alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Tuesday, December 7, 2021

Ganda Putri Ranking 201 Dunia Tembus Perempat Final, Doakan Hari Ini Menang

GORONTALOPOST.ID– Pasangan ganda putri muda Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma membuat kejutan di Indonesia Open 2021. Pasangan ranking ke-201 dunia itu menembus babak perempat final ajang berlevel BWF World Tour Super 1000 tersebut. Mereka menumbangkan ganda putri Malaysia ranking ke-18 dunia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Di laga babak 16 besar tersebut, Ana/Tiwi menang dalam rubber game 14-21, 22-20, 21-17. Pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 21 menit. ”Alhamdulillah, senang bisa mengeluarkan apa yang kami punya dengan semaksimal mungkin,” ucap Ana setelah laga.

Pebulu tangkis 20 tahun asal Jember itu menambahkan, dari awal dirinya dan Tiwi bertekad tampil maksimal tanpa memikirkan hasil akhir. Dia menyadari, siapa pun lawan yang dihadapi pada keikutsetaan perdana mereka di ajang berlevel Super 1000 itu tidak akan mudah. ”Dari awal kami sudah siap capek,” timpal Tiwi.

Tiwi yang baru berusia 20 tahun merupakan pebulu tangkis jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung. Dia tidak menampik, prestasi Greysia/Apriani di Olimpiade Tokyo menjadi motivasi segar bagi pemain-pemain ganda putri di pelatnas saat ini. Bukan hanya dalam kejuaraan, tapi juga dalam keseharian saat menjalani latihan di Cipayung.

”Mereka (Greysia/Apriyani, Red) adalah motivasi kami. Saat latihan sama-sama, kami jadi ingin selalu bisa mengimbangi mereka,” ucap Tiwi.

Ana menambahkan, medali emas Olimpiade yang diraih senior mereka tersebut menghilangkan rasa inferior tim ganda putri pelatnas di pentas bulu tangkis dunia. Raihan Greysia/Apriyani sekaligus membuktikan, tim ganda putri Indonesia juga bisa bersaing di level tertinggi. ”Tidak ada yang tidak mungkin. Tinggal kami mau atau tidak,” ucap Ana.

Di perempat final hari ini, Ana/Tiwi harus kembali berjuang keras. Lawan yang mereka hadapi adalah unggulan keempat asal Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida. Ganda putri ranking kesembilan dunia tersebut saat ini sedang dalam performa apik.

Pekan lalu mereka menjadi kampiun Indonesia Masters. Kemarin, Matsuyama/Shida menaklukkan pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dua set langsung 21-17, 21-16.

Di laga lainnya, Greysia/Apriyani juga menembus perempat final. Pasangan ranking keenam dunia tersebut menaklukkan sesama ganda Indonesia. Yakni Fitriani/Yulia Yosephine Susanto. Greysia/Apriyani menang dua set langsung 21-10, 21-16.

Hari ini, Greysia/Apriyani ditantang pasangan Jepang lainnya, yakni Mayu Matsumoto/Ayako Sakuramoto. ”Tidak baik juga berpikir kejauhan. Kita fokus di setiap pertandingan. Tapi, kita tetap ingin juara,” ucap Apriyani.

Bagi Greysia, Indonesia Open masih menjadi salah satu turnamen yang membuatnya penasaran. Sepanjang karier, dia belum pernah menjadi kampiun ajang tersebut. Capaian terbaiknya adalah menjadi runner-up pada 2015 saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. (jawapos)

GORONTALOPOST.ID– Pasangan ganda putri muda Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma membuat kejutan di Indonesia Open 2021. Pasangan ranking ke-201 dunia itu menembus babak perempat final ajang berlevel BWF World Tour Super 1000 tersebut. Mereka menumbangkan ganda putri Malaysia ranking ke-18 dunia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Di laga babak 16 besar tersebut, Ana/Tiwi menang dalam rubber game 14-21, 22-20, 21-17. Pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 21 menit. ”Alhamdulillah, senang bisa mengeluarkan apa yang kami punya dengan semaksimal mungkin,” ucap Ana setelah laga.

Pebulu tangkis 20 tahun asal Jember itu menambahkan, dari awal dirinya dan Tiwi bertekad tampil maksimal tanpa memikirkan hasil akhir. Dia menyadari, siapa pun lawan yang dihadapi pada keikutsetaan perdana mereka di ajang berlevel Super 1000 itu tidak akan mudah. ”Dari awal kami sudah siap capek,” timpal Tiwi.

Tiwi yang baru berusia 20 tahun merupakan pebulu tangkis jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung. Dia tidak menampik, prestasi Greysia/Apriani di Olimpiade Tokyo menjadi motivasi segar bagi pemain-pemain ganda putri di pelatnas saat ini. Bukan hanya dalam kejuaraan, tapi juga dalam keseharian saat menjalani latihan di Cipayung.

”Mereka (Greysia/Apriyani, Red) adalah motivasi kami. Saat latihan sama-sama, kami jadi ingin selalu bisa mengimbangi mereka,” ucap Tiwi.

Ana menambahkan, medali emas Olimpiade yang diraih senior mereka tersebut menghilangkan rasa inferior tim ganda putri pelatnas di pentas bulu tangkis dunia. Raihan Greysia/Apriyani sekaligus membuktikan, tim ganda putri Indonesia juga bisa bersaing di level tertinggi. ”Tidak ada yang tidak mungkin. Tinggal kami mau atau tidak,” ucap Ana.

Di perempat final hari ini, Ana/Tiwi harus kembali berjuang keras. Lawan yang mereka hadapi adalah unggulan keempat asal Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida. Ganda putri ranking kesembilan dunia tersebut saat ini sedang dalam performa apik.

Pekan lalu mereka menjadi kampiun Indonesia Masters. Kemarin, Matsuyama/Shida menaklukkan pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dua set langsung 21-17, 21-16.

Di laga lainnya, Greysia/Apriyani juga menembus perempat final. Pasangan ranking keenam dunia tersebut menaklukkan sesama ganda Indonesia. Yakni Fitriani/Yulia Yosephine Susanto. Greysia/Apriyani menang dua set langsung 21-10, 21-16.

Hari ini, Greysia/Apriyani ditantang pasangan Jepang lainnya, yakni Mayu Matsumoto/Ayako Sakuramoto. ”Tidak baik juga berpikir kejauhan. Kita fokus di setiap pertandingan. Tapi, kita tetap ingin juara,” ucap Apriyani.

Bagi Greysia, Indonesia Open masih menjadi salah satu turnamen yang membuatnya penasaran. Sepanjang karier, dia belum pernah menjadi kampiun ajang tersebut. Capaian terbaiknya adalah menjadi runner-up pada 2015 saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. (jawapos)

Must read

More articles

Latest article