alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Sekprov Minta Dispar Ubah Paradigma Pariwisata

GORONTALOPOST.CO.ID – Sekprov Gorontalo Darda Daraba meminta Dinas Pariwisata (Dispar) mengubah paradigma pariwisata di era pandemi covid-19. Menurutnya, pengelolaan pariwisata saat ini harus sejalan dengan kesehatan dan keselamatan warga.

Di satu sisi, pariwisata membutuhkan kehadiran orang sebanyak-banyaknya, termasuk layanan hotel dan restoran. Di sisi lain, tempat-tempat tersebut menjadi titik berkumpul yang paling potensial terjadinya penularan covid-19.

“Paradigma pariwisata saat ini menurut saya sudah berubah 360 derajat. Kenapa berubah? hal ini disebabkan oleh pandemi covid-19. Padahal, pemasukan terbesar visa negera adalah pariwisata dan industrinya. Prokes merupakan tantangan untuk pariwisata saat ini,” jelas Darda saat menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi pariwisata dalam rangka sinkronisasi program kegiatan tahun 2021 bertempat di White Castle, Kabupaten Gorontalo (Jumat, 29/01/2021).

Pada kondisi seperti ini, lanjut kata Daraba, sosialisasi layanan pariwisata harus berbarengan dengan sosialisasi penegakan protokol kesehatan.

Harapannya muncul pemahaman bersama bahwa geliat pariwisata harus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan kesehatan masyarakat.

“Jadi tolong ini disosialisasikan secara baik – baik kepada masyarakat biar bisa betul saling memahami apa yang dilaksanakan oleh pemerintah dan dukungan seperti apa yang harus diberikan masyarakat,” ucap Darda.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kadis Pariwisata Rifli M. Katili, kepala Bapppeda Budiyanto Sidiki, Kadis Perhubungan Jamal Nganro serta unsur Dispar kabupaten/kota. Hadir juga organisasi penggerak pariwisata seperti PHRI, HPI dan ASITA. (zis)

GORONTALOPOST.CO.ID – Sekprov Gorontalo Darda Daraba meminta Dinas Pariwisata (Dispar) mengubah paradigma pariwisata di era pandemi covid-19. Menurutnya, pengelolaan pariwisata saat ini harus sejalan dengan kesehatan dan keselamatan warga.

Di satu sisi, pariwisata membutuhkan kehadiran orang sebanyak-banyaknya, termasuk layanan hotel dan restoran. Di sisi lain, tempat-tempat tersebut menjadi titik berkumpul yang paling potensial terjadinya penularan covid-19.

“Paradigma pariwisata saat ini menurut saya sudah berubah 360 derajat. Kenapa berubah? hal ini disebabkan oleh pandemi covid-19. Padahal, pemasukan terbesar visa negera adalah pariwisata dan industrinya. Prokes merupakan tantangan untuk pariwisata saat ini,” jelas Darda saat menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi pariwisata dalam rangka sinkronisasi program kegiatan tahun 2021 bertempat di White Castle, Kabupaten Gorontalo (Jumat, 29/01/2021).

Pada kondisi seperti ini, lanjut kata Daraba, sosialisasi layanan pariwisata harus berbarengan dengan sosialisasi penegakan protokol kesehatan.

Harapannya muncul pemahaman bersama bahwa geliat pariwisata harus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan kesehatan masyarakat.

“Jadi tolong ini disosialisasikan secara baik – baik kepada masyarakat biar bisa betul saling memahami apa yang dilaksanakan oleh pemerintah dan dukungan seperti apa yang harus diberikan masyarakat,” ucap Darda.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kadis Pariwisata Rifli M. Katili, kepala Bapppeda Budiyanto Sidiki, Kadis Perhubungan Jamal Nganro serta unsur Dispar kabupaten/kota. Hadir juga organisasi penggerak pariwisata seperti PHRI, HPI dan ASITA. (zis)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/