alexametrics
25.4 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Perairan Gorontalo

GP.CO.ID,  GORONTALO – Jelang akhir tahun, terjadi gelombang setinggi 2,5 meter bakal terjadi di perairan Gorontalo. Prediksi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo.

Koordinator Data dan Informasi Stamet Djalaluddin Gorontalo, Wahyu Guru Imantoko mengatakan, gelombang tinggi di perairan Gorontalo diprediksi akan terus terjadi di Bulan Desember 2020 dan Januari 2021.

“Jadi memang perairan Utara dan Selatan Gorontalo berpotensi gelombang tinggi yang mencapai lebih dari 2 meter,” ungkap Wahyu, Jumat (18/12/2020).

Menurut Wahyu, tingginya gelombang ini diakibatkan oleh angin kencang. Wahyu mengimbau agar kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Terutama oleh masyarakat yang kesehariannya beraktivitas di laut.

“Begitu juga wisatawan-wisatawan yang berwisata di pantai. Diharapkan tetap waspada,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadi insiden atau kecelakaan yang timbul akibat cuaca ekstrim termasuk gelombang laut yang tinggi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo telah menyediakan personel.

Personel Basarnas Gorontalo yang disiapkan akan terjun dalam penanganan siaga natal dan tahun baru (Nataru). Jumlahnya sebanyak 35 personil Rescuer dan 14 personil ABK yang ditempatkan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Pos SAR Marisa, Pos Sar Kwandang.

Personel akan berkonsentrasi pada transportasi mudik saat nataru, seperti Bandar udara Djalaludin Tantu, Pelabuhan penyebrangan Gorontalo dan Tempat wisata yang ada di Provinsi Gorontalo. (TR 03/gps)

GP.CO.ID,  GORONTALO – Jelang akhir tahun, terjadi gelombang setinggi 2,5 meter bakal terjadi di perairan Gorontalo. Prediksi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo.

Koordinator Data dan Informasi Stamet Djalaluddin Gorontalo, Wahyu Guru Imantoko mengatakan, gelombang tinggi di perairan Gorontalo diprediksi akan terus terjadi di Bulan Desember 2020 dan Januari 2021.

“Jadi memang perairan Utara dan Selatan Gorontalo berpotensi gelombang tinggi yang mencapai lebih dari 2 meter,” ungkap Wahyu, Jumat (18/12/2020).

Menurut Wahyu, tingginya gelombang ini diakibatkan oleh angin kencang. Wahyu mengimbau agar kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Terutama oleh masyarakat yang kesehariannya beraktivitas di laut.

“Begitu juga wisatawan-wisatawan yang berwisata di pantai. Diharapkan tetap waspada,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadi insiden atau kecelakaan yang timbul akibat cuaca ekstrim termasuk gelombang laut yang tinggi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo telah menyediakan personel.

Personel Basarnas Gorontalo yang disiapkan akan terjun dalam penanganan siaga natal dan tahun baru (Nataru). Jumlahnya sebanyak 35 personil Rescuer dan 14 personil ABK yang ditempatkan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Pos SAR Marisa, Pos Sar Kwandang.

Personel akan berkonsentrasi pada transportasi mudik saat nataru, seperti Bandar udara Djalaludin Tantu, Pelabuhan penyebrangan Gorontalo dan Tempat wisata yang ada di Provinsi Gorontalo. (TR 03/gps)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/