alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Diujung Tanduk, Marten Bersumpah Setia Bersama Golkar

GP.CO.ID, GORONTALO- Marten Taha bersumpah tidak akan pindah ke partai lain. Pernyataan ini disampaikannya saat berlangsung mediasi yang dipimpin Thomas Mopili di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Sabtu malam (22/11/2020).

“Demi Allah tidak mungkin saya pindah ke partai lain. saya tidak mau disebut penghianat hanya ambil manisnya pahitnya ditinggalkan,” ungkapnya memberikan alasan untuk tetap mencalonkan sebagai kandidat Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo.

Bahkan usai mediasi, Marten Taha yang juga Walikota Gorontalo sempat meminta waktu kepada pimpinan sidang naik di mimbar untuk menyampaikan sejumlah alasan mendasar tersebut.

“Saya masih 2024 menjadi walikota masih empat momen yang harus dilewati, Pilgub, Pilwako Pilpres dan Pileg. Maka saya tidak mau Golkar disaat saya tinggalkan jadi terpuruk. Lebih baik saya mati untuk Golkar dari pada jadi sampah di partai lain,” ungkapnya dengan mimik serius.

Dibagian lain Marten Taha yang dijuluki Akbar Tanjung Gorontalo mengungkapkan sejumlah upaya yang dilakukannya ke DPP agar bisa maju menjadi ketua Golkar Kota Gorontalo. “Sejumlah petinggi Golkar sudah kami temui mulai dari Aerlangga Hartato untuk mendapatkan dukungan di Musda. Tanyakan ke Ahmad Doli Ketua Komisi II jika tidak benar,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Marten memberikan klarifikasi soal Musda yang menurutnya bukan dead lock. “Kami bertiga calon fine-fine saja, jadi ini bukan dead lock tapi ada beberapa hal yang perlu diluruskan,”ungkapnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Golkar Bone Bolango Pedro Bau yang ikut nimbrung. “Kalau dead lock salah satu kubu keluar sidang. Tapi kenyataanya tidak ada yang protes hingga keluar sidang,” ujar meluruskan.(TR-01/mail)

GP.CO.ID, GORONTALO- Marten Taha bersumpah tidak akan pindah ke partai lain. Pernyataan ini disampaikannya saat berlangsung mediasi yang dipimpin Thomas Mopili di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Sabtu malam (22/11/2020).

“Demi Allah tidak mungkin saya pindah ke partai lain. saya tidak mau disebut penghianat hanya ambil manisnya pahitnya ditinggalkan,” ungkapnya memberikan alasan untuk tetap mencalonkan sebagai kandidat Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo.

Bahkan usai mediasi, Marten Taha yang juga Walikota Gorontalo sempat meminta waktu kepada pimpinan sidang naik di mimbar untuk menyampaikan sejumlah alasan mendasar tersebut.

“Saya masih 2024 menjadi walikota masih empat momen yang harus dilewati, Pilgub, Pilwako Pilpres dan Pileg. Maka saya tidak mau Golkar disaat saya tinggalkan jadi terpuruk. Lebih baik saya mati untuk Golkar dari pada jadi sampah di partai lain,” ungkapnya dengan mimik serius.

Dibagian lain Marten Taha yang dijuluki Akbar Tanjung Gorontalo mengungkapkan sejumlah upaya yang dilakukannya ke DPP agar bisa maju menjadi ketua Golkar Kota Gorontalo. “Sejumlah petinggi Golkar sudah kami temui mulai dari Aerlangga Hartato untuk mendapatkan dukungan di Musda. Tanyakan ke Ahmad Doli Ketua Komisi II jika tidak benar,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Marten memberikan klarifikasi soal Musda yang menurutnya bukan dead lock. “Kami bertiga calon fine-fine saja, jadi ini bukan dead lock tapi ada beberapa hal yang perlu diluruskan,”ungkapnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Golkar Bone Bolango Pedro Bau yang ikut nimbrung. “Kalau dead lock salah satu kubu keluar sidang. Tapi kenyataanya tidak ada yang protes hingga keluar sidang,” ujar meluruskan.(TR-01/mail)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/