
GORONTALOPOST- Kylian Mbappe akhirnya membuka suara mengenai alasannya meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) untuk bergabung dengan Real Madrid. Dalam sebuah wawancara mengejutkan, Mbappe mengungkapkan perasaan tidak bahagia yang dialaminya di PSG akibat tekanan dari petinggi klub.
Mbappe, yang telah bersama PSG selama tujuh musim, mengaku mendapatkan tekanan dan ancaman untuk memperpanjang kontraknya. Tekanan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk petinggi klub, dan membuat Mbappe merasa tidak nyaman.
"Saya diberitahu hal itu, saya dipaksa untuk memahaminya, dan saya diajak bicara dengan cara yang kasar," ungkap Mbappe. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor utama Mbappe untuk meninggalkan PSG.
Mbappe merasa bahwa kepercayaan terhadapnya mulai memudar. Hal ini semakin diperkuat dengan rumor bahwa Mbappe tidak akan dimainkan jika tidak memperpanjang kontrak.
Di tengah situasi yang sulit ini, Mbappe menemukan dua sosok yang membantunya, yaitu pelatih Luis Enrique dan penasihat Luis Campos. Mbappe menyebut mereka sebagai "penyelamat" yang membantunya tetap fokus dan berkinerja di lapangan.
Meskipun kepindahannya ke Real Madrid telah resmi, Mbappe menegaskan bahwa saat ini fokusnya adalah pada Euro 2024. Sebagai kapten timnas Prancis, Mbappe merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membawa timnya meraih kemenangan.
Dengan pernyataan ini, perdebatan mengenai kepindahan Mbappe dari PSG ke Real Madrid pun berakhir. Mbappe telah membuka hatinya mengenai alasan di balik keputusannya, dan kini siap untuk memulai babak baru dalam karirnya di Real Madrid.
