alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Wednesday, June 29, 2022

Indonesia Open 2022: Tunggal Putri Nomor 1 Tanah Air Kandas di Babak Pertama

GORONTALOPOST.ID- Langkah tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, kandas pada babak pertama Indonesia Open 2022 setelah takluk kepada wakil Thailand Chaiwan Phittayaporn di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/6).

Pebulu tangkis tunggal putri nomor 1 Indonesia itu kalah rubber game 21-17, 10-21, 21-12 dalam tempo 52 menit. Dan ini adalah kekalahan perdana Gregoria dari pebulu tangkis peringkat ke-21 dunia itu dalam lima perjumpaan kedua pemain.

Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu mengawali game pertama tanpa halangan berarti bahkan membukukan lima poin berturut-turut sebelum menutup masa interval pada kedudukan 11-4.

Namun selepas interval, permainan peringkat ke-40 dunia tak berkembang yang servisnya pun banyak menguntungkan Chaiwan. Keunggulan Gregoria pada awal game pun disalip wakil Thailand itu pada kedudukan 17-15 dan terus memimpin sampai gim pembuka ini ditutupnya dengan 21-17.

Setelah melalui pertarungan ketat diawal game kedua, Gregoria melesat untuk mencuri lima poin beruntun pada masa interval. Gregoria berhasil memaksa lawan memainkan rubber game setelah wakil Indonesia itu memastikan kemenangan pada game kedua dengan 21-10.

Namun pada game penentu, penampilan Gregoria tak sebaik game sebelumnya dengan hanya mampu mencetak dua angka hingga masa interval. Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu juga banyak diuntungkan oleh kesalahan lawan yang berakhir poin bagi dia. Gregoria sempat menyerang beberapa kali namun tetap saja dia tak bisa memenangkan pertandingan babak pertama ini.

“Di gim pertama saya unggul jauh, saya seharusnya lebih bisa percaya diri untuk menerapkan pola saya, tapi saya malah menjadi terbawa pola lawan padahal di Indonesia Masters saya bisa lebih konsisten menerapkan pola itu di gim satu dan dua,” ungkap Gregoria kepada wartawan setelah pertandingan.

Gregoria juga mengaku kesulitan mengatur emosi bahkan merasa panik terutama ketika dalam kondisi tertinggal jauh dari lawan. “Saya pengin menganggap turnamen seperti latihan, saya ingin lebih meminimalisir panik dan tegang seperti tadi karena gim awal sudah unggul, tapi saat hampir terkejar itu saya langsung panik,” ucapnya.

Gregoria juga sangat kecewa dengan hasil yang didapat hari ini karena dia menargetkan melangkah lebih jauh dalam turnamen level Super 1000 ini. “Kecewa sekali karena saya selain ingin melangkah lebih jauh, saya juga ingin memperbaiki posisi ranking saya,” pungkasnya.(antara)

GORONTALOPOST.ID- Langkah tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, kandas pada babak pertama Indonesia Open 2022 setelah takluk kepada wakil Thailand Chaiwan Phittayaporn di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/6).

Pebulu tangkis tunggal putri nomor 1 Indonesia itu kalah rubber game 21-17, 10-21, 21-12 dalam tempo 52 menit. Dan ini adalah kekalahan perdana Gregoria dari pebulu tangkis peringkat ke-21 dunia itu dalam lima perjumpaan kedua pemain.

Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu mengawali game pertama tanpa halangan berarti bahkan membukukan lima poin berturut-turut sebelum menutup masa interval pada kedudukan 11-4.

Namun selepas interval, permainan peringkat ke-40 dunia tak berkembang yang servisnya pun banyak menguntungkan Chaiwan. Keunggulan Gregoria pada awal game pun disalip wakil Thailand itu pada kedudukan 17-15 dan terus memimpin sampai gim pembuka ini ditutupnya dengan 21-17.

Setelah melalui pertarungan ketat diawal game kedua, Gregoria melesat untuk mencuri lima poin beruntun pada masa interval. Gregoria berhasil memaksa lawan memainkan rubber game setelah wakil Indonesia itu memastikan kemenangan pada game kedua dengan 21-10.

Namun pada game penentu, penampilan Gregoria tak sebaik game sebelumnya dengan hanya mampu mencetak dua angka hingga masa interval. Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu juga banyak diuntungkan oleh kesalahan lawan yang berakhir poin bagi dia. Gregoria sempat menyerang beberapa kali namun tetap saja dia tak bisa memenangkan pertandingan babak pertama ini.

“Di gim pertama saya unggul jauh, saya seharusnya lebih bisa percaya diri untuk menerapkan pola saya, tapi saya malah menjadi terbawa pola lawan padahal di Indonesia Masters saya bisa lebih konsisten menerapkan pola itu di gim satu dan dua,” ungkap Gregoria kepada wartawan setelah pertandingan.

Gregoria juga mengaku kesulitan mengatur emosi bahkan merasa panik terutama ketika dalam kondisi tertinggal jauh dari lawan. “Saya pengin menganggap turnamen seperti latihan, saya ingin lebih meminimalisir panik dan tegang seperti tadi karena gim awal sudah unggul, tapi saat hampir terkejar itu saya langsung panik,” ucapnya.

Gregoria juga sangat kecewa dengan hasil yang didapat hari ini karena dia menargetkan melangkah lebih jauh dalam turnamen level Super 1000 ini. “Kecewa sekali karena saya selain ingin melangkah lebih jauh, saya juga ingin memperbaiki posisi ranking saya,” pungkasnya.(antara)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/