alexametrics
31.1 C
Gorontalo
Friday, May 20, 2022

Bidik Hat-trick Unik Bersama AS Roma, Mourinho: Aku Tidak Bilang Itu Akan Mudah

GORONTALOPOST.ID–Jika nama Carlo Ancelotti bakal abadi lantaran memenangi lima liga elite Eropa, Jose Mourinho juga akan dikenang dengan prestasi berbeda.

Allenatore AS Roma (ASR) itu bakal dikenang sebagai jagoan ajang antarklub Benua Biru. Dia punya kans memenangkan tiga gelar antarklub Eropa.

Peluang tersebut terbuka seiring dengan hasil seri 1-1 ASR melawan Leicester City pada leg pertama semifinal Liga Konferensi Europa kemarin dini hari.

Ya, Giallorossi harus memenangi leg kedua (6/5) ketika giliran menjadi tuan rumah di Stadio Olimpico, Roma. Itulah syarat untuk melaju ke final.

Sebelumnya, Mou –sapaan Mourinho– memenangi Liga Champions. Bahkan, dia memenanginya bersama dua tim. FC Porto pada musim 2003–2004 dan Inter Milan 2009–2010.

Dia juga memenangi Liga Europa bersama Manchester United dan Piala UEFA (nama lama Liga Europa) bersama Porto pada 2002–2003.

Apalagi, Liga Konferensi Europa baru diadakan musim ini sebagai kasta ketiga di bawah Liga Champions dan Liga Europa.

Artinya, Mourinho punya kans menjadi yang pertama memenanginya sekaligus melengkapi rekor impresifnya itu. ’’Aku tidak mengatakan itu (leg kedua semifinal, Red) akan mudah.”

”Tetapi, bagi kami, itu (bermain di Stadio Olimpico) bisa membuat perbedaan berkat dukungan militan Romanisti,’’ papar Mourinho sebagaimana yang dilansir Sky Sports.

Selain faktor tuan rumah, motivasi Mourinho semakin berlipat lantaran gengsi Italia juga berada di tangan ASR. Ya, Lorenzo Pellegrini dkk merupakan satu-satunya wakil Italia yang masih bertahan di ajang Eropa musim ini.

Bahkan, ASR menjadi satu-satunya tim Italia yang ada di fase knockout Liga Konferensi Europa.

Di Liga Champions, tim Italia yang diwakili AC Milan, Atalanta BC, Juventus, dan Inter Milan bahkan rontok sebelum menjejak perempat final.

Di Liga Europa, langkah terjauh wakil Italia adalah Atalanta di perempat final sebelum disingkirkan RB Leipzig.

Mourinho juga sangat menyayangkan hasil seri kemarin. ’’Kami terlalu mudah kehilangan bola. Leicester adalah tim yang sangat bagus dalam menyerang. Mereka memiliki skuad yang hebat,’’ jelas Mourinho.

’’Namun, ketika kehilangan penguasaan bola, mereka meninggalkan banyak ruang. Sayangnya, kami tidak bisa memanfaatkannya,’’ keluhnya.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Jika nama Carlo Ancelotti bakal abadi lantaran memenangi lima liga elite Eropa, Jose Mourinho juga akan dikenang dengan prestasi berbeda.

Allenatore AS Roma (ASR) itu bakal dikenang sebagai jagoan ajang antarklub Benua Biru. Dia punya kans memenangkan tiga gelar antarklub Eropa.

Peluang tersebut terbuka seiring dengan hasil seri 1-1 ASR melawan Leicester City pada leg pertama semifinal Liga Konferensi Europa kemarin dini hari.

Ya, Giallorossi harus memenangi leg kedua (6/5) ketika giliran menjadi tuan rumah di Stadio Olimpico, Roma. Itulah syarat untuk melaju ke final.

Sebelumnya, Mou –sapaan Mourinho– memenangi Liga Champions. Bahkan, dia memenanginya bersama dua tim. FC Porto pada musim 2003–2004 dan Inter Milan 2009–2010.

Dia juga memenangi Liga Europa bersama Manchester United dan Piala UEFA (nama lama Liga Europa) bersama Porto pada 2002–2003.

Apalagi, Liga Konferensi Europa baru diadakan musim ini sebagai kasta ketiga di bawah Liga Champions dan Liga Europa.

Artinya, Mourinho punya kans menjadi yang pertama memenanginya sekaligus melengkapi rekor impresifnya itu. ’’Aku tidak mengatakan itu (leg kedua semifinal, Red) akan mudah.”

”Tetapi, bagi kami, itu (bermain di Stadio Olimpico) bisa membuat perbedaan berkat dukungan militan Romanisti,’’ papar Mourinho sebagaimana yang dilansir Sky Sports.

Selain faktor tuan rumah, motivasi Mourinho semakin berlipat lantaran gengsi Italia juga berada di tangan ASR. Ya, Lorenzo Pellegrini dkk merupakan satu-satunya wakil Italia yang masih bertahan di ajang Eropa musim ini.

Bahkan, ASR menjadi satu-satunya tim Italia yang ada di fase knockout Liga Konferensi Europa.

Di Liga Champions, tim Italia yang diwakili AC Milan, Atalanta BC, Juventus, dan Inter Milan bahkan rontok sebelum menjejak perempat final.

Di Liga Europa, langkah terjauh wakil Italia adalah Atalanta di perempat final sebelum disingkirkan RB Leipzig.

Mourinho juga sangat menyayangkan hasil seri kemarin. ’’Kami terlalu mudah kehilangan bola. Leicester adalah tim yang sangat bagus dalam menyerang. Mereka memiliki skuad yang hebat,’’ jelas Mourinho.

’’Namun, ketika kehilangan penguasaan bola, mereka meninggalkan banyak ruang. Sayangnya, kami tidak bisa memanfaatkannya,’’ keluhnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/