Relawan Literasi dari Pesisir Bone Bolango Gorontalo : Refleksi Perjalanan Relima 2025

MENJADI relawan literasi “Relima 2025” bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, melainkan sebuah perjalanan menemukan kembali makna membaca di tengah digitalisasi yang pesat.
Bagi saya, setahun belakangan adalah tentang menyalakan lentera kecil di sudut-sudut desa pesisir pantai yang mungkin selama ini terlupakan oleh akses informasi.
Langkah Nyata: Program Literasi 2025
Tahun ini, fokus kami adalah menjemput bola. Kami tidak menunggu orang datang ke perpustakaan, tapi membawa buku perpustakaan ke mereka. Beberapa program unggulan yang telah saya laksanakan meliputi:
Pesisir Pojok Smart Edu : Membawa koleksi buku tematik ke desa pesisir pantai, setiap seminggu sekali dan mengedukasi bagi remaja, pemuda dan masyarakat pesisir pantai mengenai cara membedakan disinformasi atau (hoax) di media sosial.
Pesisir Bercerita: Sesi membaca nyaring untuk anak-anak di kawasan pesisir pantai Bone Bolango guna menumbuhkan minat baca sejak dini.
Peran dan Kontribusi
Sebagai Relima, peran saya adalah sebagai fasilitator dan katalisator. Saya berkontribusi dalam mengelola Perpustakaan Desa yang sebelumnya pasif, melakukan pengelompokan buku,
dan memperbaiki sarana prasarana yang ada. Lebih dari itu, saya menjadi jembatan antara komunitas TBM (Taman Bacaan Masyarakat) setempat dengan sumber daya literasi.
Saya aktif mendampingi pengelola TBM untuk mengurus Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar mendapat pengakuan nasional.



