan tempat duduk yang berjarak. Terlihat pula orang tua dari siswa SDN 1 Marisa mengantarkan anaknya ke sekolah dan memilih menunggu hingga proses pembelajaran di sekolah selesai. (TR-08)

 

GORONTALOPOST.CO.ID, MARISA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pohuwato mulai membuka sekolah dan menerapkan pembelajaran tatap muka usai beberapa bulan ditutup akibat pandemi covid-19. Pertemuan pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan SMP dan SD ini, dilaksanakan dua hari dalam seminggu oleh peserta didik.

Hal ini disampaikan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga usai meninjau pembukaan sekolah di hari pertama, Senin (7/8/2020) di SMPN 1 dan SDN 1 Marisa.

Menurut Syarif, proses belajar mengajar di sekolah hanya akan berlangsung selama dua jam lamanya. Setelah itu, para peserta didik dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.“Hal-hal bersifat teknis sudah diatur. Dalam satu kelas jumlah maksimal peserta didik adalah 10-15 dan itu dibuat jarak,” papar Syarif.

Syarif mengungkapkan, langkah pembukaan kembali sekolah ini diharapkan membantu peserta didik yang telah lama menjalani masa belajar dari rumah.

“Mudah-mudahan ini akan sangat membantu terhadap siswa, proses belajar tetap mereka dapat dengan baik lewat dua pendekatan. Yaitu pertemuan di sekolah maupun pertemuan yang secara rutin dibuat di rumah melalui kontrol guru,” kata Syarif.

Lebih lanjut, Bupati Pohuwato dua periode itu menegaskan, keputusan pemda untuk membuka sekolah dan menerapkan pembelajaran tatap muka telah melalui kajian berjenjang diikuti kesiapan yang matang.“Insyaallah langkah ini bukan langkah spekulatif, melainkan langkah melalui kajian berjenjang dan mendalam,” katanya.

Pantauan di hari pertama pembukaan sekolah di Kabupaten Pohuwato nampak mematuhi protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, pengukuran suhu badan dan tempat duduk yang berjarak. Terlihat pula orang tua dari siswa SDN 1 Marisa mengantarkan anaknya ke sekolah dan memilih menunggu hingga proses pembelajaran di sekolah selesai. (TR-08)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/