alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Monday, May 23, 2022

UNG Segera Buka Kuliah Tatap Muka, Ini Sistem yang Akan Dilakukan

GORONTALOPOST.CO.ID, KOTA GORONTALO- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan segera memberlakukan kuliah tatap muka.  Rektor UNG  Dr. Eduart Wolok ST., MT, menjelaskan perkuliahan tatap muka bagi mahasiswa angkatan tahun 2020, akan dimulai untuk pertemuan ke 13, 14, 15, dan 16.

Kuliah tatap muka pada pertemuan ke 13 ini, akan berbeda-beda waktu pelaksanaannya di setiap Jurusan dan Prodi.“Ruang kelas perkuliahan hanya dapat diisi 50 persen dari kapasitas sesungguhnya. Perkuliahan luring ini menggunakan sistem shift atau bergantian,”jelasnya.

Misalnya mahasiswa dengan nomor urut ganjil sesuai urutan daftar peserta kuliah secara luring dan mahasiswa dengan nomor genap perkuliahannya secara daring.

Lebih menurut Eduart Wolok.Fakultas atau jurusan, bisa mengembangkan model lain pembelajaran tatap muka dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan dan menjaga mutu pembelajaran.

“Setiap ruang kelas yang jadi tempat pembelajaran tatap muka, harus menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan, hand sanitizer dan pengukur suhu,”ungkap Rektor.

Kemudian katanya dosen dan mahasiswa wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, melakukan pengecekan suhu. Serta menghindari kerumunan di dalam dan di luar kelas. “Dosen atau mahasiswa yang sedang dalam kondisi kurang sehat, tidak boleh melaksanakan kegiatan pembelajaran di kampus,” tandasnya. (zis/isw)

GORONTALOPOST.CO.ID, KOTA GORONTALO- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan segera memberlakukan kuliah tatap muka.  Rektor UNG  Dr. Eduart Wolok ST., MT, menjelaskan perkuliahan tatap muka bagi mahasiswa angkatan tahun 2020, akan dimulai untuk pertemuan ke 13, 14, 15, dan 16.

Kuliah tatap muka pada pertemuan ke 13 ini, akan berbeda-beda waktu pelaksanaannya di setiap Jurusan dan Prodi.“Ruang kelas perkuliahan hanya dapat diisi 50 persen dari kapasitas sesungguhnya. Perkuliahan luring ini menggunakan sistem shift atau bergantian,”jelasnya.

Misalnya mahasiswa dengan nomor urut ganjil sesuai urutan daftar peserta kuliah secara luring dan mahasiswa dengan nomor genap perkuliahannya secara daring.

Lebih menurut Eduart Wolok.Fakultas atau jurusan, bisa mengembangkan model lain pembelajaran tatap muka dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan dan menjaga mutu pembelajaran.

“Setiap ruang kelas yang jadi tempat pembelajaran tatap muka, harus menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan, hand sanitizer dan pengukur suhu,”ungkap Rektor.

Kemudian katanya dosen dan mahasiswa wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, melakukan pengecekan suhu. Serta menghindari kerumunan di dalam dan di luar kelas. “Dosen atau mahasiswa yang sedang dalam kondisi kurang sehat, tidak boleh melaksanakan kegiatan pembelajaran di kampus,” tandasnya. (zis/isw)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/