alexametrics
24.4 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

Mendagri Kantongi Nama Calon Penjabat Bupati Sangihe dan Bolmong

GORONTALOPOST.ID- Pengisian penjabat bupati untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tak lama lagi akan dilakukan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi beberapa nama calon penjabat (Pj) Kepala Daerah yang akan mengisi kekosongan jabatan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Seluruhnya, terdapat 101 kepala daerah yang masa jabatannya akan berakhir pada 2022.

“Memang ada lima gubernur yang akan berakhir masa jabatannya, kalau seluruhnya Gubernur, Bupati, Wali Kota tahun ini seluruhnya 101, tapi yang bulan Mei ini 48 ya untuk kabupaten/kota dan 5 gubernur,” kata Mendagri Tito Karnavian melalui Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, Senin (25/4).

Namun demikian, Suhajar belum bisa menjelaskan secara rinci terkait nama-nama penjabat kepala daerah yang akan mengisi kekosongan jabatan hingga Pilkada 2024. “Sudah, nanti lah namanya, artinya sudah ada gubernur yang belum mengusulkan, sudah banyak gubernur yang mengusulkan,” ucap Suhajar.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Akmal Malik menyampaikan, Kemendagri tidak menutup usulan bagi kepala daerah terkait kriteria penjabat kepala daerah. “Tugas kita kan menerima aspirasi, tentunya kami juga akan menunggu usulan dari gubernur, karena memang mekanismenya seperti itu,” ujar Akmal.

Meski demikian, Akmal memastikan keputusan penjabat kepala daerah ada di tangan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ketika masyarakat ada aspirasi ya kita tidak bisa abaikan, artinya kita tampung dan kita akan sampaikan karena domainnya ada di pak menteri sebagai masukan saja,” pungkas Akmal.

Sebelumnya, Pemprov Sulut diketahui sudah menyiapkan 6 pejabat yang akan dipilih untuk nantinya diusulkan untuk menjadi Penjabat Bupati di Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, Pemprov Sulut saat ini telah menerima surat pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dua kabupaten yang tak lama lagi, bupatinya akan mengakhiri masa tugasnya. Kandouw juga mengatakan bahwa, Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey sudah akan menyiapkan usulan.

“Jadi memang sudah ada surat pemberitahuan dari Kemendagri terkait dua daerah ini. Dan dalam surat tersebut ditekankan bahwa, gubernur harus segera menyiapkan usulan, para calon-calon pejabat yang akan menjadi penjabat bupati di Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Meskipun demikian, setelah kita kaji lebih mendalam, pengusulan ini harus didahului dengan rapat Paripurna di kabupaten tersebut, tentang pemberitahuan pemberhentian. Nah kemarin Kabupaten Bolmong sudah dilakukan Paripurna, dan Kabupaten Sangihe nanti dilakukan pada 18 April,” tuturnya.

Sering dengan datangnya surat dari Kemendagri, menurut Wagub Kandouw, bahwa Pemprov telah bergerak cepat mengidentifikasi pejabat-pejabat yang pantas dari segi kepangkatan dan kemampuan untuk diusulkan ke Kemendagri.

“Usulan ini akan secara resmi kita kirim setelah tanggal 18. Atau setelah Paripurna pemberitahuan pemberhentian di Kabupaten Kepulauan Sangihe dilakukan. Rancangannya kalau di Bolaang Mongondow Raya (BMR) ada Limi Mokodompit, Abdullah Mokoginta dan Lukmanul Lapadengan,” beber Mantan Ketua DPRD Sulut tersebut.

Setelah itu untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe menurut Wagub Kandouw, ada Rinny Tamuntuan, Janny Lukas serta Weldie Poli.

“Enam nama ini baik di Kabupaten Bolmong maupun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih bersifat sementara. Kan belum dikirim. Jadi sifatnya masih sementara. Nanti kalian lihat lagi kalau ada perubahan nantinya. Karena sesuai aturan, kita harus menunggu dulu Paripurna di Kabupaten Sangihe selesai. Jika sudah selesai, maka nama-nama itu akan kita usulkan ke Kemendagri untuk nantinya mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat. Semua ada di tangan pusat. Kita di daerah hanya bersifat usulan saja,” ungkapnya.(jpc/ewa/tan)

GORONTALOPOST.ID- Pengisian penjabat bupati untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tak lama lagi akan dilakukan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi beberapa nama calon penjabat (Pj) Kepala Daerah yang akan mengisi kekosongan jabatan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Seluruhnya, terdapat 101 kepala daerah yang masa jabatannya akan berakhir pada 2022.

