23.9 C
Gorontalo
Monday, November 28, 2022

Dukung Liga 1 Dihentikan Dulu, Presiden MU: Siap Dukung, Mari Menghukum Diri

GORONTALOPOST.ID–Keputusan Liga 1 ditunda sementara mendapat dukungan dari klub-klub peserta. General Manager PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto mengatakan, liga memang seharusnya dihentikan dulu.

”Seyogianya diberhentikan karena insiden di Malang sangat luar biasa dan kami (klub) perlu saling memahami dan introspeksi semua. Biasanya satu atau dua korban saja sudah sangat memilukan, apalagi ini sangat banyak. Kami selaku klub sangat tidak ingin ada kejadian seperti itu lagi,” ucapnya.

Sekretaris Persebaya Surabaya Ram Surahman mengatakan, Persebaya berduka atas peristiwa tersebut. Menurut dia, itu bukan lagi soal rivalitas.

”Tapi, ini soal kemanusiaan. Karena kemanusiaan di atas segalanya,” tegasnya. ”Kami setuju dengan perintah Pak Jokowi. Karena ini sudah menjadi tragedi nasional,” lanjutnya.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Andywardhananah berharap apa yang terjadi di Kanjuruhan tidak terulang di mana pun.

”Mengenai pemberhentian sementara kompetisi, kami rasa ini adalah yang terbaik untuk saat ini. Jadi, kita semua punya kesempatan untuk mengevaluasi,” paparnya.

Presiden Madura United (MU) Achsanul Qosasi menegaskan, liga memang harus dihentikan. Sampai ada statemen resmi dari FIFA.

”Hentikan dulu. Mari menghukum diri. Dan kalau liga ini dihentikan, Madura siap mendukung,” ujarnya.

Pelatih Bali United Stefano ”Teco” Cugurra mengatakan, saat ini situasi sepak bola sangat buruk di mata dunia.

”Di Piala Presiden sudah meninggal dua suporter dari Persib. Belum ketemu solusi supaya tidak terjadi lagi,” kata Teco.

“Harapan saya untuk semua agar suporter lebih dewasa. Datang ke stadion buat nikmati pertandingan dan bisa kembali ke rumah dengan aman. Suporter harus bisa terima hasil dalam sepak bola, yaitu menang, seri, atau kalah,” tambahnya.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Keputusan Liga 1 ditunda sementara mendapat dukungan dari klub-klub peserta. General Manager PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto mengatakan, liga memang seharusnya dihentikan dulu.

”Seyogianya diberhentikan karena insiden di Malang sangat luar biasa dan kami (klub) perlu saling memahami dan introspeksi semua. Biasanya satu atau dua korban saja sudah sangat memilukan, apalagi ini sangat banyak. Kami selaku klub sangat tidak ingin ada kejadian seperti itu lagi,” ucapnya.

Sekretaris Persebaya Surabaya Ram Surahman mengatakan, Persebaya berduka atas peristiwa tersebut. Menurut dia, itu bukan lagi soal rivalitas.

”Tapi, ini soal kemanusiaan. Karena kemanusiaan di atas segalanya,” tegasnya. ”Kami setuju dengan perintah Pak Jokowi. Karena ini sudah menjadi tragedi nasional,” lanjutnya.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Andywardhananah berharap apa yang terjadi di Kanjuruhan tidak terulang di mana pun.

”Mengenai pemberhentian sementara kompetisi, kami rasa ini adalah yang terbaik untuk saat ini. Jadi, kita semua punya kesempatan untuk mengevaluasi,” paparnya.

Presiden Madura United (MU) Achsanul Qosasi menegaskan, liga memang harus dihentikan. Sampai ada statemen resmi dari FIFA.

”Hentikan dulu. Mari menghukum diri. Dan kalau liga ini dihentikan, Madura siap mendukung,” ujarnya.

Pelatih Bali United Stefano ”Teco” Cugurra mengatakan, saat ini situasi sepak bola sangat buruk di mata dunia.

”Di Piala Presiden sudah meninggal dua suporter dari Persib. Belum ketemu solusi supaya tidak terjadi lagi,” kata Teco.

“Harapan saya untuk semua agar suporter lebih dewasa. Datang ke stadion buat nikmati pertandingan dan bisa kembali ke rumah dengan aman. Suporter harus bisa terima hasil dalam sepak bola, yaitu menang, seri, atau kalah,” tambahnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/