alexametrics
23.7 C
Gorontalo
Friday, August 19, 2022

Terancam Ditutup, Holywings Manado Terkesan Cuek

GORONTALOPOST.ID— Cafe and Bar Holywings Manado berpeluang ikut ditutup. Ini menyusul penutupan yang lebih dulu dilakukan di DKI Jakarta buntut promo minuman beralkohol untuk pemilik nama Muhammad dan Maria.

Rentetan protes yang juga dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sulut makin menguatkan potensi tersebut. Diketahui, akhir pekan lalu, Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi outlet yang terletak di kawasan Megamas Manado tersebut.

Menanggapi penutupan sejumlah outlet di Jakarta, Manajer Holywings Manado Wellyam Saputra mengaku belum berencana mengambil tindakan apapun. Karena hal itu menjadi ranah manajemen di Jakarta. “Kalau soal itu, kami belum tahu. Kami hanya menjalankan operasional di Manado,” ungkapnya semalam.

Lanjut dia, tuntutan permintaan maaf melalui spanduk di depan outlet Holywings Manado sudah dipenuhi. Tetapi soal rencana apa yang akan dilakukan ke depan, dia belum bisa banyak berkomentar. Termasuk untuk berkonsultasi dengan pemerintah di Sulut. “Itu sedang berproses di pusat. Kami di Manado belum mendapatkan instruksi apapun,” ujarnya.

Promo tersebut kata dia, sejak awal memang tidak diberlakukan di Manado. Namun pihaknya tetap menyampaikan permintaan maaf karena membawa branding Holywings. “Kami juga dari pusat telah menyampaikan permohonan maaf resmi. Ini bentuk pertanggungjawaban kami secara terpusat,” bebernya.

Diketahui, berdasarkan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta. Pencabutan izin tersebut merupakan rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI. Ke-12 outlet yang dicabut: Holywings Tanjung Duren Utara, Holywings Kalideres, Holywings Kelapa Gading Barat,  Holywings Pantai Indah Kapuk (PIK), Holywings Reserve Senayan, Holywings Epicentrum, Holywings Mega Kuningan, dan Holywings Gunawarman.

Selain itu, ada juga outlet Holywings Group lainnya Tiger, Dragon, Garison, dan Vandetta Gatot Subroto (Gatsu) yang izin usahanya dicabut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, bahwa sejumlah outlet Holywings di Jakarta belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi.  Adapun, sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimiliki oleh operasional usaha bar. Baca Juga : Holywings Diminta Ditutup, Hotman Paris Sebut Dua Ribu Lebih Karyawannya Muslim Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan, bahwa Holywings Group ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group. Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.  Sementara itu, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, Holywings melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301.

Sebelumnya, Sabtu (25/6), ratusan orang personel Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi cafe yang terletak di kawasan Megamas itu. Mereka meminta manajemen Holywings menyampaikan permintaan maaf serta pertanggungjawaban secara terbuka.

Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw memimpin ratusan orang anggotanya dalam aksi yang dimulai sekira 20.30 Wita tersebut. “Memang sudah ada permohonan maaf melalui statment media sosial dan rilis kepada media, tetapi itu belum cukup. Manajemen Holywings harus menunjukkan keseriusannya meminta maaf dengan statement resmi kepada awak media secara langsung agar disaksikan publik,” tuntut Pantouw, semalam.

Menurutnya, kreativitas manajemen Holywings sudah meluber. Pasalnya, pengunaan dua nama sakral dalam dua penganut agama terbesar di indonesia merupakan kesalahan fatal. Harus ada efek jera. Agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini merupakan warning kepada pihak Holywings. Apabila tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi bergelombang yang tentu akan merugikan Holywings sendiri,” ujarnya.

Diungkapkan, aksi dilakukan secara damai. Itu kenapa jumlah peserta terbatas. Padahal seharusnya ada sejumah ormas lain yang ingin ikut. Kata dia, pihaknya mendukung investasi maupun bisnis yang ikut mendongkrak ekonomi masyarakat. Tetapi harus dilakukan secara santun. “Tadi banyak yang menuntut agar Holywings Manado ditutup. Tetapi kami tidak sampai disitu. Silahkan tetap beroperasi tetapi tolong taati kaidah hukum dan sosial kemasyarakatan. Menjalankan bisnis tempat hiburan seperti ini dengan membawa sentimen yang berhubungan dengan keagamaan sungguh tindakan tidak terpuji,” kecamnya.

Sebelumnya bahkan saat melakukan aksi, Pantouw menyebut LMI juga akan menemui Wali Kota Manado untuk mendesak evaluasi izin Holywings di Manado. Permintaan maaf yang dilakukan oleh Holywings di secarik kertas seperti tidak serius.  “Harus minta maaf. Soal hukum ini berjalan, minimal masyarakat tahu bahwa mereka ini tahu itu salah dan minta maaf. Kalau hal ini tidak dilakukan, ini akan jadi bola salju. Ini pun kalau tidak disikapi saya datang di sini, saya akan galang jadi gelombang lebih besar lagi,” tuturnya. (jen)

Izin 12 Outlet Holywings dan Grup yang Dicabut:
1. Holywings Tanjung Duren Utara
2. Holywings Kalideres
3. Holywings Kelapa Gading Barat
4. Holywings Pantai Indah Kapuk
5. Holywings Reserve Senayan
6. Holywings Epicentrum
7. Holywings Mega Kuningan
8. Holywings Gunawarma
10. Tiger
11. Dragon
12. Garison
13. Vandetta Gatot Subroto

GORONTALOPOST.ID— Cafe and Bar Holywings Manado berpeluang ikut ditutup. Ini menyusul penutupan yang lebih dulu dilakukan di DKI Jakarta buntut promo minuman beralkohol untuk pemilik nama Muhammad dan Maria.