“Memang ada lima gubernur yang akan berakhir masa jabatannya, kalau seluruhnya Gubernur, Bupati, Wali Kota tahun ini seluruhnya 101, tapi yang bulan Mei ini 48 ya untuk kabupaten/kota dan 5 gubernur,” kata Mendagri Tito Karnavian melalui Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, Senin (25/4).

Namun demikian, Suhajar belum bisa menjelaskan secara rinci terkait nama-nama penjabat kepala daerah yang akan mengisi kekosongan jabatan hingga Pilkada 2024. “Sudah, nanti lah namanya, artinya sudah ada gubernur yang belum mengusulkan, sudah banyak gubernur yang mengusulkan,” ucap Suhajar.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Akmal Malik menyampaikan, Kemendagri tidak menutup usulan bagi kepala daerah terkait kriteria penjabat kepala daerah. “Tugas kita kan menerima aspirasi, tentunya kami juga akan menunggu usulan dari gubernur, karena memang mekanismenya seperti itu,” ujar Akmal.

Meski demikian, Akmal memastikan keputusan penjabat kepala daerah ada di tangan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ketika masyarakat ada aspirasi ya kita tidak bisa abaikan, artinya kita tampung dan kita akan sampaikan karena domainnya ada di pak menteri sebagai masukan saja,” pungkas Akmal.

Sebelumnya, Pemprov Sulut diketahui sudah menyiapkan 6 pejabat yang akan dipilih untuk nantinya diusulkan untuk menjadi Penjabat Bupati di Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, Pemprov Sulut saat ini telah menerima surat pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dua kabupaten yang tak lama lagi, bupatinya akan mengakhiri masa tugasnya. Kandouw juga mengatakan bahwa, Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey sudah akan menyiapkan usulan.

“Jadi memang sudah ada surat pemberitahuan dari Kemendagri terkait dua daerah ini. Dan dalam surat tersebut ditekankan bahwa, gubernur harus segera menyiapkan usulan, para calon-calon pejabat yang akan menjadi penjabat bupati di Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Meskipun demikian, setelah kita kaji lebih mendalam, pengusulan ini harus didahului dengan rapat Paripurna di kabupaten tersebut, tentang pemberitahuan pemberhentian. Nah kemarin Kabupaten Bolmong sudah dilakukan Paripurna, dan Kabupaten Sangihe nanti dilakukan pada 18 April,” tuturnya.

Sering dengan datangnya surat dari Kemendagri, menurut Wagub Kandouw, bahwa Pemprov telah bergerak cepat mengidentifikasi pejabat-pejabat yang pantas dari segi kepangkatan dan kemampuan untuk diusulkan ke Kemendagri.

“Usulan ini akan secara resmi kita kirim setelah tanggal 18. Atau setelah Paripurna pemberitahuan pemberhentian di Kabupaten Kepulauan Sangihe dilakukan. Rancangannya kalau di Bolaang Mongondow Raya (BMR) ada Limi Mokodompit, Abdullah Mokoginta dan Lukmanul Lapadengan,” beber Mantan Ketua DPRD Sulut tersebut.

Setelah itu untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe menurut Wagub Kandouw, ada Rinny Tamuntuan, Janny Lukas serta Weldie Poli.

“Enam nama ini baik di Kabupaten Bolmong maupun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih bersifat sementara. Kan belum dikirim. Jadi sifatnya masih sementara. Nanti kalian lihat lagi kalau ada perubahan nantinya. Karena sesuai aturan, kita harus menunggu dulu Paripurna di Kabupaten Sangihe selesai. Jika sudah selesai, maka nama-nama itu akan kita usulkan ke Kemendagri untuk nantinya mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat. Semua ada di tangan pusat. Kita di daerah hanya bersifat usulan saja,” ungkapnya.(jpc/ewa/tan)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/