Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Banjir dan Bibit Langka Jadi Keluhan Utama, Mikson Yapanto Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Popayato

Azis Manansang • Senin, 27 Oktober 2025 | 10:48 WIB

 

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto reses yang digelar Desa Dudewulo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.(F:Ferdy)
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto reses yang digelar Desa Dudewulo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.(F:Ferdy)

Gorontalopost, POPAYATO — Suara masyarakat Desa Dudewulo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, kembali menggema.

Lewat kegiatan reses yang digelar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga: Serap Aspirasi Petani dan Tangani Banjir, Yeyen Sidiki Janji Kawal Keluhan Warga Bone Bolango ke Pemerintah Provinsi

Dari persoalan banjir hingga sulitnya akses bantuan bibit, semua aspirasi disampaikan dengan penuh harapan agar pemerintah benar-benar turun tangan.

Warga mengeluhkan kondisi sungai di wilayah mereka yang kini kian dangkal dan tak lagi mampu menahan debit air saat hujan deras.

Akibatnya, kebun jagung dan kelapa yang menjadi sumber penghidupan utama kerap terendam banjir.

Seorang petani, Salim Akbar, menuturkan bahwa bencana kecil ini telah menelan banyak hasil kerja mereka.


“Sudah beberapa kali gagal panen. Air sungai meluap, lahan kami tenggelam. Kami hanya ingin sungai ini segera dinormalisasi,” ujarnya dengan nada berharap.

Selain masalah banjir, petani juga menyoroti kurangnya pemerataan bantuan bibit perkebunan.

Salim menambahkan, dukungan bibit yang merata dapat menjadi kunci membangkitkan produktivitas pertanian.

“Kalau bibit dibagikan adil, kami bisa tanam lebih banyak, hasil lebih baik, ekonomi warga pasti naik,” katanya.

Dari sisi ekonomi lokal, keluhan datang dari pelaku usaha kecil seperti Salma Ibrahim, pemilik usaha makanan rumahan.

Baca Juga: Jaksa Agung Lantik Jacob Hendrik Pimpin Kejati Sulut, Misi Baru Tegakan Hukum Berintegritas

Ia mengaku terkendala modal dan peralatan sehingga
sulit memperluas usaha meski peluang pasar terbuka luas.

“Kami butuh dukungan agar bisa tumbuh dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujarnya.

Menanggapi seluruh aspirasi, Mikson Yapanto memastikan akan membawa hasil reses ini ke tingkat pembahasan kebijakan.

Ia menegaskan bahwa persoalan normalisasi sungai dan penguatan ekonomi masyarakat desa menjadi prioritas perjuangannya.

“Kami akan dorong koordinasi dengan pihak terkait,  termasuk BWSS II, agar penanganan sungai segera direalisasikan. Aspirasi warga ini nyata dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Reses bukan formalitas, tapi komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan,” tegas Mikson.(Mg-02).

 

 

Editor : Azis Manansang
#popayato #DPRD Gorontalo #BANJIR GORONTALO #POHUWATO #ResesDPRD