Rentetan protes yang juga dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sulut makin menguatkan potensi tersebut. Diketahui, akhir pekan lalu, Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi outlet yang terletak di kawasan Megamas Manado tersebut.

Menanggapi penutupan sejumlah outlet di Jakarta, Manajer Holywings Manado Wellyam Saputra mengaku belum berencana mengambil tindakan apapun. Karena hal itu menjadi ranah manajemen di Jakarta. “Kalau soal itu, kami belum tahu. Kami hanya menjalankan operasional di Manado,” ungkapnya semalam.

Lanjut dia, tuntutan permintaan maaf melalui spanduk di depan outlet Holywings Manado sudah dipenuhi. Tetapi soal rencana apa yang akan dilakukan ke depan, dia belum bisa banyak berkomentar. Termasuk untuk berkonsultasi dengan pemerintah di Sulut. “Itu sedang berproses di pusat. Kami di Manado belum mendapatkan instruksi apapun,” ujarnya.

Promo tersebut kata dia, sejak awal memang tidak diberlakukan di Manado. Namun pihaknya tetap menyampaikan permintaan maaf karena membawa branding Holywings. “Kami juga dari pusat telah menyampaikan permohonan maaf resmi. Ini bentuk pertanggungjawaban kami secara terpusat,” bebernya.

Diketahui, berdasarkan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta. Pencabutan izin tersebut merupakan rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI. Ke-12 outlet yang dicabut: Holywings Tanjung Duren Utara, Holywings Kalideres, Holywings Kelapa Gading Barat,  Holywings Pantai Indah Kapuk (PIK), Holywings Reserve Senayan, Holywings Epicentrum, Holywings Mega Kuningan, dan Holywings Gunawarman.

Selain itu, ada juga outlet Holywings Group lainnya Tiger, Dragon, Garison, dan Vandetta Gatot Subroto (Gatsu) yang izin usahanya dicabut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, bahwa sejumlah outlet Holywings di Jakarta belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi.  Adapun, sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimiliki oleh operasional usaha bar. Baca Juga : Holywings Diminta Ditutup, Hotman Paris Sebut Dua Ribu Lebih Karyawannya Muslim Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan, bahwa Holywings Group ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group. Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.  Sementara itu, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, Holywings melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301.

Sebelumnya, Sabtu (25/6), ratusan orang personel Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi cafe yang terletak di kawasan Megamas itu. Mereka meminta manajemen Holywings menyampaikan permintaan maaf serta pertanggungjawaban secara terbuka.

Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw memimpin ratusan orang anggotanya dalam aksi yang dimulai sekira 20.30 Wita tersebut. “Memang sudah ada permohonan maaf melalui statment media sosial dan rilis kepada media, tetapi itu belum cukup. Manajemen Holywings harus menunjukkan keseriusannya meminta maaf dengan statement resmi kepada awak media secara langsung agar disaksikan publik,” tuntut Pantouw, semalam.

Menurutnya, kreativitas manajemen Holywings sudah meluber. Pasalnya, pengunaan dua nama sakral dalam dua penganut agama terbesar di indonesia merupakan kesalahan fatal. Harus ada efek jera. Agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini merupakan warning kepada pihak Holywings. Apabila tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi bergelombang yang tentu akan merugikan Holywings sendiri,” ujarnya.

Diungkapkan, aksi dilakukan secara damai. Itu kenapa jumlah peserta terbatas. Padahal seharusnya ada sejumah ormas lain yang ingin ikut. Kata dia, pihaknya mendukung investasi maupun bisnis yang ikut mendongkrak ekonomi masyarakat. Tetapi harus dilakukan secara santun. “Tadi banyak yang menuntut agar Holywings Manado ditutup. Tetapi kami tidak sampai disitu. Silahkan tetap beroperasi tetapi tolong taati kaidah hukum dan sosial kemasyarakatan. Menjalankan bisnis tempat hiburan seperti ini dengan membawa sentimen yang berhubungan dengan keagamaan sungguh tindakan tidak terpuji,” kecamnya.

Sebelumnya bahkan saat melakukan aksi, Pantouw menyebut LMI juga akan menemui Wali Kota Manado untuk mendesak evaluasi izin Holywings di Manado. Permintaan maaf yang dilakukan oleh Holywings di secarik kertas seperti tidak serius.  “Harus minta maaf. Soal hukum ini berjalan, minimal masyarakat tahu bahwa mereka ini tahu itu salah dan minta maaf. Kalau hal ini tidak dilakukan, ini akan jadi bola salju. Ini pun kalau tidak disikapi saya datang di sini, saya akan galang jadi gelombang lebih besar lagi,” tuturnya. (jen)

Izin 12 Outlet Holywings dan Grup yang Dicabut:
1. Holywings Tanjung Duren Utara
2. Holywings Kalideres
3. Holywings Kelapa Gading Barat
4. Holywings Pantai Indah Kapuk
5. Holywings Reserve Senayan
6. Holywings Epicentrum
7. Holywings Mega Kuningan
8. Holywings Gunawarma
10. Tiger
11. Dragon
12. Garison
13. Vandetta Gatot Subroto

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/