alexametrics
24 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Juara All England, Bagas Maulana Diguyur Bonus Uang Ratusan Juta hingga Motor

GORONTALOPOST.ID – Keberhasilan Bagas Maulana menjuarai All England bersama M. Shohibul Fikri membuatnya mendapatkan apresiasi bonus dari Djarum Foundation. Yakni, uang tunai sebesar Rp 200 juta dan voucher Blibli senilai Rp 50 juta.

Bukan hanya itu, Bagas juga mendapatkan hadiah dari Polytron berupa motor listrik Polytron Evo Electric Motor senilai Rp 28 juta. Dengan demikian, total bonus yang diperoleh Bagas mencapai Rp 278 juta.

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, pemberian bonus kepada Bagas merupakan upaya memperkuat ekosistem bulu tangkis dan menciptakan iklim kompetisi yang semakin ketat di antara para pemain. Khususnya atlet binaan PB Djarum. ’’Kami menyadari bahwa menjadi juara itu tidak mudah, perlu perjuangan yang ekstra luar biasa,’’ ujar Yoppy dalam konferensi pers virtual kemarin (20/4).

Di samping itu, apresiasi tersebut merupakan lecutan motivasi bagi para pebulu tangkis agar tetap bekerja keras sehingga mampu menuai prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Yoppy berharap pemberian bonus memancing para pebulu tangkis junior agar semakin bersemangat meningkatkan kemampuan. Sehingga mampu mendulang prestasi demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia pada masa mendatang.

Hal tersebut yang pada akhirnya membuat PB Djarum senantiasa menjadikan pemberian bonus sebagai tradisi setiap kali atlet binaan klub yang bermarkas di Kudus itu meraih gelar juara di turnamen bergengsi.

Bonus dan apresiasi dari klub juga menjadi upaya menjamin kehidupan para atlet setelah gantung raket nanti. Untuk itu, lanjut Yoppy, PB Djarum dan Djarum Foundation senantiasa memberikan pendampingan manajemen keuangan agar bonus dan hadiah yang dikumpulkan bisa bermanfaat di masa depan.

Hanya, adanya bonus berlimpah dari PB Djarum ini menimbulkan polemik. Sebab, apa yang didapat Bagas tidak didapat Fikri bersama klubnya, SGS Bandung. Soal pembagian bonus yang tidak rata karena dalam satu pasang pemain berbeda klub juga kerap terjadi.

’’Ini pertanyaannya gampang, tapi jawabnya susah. Intinya gini, kita berikan bonus kepada atlet tidak maksud pamer atau memanas-manasi. Kami ingin ada contoh dan pembuktian. Mudah-mudahan ini klub lain melakukan hal yang sama. Tapi, setiap klub memiliki manajemen yang berbeda. Kita tidak bisa ngomong,’’ ujar Yoppy.

Sementara itu, Bagas mengaku selalu menyemangati pasangannya, Fikri. ’’Kalau bonus ini kan soal klub. Kami saling menyemangati. Dari sisi atlet, kami fokus juara dan kejar prestasi. Kami bangun chemistry,’’ ucap Bagas.

Lantas, apakah Bagas akan menyisihkan bonusnya untuk Fikri? ’’Mau tahu banget apa mau tahu aja? Hahaha. Kalau traktir pasti. Itu sering,’’ ungkap Bagas. (raf/c17/dra/jawapos)

GORONTALOPOST.ID – Keberhasilan Bagas Maulana menjuarai All England bersama M. Shohibul Fikri membuatnya mendapatkan apresiasi bonus dari Djarum Foundation. Yakni, uang tunai sebesar Rp 200 juta dan voucher Blibli senilai Rp 50 juta.

Bukan hanya itu, Bagas juga mendapatkan hadiah dari Polytron berupa motor listrik Polytron Evo Electric Motor senilai Rp 28 juta. Dengan demikian, total bonus yang diperoleh Bagas mencapai Rp 278 juta.

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, pemberian bonus kepada Bagas merupakan upaya memperkuat ekosistem bulu tangkis dan menciptakan iklim kompetisi yang semakin ketat di antara para pemain. Khususnya atlet binaan PB Djarum. ’’Kami menyadari bahwa menjadi juara itu tidak mudah, perlu perjuangan yang ekstra luar biasa,’’ ujar Yoppy dalam konferensi pers virtual kemarin (20/4).

Di samping itu, apresiasi tersebut merupakan lecutan motivasi bagi para pebulu tangkis agar tetap bekerja keras sehingga mampu menuai prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Yoppy berharap pemberian bonus memancing para pebulu tangkis junior agar semakin bersemangat meningkatkan kemampuan. Sehingga mampu mendulang prestasi demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia pada masa mendatang.

Hal tersebut yang pada akhirnya membuat PB Djarum senantiasa menjadikan pemberian bonus sebagai tradisi setiap kali atlet binaan klub yang bermarkas di Kudus itu meraih gelar juara di turnamen bergengsi.

Bonus dan apresiasi dari klub juga menjadi upaya menjamin kehidupan para atlet setelah gantung raket nanti. Untuk itu, lanjut Yoppy, PB Djarum dan Djarum Foundation senantiasa memberikan pendampingan manajemen keuangan agar bonus dan hadiah yang dikumpulkan bisa bermanfaat di masa depan.

Hanya, adanya bonus berlimpah dari PB Djarum ini menimbulkan polemik. Sebab, apa yang didapat Bagas tidak didapat Fikri bersama klubnya, SGS Bandung. Soal pembagian bonus yang tidak rata karena dalam satu pasang pemain berbeda klub juga kerap terjadi.

’’Ini pertanyaannya gampang, tapi jawabnya susah. Intinya gini, kita berikan bonus kepada atlet tidak maksud pamer atau memanas-manasi. Kami ingin ada contoh dan pembuktian. Mudah-mudahan ini klub lain melakukan hal yang sama. Tapi, setiap klub memiliki manajemen yang berbeda. Kita tidak bisa ngomong,’’ ujar Yoppy.

Sementara itu, Bagas mengaku selalu menyemangati pasangannya, Fikri. ’’Kalau bonus ini kan soal klub. Kami saling menyemangati. Dari sisi atlet, kami fokus juara dan kejar prestasi. Kami bangun chemistry,’’ ucap Bagas.

Lantas, apakah Bagas akan menyisihkan bonusnya untuk Fikri? ’’Mau tahu banget apa mau tahu aja? Hahaha. Kalau traktir pasti. Itu sering,’’ ungkap Bagas. (raf/c17/dra/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/