Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencari Kesembuhan dengan Doa Nabi Ayub: Makna dan Cara Mengucapkannya

T
Penulis: Tina Mamangkey❯
ILUSTRASI DOA (Freepik)
ILUSTRASI DOA (Freepik)

GORONTALOPOST - Nabi Ayub alaihissalam (As) mengalami ujian yang sangat berat, di mana hartanya habis, anak-anaknya meninggal, dan tubuhnya diserang oleh penyakit yang sangat parah.


Advertisement

Meskipun dihadapkan pada penderitaan yang luar biasa, Nabi Ayub tetap menunjukkan keimanan yang teguh dengan sabar dan tanpa mengeluh.

Penderitaan dan penyakit yang dialami oleh Nabi Ayub As sangatlah berat, dengan menderita penyakit yang amat parah selama 18 tahun lamanya.

Tidak hanya itu, Allah juga mencabut nyawa anak-anaknya yang dicintainya, serta kekayaannya yang habis, membuatnya menjadi fakir. Namun, dia tetap bersabar dan menerima takdir pahit Allah dengan ikhlas.

Advertisement

Sebagaimana dilaporkan oleh almanhaj.or.id, penyakit bukan hanya sebuah ujian, tetapi juga merupakan salah satu cara Allah untuk menghapus dosa, jika seseorang mampu bersabar dalam menghadapinya.

Ketika menderita sakit dan merelakan diri pada kehendak Allah, Nabi Ayub mengucapkan doa meminta kesembuhan sebagai salah satu bentuk usahanya.

Ini menunjukkan pentingnya mempertahankan iman dan bertindak baik dalam kesabaran ketika menghadapi penyakit.

Advertisement

Di samping berdoa dan berserah kepada Allah swt, seseorang yang sakit juga diharapkan berusaha mencari pengobatan. Karena jalan kesembuhan mungkin datang melalui obat atau terapi medis.

Seperti yang diungkapkan oleh islampos.com, para Nabi juga menggunakan doa sebagai senjata saat menghadapi situasi sulit.

Doa bukan hanya aktivitas ibadah, tetapi juga merupakan sarana untuk meraih kesuksesan dan keselamatan.

Doa meminta kesembuhan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah yang terbaik.

Meskipun penggunaan redaksi dan bahasa daerah dalam doa tidak dilarang, akan lebih baik jika doa-doa tersebut dihafal dan dipanjatkan sesuai dengan sunnah para Nabi.

Seperti ketika meminta kesembuhan penyakit kepada Allah Swt pada surat Al-Anbiya’ ayat 83.

Doa yang diajarkan tersebut, Nabi Ayub mengucapkannya setelah mengalami sakit yang parah dan diabaikan oleh orang-orang terdekatnya. Namun, dia tetap sabar, taat kepada Allah swt, dan berusaha untuk kesembuhan.

Doa nabi Ayub tersebut diabadikan Allah swt dalam firman-Nya yang dikutip dari nu.or.id memaparkan:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ )
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang” (QS Al-Anbiya’ 83).

Nabi Ayub As senantiasa berdoa terus kepada Allah agar Allah mengampuninya dan mengangkat penyakitnya. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.’” [Al-Anbiyaa’/21:83]

Doa untuk meminta kesembuhan dari sakit telah Allah SWT sampaikan dalam Al-Quran ayat 83. Dan doa ini dibacakan oleh Nabi Ayub, saat beliau diuji oleh Allah SWT dengan penyakit yang tak bisa sembuh bertahun-tahun.

Berikut doa meminta kesembuhan:

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”

Dengan kesabaran Nabi Ayyub Alaihissalam dalam menghadapi cobaan dan ujian dari Allah Tabaraka wa Ta'ala, Nabi Ayyub Alaihissalam sembuh dari penyakit, seolah-olah belum pernah sakit sebelumnya, ia mendapatkan nikmat dari Allah. Allah memberikan kembali kekayaan yang dimilikinya dulu, bahkan lebih baik dan lebih banyak. Allah mengganti dengan lahirnya anak-anak sebagai ganti dari anak-anaknya yang sudah meninggal, bahkan jumlah anaknya lebih banyak, lebih baik, dan juga sholeh dan sholehah.

Kesabaran Nabi Ayyub Alaihissalam dengan cobaan dan ujian yang berat yang Allah timpakan kepadanya, agar menjadi contoh bagi manusia tentang kesabaran dalam menghadapi penyakit, hartanya yang habis, menjadi fakir dengan sebab ujian tersebut, dan anak-anaknya semua meninggal dunia, dan lainnya. Nabi Ayub terus berdoa minta tolong kepada Allah bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan atau mengangkat penyakit, bala’, wabah, kecuali hanya Allah semata. (jpg)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer