alexametrics
28.3 C
Gorontalo
Sunday, May 22, 2022

Dispar Provinsi Berbenah Menuju Pariwisata Berkelas

GORONTALO, GP.CO.ID – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Refly Katili.Mengungkapkan sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo, sudah mendapatkan anggaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Peruntukkan anggaran ini kata dia, sudah tertuang dalam master plan dan detail engineering.

Sehingga itu program dan kegiatan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo di tahun 2021 terdistribusi pada aspek Destinasi, Promosi, dan Ekonomi Kreatif.

Dengan anggaran yang dimiliki baik dari APBD dan bersumber pada dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khusus destinasi difokuskan pada penataan sejumlah lokasi wisata.

“Alhamdulillah pada tahun ini kami dinas pariwisata mendapat kucuran dana PEN sebesar Rp 12 Miliar, ini tujuannya untuk penataan sejumlah destinasi dibeberapa lokasi seperti Lombongo, Olele, pantai Botubarani, pantai Botutonuo, juga Iluta,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, penataan destinasi yang difokuskan ke sejumlah lokasi agar output atau progres dari pelaksanaan program di tahun 2021 bisa kelihatan. Seperti mewujudkan program EduWisata pada obyek wisata Lombongo. EduWisata merupakan kegiatan wisata rekreatif yang memberikan informasi pengetahuan dasar ilmu kealamaan, sosial dan budaya serta pengembangan imaginasi dan kreatifitas.

“Juga Pantai Olele yang memiliki spot-spot divingnya luar biasa, yang tidak kalah dari Bunaken dan Raja Ampat. Ini kita dorong infrastrukturnya,” sambung Rifli.

Mantan Karo Humas ini mengatakan, bicara wisata tidak bisa dipisahkan dari promosi, sehingga dengan penataan yang baik akan sejalan dengan promosi yang dilakukan. “Bicara wisata, 80 persennya promosi, disini kami akan bekerjasama dengan penggiat media sosial dan merekrut teman-teman menjadi endorse. Untuk itu kita perlu tata destinasinya,” terangnya.

Rifli menuturkan, di aspek ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata juga akan memberikan ruang kepada pelaku seni, budayawan, kuliner.”Bagaimana kita berkolaborasi dengan mereka agar destinasi atau lokasi wisata bisa terus hidup,” tuturnya.

Ia menambahkan, kerjasama juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah misalnya bersama pemerintah Kota Gorontalo untuk mengembangkan wisata kota tua di tahun 2021.”Morfologi kota Gorontalo sangat lengkap, ada kampung arab, Kampung Cina, kampung Bugis, pelabuhan dalam kota. Ini akan jadi daya tarik, tinggal bagaimana kita merenovasinya tanpa membangun yang baru,” jelasnya.

Rifki mengungkapkan, saat ini desa-desa berlomba menata dan membangun destinasi diwilayahnya tanpa anggaran besar yang berasal dari dana desa.

Menurutnya, saat ini konsep pariwisata sudah bergeser, tanpa membangun gedung mewah sawah, danau, gunung menjadi destinasi. Misalnya, pantai germanium di kecamatan bulawa.”Masyarakat, pemuda, dan pemerintah setempat saat ini mulai semangat membangun desanya menjadi desa wisata, sehingga begitu terkenal mendatangkan banyak pengunjung terjadi Multiplier Effect,” pungkasnya.(zis)

 

 

GORONTALO, GP.CO.ID – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Refly Katili.Mengungkapkan sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo, sudah mendapatkan anggaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Peruntukkan anggaran ini kata dia, sudah tertuang dalam master plan dan detail engineering.

Sehingga itu program dan kegiatan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo di tahun 2021 terdistribusi pada aspek Destinasi, Promosi, dan Ekonomi Kreatif.

Dengan anggaran yang dimiliki baik dari APBD dan bersumber pada dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khusus destinasi difokuskan pada penataan sejumlah lokasi wisata.

“Alhamdulillah pada tahun ini kami dinas pariwisata mendapat kucuran dana PEN sebesar Rp 12 Miliar, ini tujuannya untuk penataan sejumlah destinasi dibeberapa lokasi seperti Lombongo, Olele, pantai Botubarani, pantai Botutonuo, juga Iluta,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, penataan destinasi yang difokuskan ke sejumlah lokasi agar output atau progres dari pelaksanaan program di tahun 2021 bisa kelihatan. Seperti mewujudkan program EduWisata pada obyek wisata Lombongo. EduWisata merupakan kegiatan wisata rekreatif yang memberikan informasi pengetahuan dasar ilmu kealamaan, sosial dan budaya serta pengembangan imaginasi dan kreatifitas.

“Juga Pantai Olele yang memiliki spot-spot divingnya luar biasa, yang tidak kalah dari Bunaken dan Raja Ampat. Ini kita dorong infrastrukturnya,” sambung Rifli.

Mantan Karo Humas ini mengatakan, bicara wisata tidak bisa dipisahkan dari promosi, sehingga dengan penataan yang baik akan sejalan dengan promosi yang dilakukan. “Bicara wisata, 80 persennya promosi, disini kami akan bekerjasama dengan penggiat media sosial dan merekrut teman-teman menjadi endorse. Untuk itu kita perlu tata destinasinya,” terangnya.

Rifli menuturkan, di aspek ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata juga akan memberikan ruang kepada pelaku seni, budayawan, kuliner.”Bagaimana kita berkolaborasi dengan mereka agar destinasi atau lokasi wisata bisa terus hidup,” tuturnya.

Ia menambahkan, kerjasama juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah misalnya bersama pemerintah Kota Gorontalo untuk mengembangkan wisata kota tua di tahun 2021.”Morfologi kota Gorontalo sangat lengkap, ada kampung arab, Kampung Cina, kampung Bugis, pelabuhan dalam kota. Ini akan jadi daya tarik, tinggal bagaimana kita merenovasinya tanpa membangun yang baru,” jelasnya.

Rifki mengungkapkan, saat ini desa-desa berlomba menata dan membangun destinasi diwilayahnya tanpa anggaran besar yang berasal dari dana desa.

Menurutnya, saat ini konsep pariwisata sudah bergeser, tanpa membangun gedung mewah sawah, danau, gunung menjadi destinasi. Misalnya, pantai germanium di kecamatan bulawa.”Masyarakat, pemuda, dan pemerintah setempat saat ini mulai semangat membangun desanya menjadi desa wisata, sehingga begitu terkenal mendatangkan banyak pengunjung terjadi Multiplier Effect,” pungkasnya.(zis)

 

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/