alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Pembukaan Sekolah Dievaluasi

Wabup : Sekolah Belum Siap Jangan Diberi Dispensasi

GORONTALOPOST.CO.ID, MARISA-Kaitan dengan pembukaan sekolah dimasa pandemi covid-19, Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras menegaskan kepada Korwil, Kepsek untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Bagi sekolah yang belum siap dengan ketentuan yang disampaikan ini jangan dulu diberi dispensasi membuka sekolah. Artinya, point demi point yang dipaparkan oleh Kadis Pendidikan sekiranya dijalankan dan dilaksanakan sesuai protapnya. Olehnya pengawasan atau evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kiranya betul-betul memastikan kesiapan sekolah yang akan dibuka pada masa pandemi ini.

Karena menurut Wabup Amin, bahwa anak-anak ini sangat sulit untuk kita tegaskan, keinginan berkerumun besar sekali. Olehnya waktu belajar antara 2 sampai 2,5 jam benar-benar berada di dalam kelas, sehingga diminta tidak ada waktu istirahat karena itu memberi peluang bagi anak-anak siswa berkumpul.

Selebihnya setelah waktu belajar selesai pada dua jam mata pelajaran maka mereka bisa pulang ke rumah masing-masing. Jangan sampai sekolah ini menjadi klaster baru lagi.

“Oleh karena itu taati panduan yang sudah ada ini, pengaturan jadwal, pengaturan giliran pembelajaran benar-benar menjadi perhatian. Pun demikian dengan hal lainnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan diterapkan sedemikian rupa,”ungkapnya.

Sementara itu Penjabat Sekda, Iskandar Datau menambahkan, pembukaan pembelajaran tatap muka ini akan kita evaluasi dan hasilnya seperti apa kedepannya. Ketika ada yang terpapar di sekolah itu maka di Perbup langsung diisolir, dan ketika ada wilayah atau satu desa yang sudah masuk zona merah maka tidak boleh ada aktivitas termasuk aktivitas sekolah selama 14 hari ke depan. (TR-08)

GORONTALOPOST.CO.ID, MARISA-Kaitan dengan pembukaan sekolah dimasa pandemi covid-19, Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras menegaskan kepada Korwil, Kepsek untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Bagi sekolah yang belum siap dengan ketentuan yang disampaikan ini jangan dulu diberi dispensasi membuka sekolah. Artinya, point demi point yang dipaparkan oleh Kadis Pendidikan sekiranya dijalankan dan dilaksanakan sesuai protapnya. Olehnya pengawasan atau evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kiranya betul-betul memastikan kesiapan sekolah yang akan dibuka pada masa pandemi ini.

Karena menurut Wabup Amin, bahwa anak-anak ini sangat sulit untuk kita tegaskan, keinginan berkerumun besar sekali. Olehnya waktu belajar antara 2 sampai 2,5 jam benar-benar berada di dalam kelas, sehingga diminta tidak ada waktu istirahat karena itu memberi peluang bagi anak-anak siswa berkumpul.

Selebihnya setelah waktu belajar selesai pada dua jam mata pelajaran maka mereka bisa pulang ke rumah masing-masing. Jangan sampai sekolah ini menjadi klaster baru lagi.

“Oleh karena itu taati panduan yang sudah ada ini, pengaturan jadwal, pengaturan giliran pembelajaran benar-benar menjadi perhatian. Pun demikian dengan hal lainnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan diterapkan sedemikian rupa,”ungkapnya.

Sementara itu Penjabat Sekda, Iskandar Datau menambahkan, pembukaan pembelajaran tatap muka ini akan kita evaluasi dan hasilnya seperti apa kedepannya. Ketika ada yang terpapar di sekolah itu maka di Perbup langsung diisolir, dan ketika ada wilayah atau satu desa yang sudah masuk zona merah maka tidak boleh ada aktivitas termasuk aktivitas sekolah selama 14 hari ke depan. (TR-08)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/