Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duwo dan Posisi Hilal

A
Penulis: Agus Limehu❯

Ruly Podungge.  Dosen Tetap IAIN Gorontalo,  Sekretaris Bidang Fatwa MUI Gorontalo
Ruly Podungge. Dosen Tetap IAIN Gorontalo, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Gorontalo


Advertisement

Oleh Ruly Podungge.
Dosen Tetap IAIN Gorontalo,
Sekretaris Bidang Fatwa MUI Gorontalo

Di antara mitos yang dituturkan oleh penduduk asli Gorontalo adalah asal muasal ikan nike. Nike atau Duwo ikan khas Gorontalo ini diyakini merupakan jelmaan dari seorang pemuda dan gadis sedarah atau bersaudara. Mereka berpisah sewaktu kecil dan bertemu saat remaja, hingga akhirnya jatuh cinta.
“Ikan nike dahulu adalah sepasang kekasih yang menjalani cinta terlarang akibat memilki hubungan sedarah. Sang lelaki dan wanita tersebut lalu pergi ke Sungai Bone dan menjelma menjadi ikan nike”. Hingga kini, cerita tersebut masih berkembang dan diceritakan dari generasi ke generasi.

Tapi dibalik mitos asal usul nike itu, ada fakta bahwa nike selalu konsisten muncul pada Saat bulan perbani akhir, menjelang malam hari. Persisnya Ketika bulan berada pada ¾ dari siklusnya, yaitu setelah bulan purnama dan sebelum munculnya bulan Sabit. Fenomena kemunculan nike selalu memberikan isyarat kepada Masyarakat Gorontalo bahwa bulan qamariah akan segera berakhir angkanya dan segera memasuki bulan yang baru.

Advertisement

Fenomena alam selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia, Bagaimana alam menampakkan dirinya ditangkap oleh Indera manusia dan menjadikannya ilmu pengetahuan atau ilmu pengetahuan. pada masa-masa awal metode dan rumusannya terlihat sangat sederhana dengan menggunakan instrumen yang mampu dilakukan manusia saat itu. Misalnya Ketika Nabi menetapkan bahwa lamanya penanggalan Imlek kadang 29 hari, kadang 30 hari. Imam Bukhary meriwayatkan hadist dari Nabi:

عن ابن عمر ـ رضي الله عنهما dan عن النبي صلى الله عليه وسلم، أنه قال: إنا أمة أمية، لا نكتب ولا نحسب، الشهر هكذا وهكذا. Anda tidak perlu khawatir tentang hal ini.

Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: “Kita ini adalah ummat yang ummi, yang tidak bisa menulis dan juga tidak menghitung, satu bulan itu jumlah harinya segini dan segini, yaitu sekali waktu berjumlah dua puluh sembilan dan sekali waktu berjumlah tiga puluh hari.”

Advertisement

Saat itu umat Islam keadaan mereka adalah 'ummi', dengan ciri yang disebutkan Nabi yaitu tidak mampu menulis dan tidak mampu berhitung, sehingga dalam menentukan akhir dan awal bulan qamariah murni menggunakan pengamatan inderawi atas fenomena alam tentang benda-benda langit.

Saat ilmu pengetahuan belum mampu mengetahui mengapa rupa bulan berubah-rubah Al Quran cukup menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai penanda waktu bagi manusia sekaligus penanda waktu untuk beribadah.

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Dikatakan: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadahat) haji; Dan bukanlah infrastruktur yang memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi infrastruktur itu adalah infrastruktur orang yang bertakwa. Al Baqarah 189

Saat ini umat Islam tidak lagi Ummi, mereka adalah umat yang cendekia sehingga fase bulan dapat diketahui posisinya dengan sangat tepat dan peredarannya dapat dihitung dengan sangat akurat. Fase-fase bulan itu telah dijelaskan pula oleh Wahyu Ilahy melalui firmanNya dalam QS Yasin ayat 39

Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.

Konfirmasi Ilmu pengetahuan akan ayat tentang peredaran bulan dalam QS Yasin tersebut dikenal dengan 8 fase bulan; Bulan (bulan baru), Bulan sabit awal (bulan sabit), Bulan paruh awal (kuartal pertama), Bulan cembung awal (bulan bungkuk), Bulan purnama (bulan purnama), yaitu Bulan cembung akhir (wanning bungkuk), Bulan paruh akhir (kuartal ketiga), Bulan sabit akhir (wanning sabit).

Munculnya nike berada pada fase bulan third quarter. Hubungan cinta sedarah bukan satu2nya mitos tentang asal usul muasal ikan Nike, ada pula tutur yang menceritakan bahwa nike berasar dari Darah haidh seorang putri Kerajaan yang bersalah kemudian diasingkan ke hutan Dulamayo. Hal ini dapat dipahami karena munculnya nike berasal dari gumpalan berwarna merah yang diyakini adalah darah yang menyerupai bola kemudian hanyut dari sungai sampai ke laut.

Hasil Riset Prof. Femy M Sahami menyebutkan bahwa Nike berpotensi hilang dari perairan Gorontalo 10 tahun kedepan berdasarkan data-data Hasil Penelitian Beliau.
Lalu apakah Ketika Nike hilang dari Gorontalo kemudian Hilal/Bulan akan gagal melanjutkan peredarannya, he he he he he, tentu tidak!!!. Bulan tetap akan berada pada 8 fase edarnya, bahkan jika bumi berhenti berpurtar sekalipun, bulan tetap akan berada pada garis edarnya. Bulan akan tetap ada/wujud setiap memasuki fase Awalnya pada penaggalan bulan qamariah, meskipun kadang luput melalui pengamatan inderawi. (*)

Ruly Podungge.  Dosen Tetap IAIN Gorontalo,  Sekretaris Bidang Fatwa MUI Gorontalo
Ruly Podungge. Dosen Tetap IAIN Gorontalo, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Gorontalo

Advertisement
Editor : Agus Limehu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer