Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harmoni Budaya Gorontalo dan Tojo Una-Una, Identitas Multikultural yang Mengakar di Sulteng

A
Penulis: Azis Manansang❯

Bupati dan Ketua DPRD Tojo Una-Una Jalin Kerjasama dengan Gorontalo.(F:ist)
Bupati dan Ketua DPRD Tojo Una-Una Jalin Kerjasama dengan Gorontalo.(F:ist)


Advertisement

Gorontalopost,AMPANA– Kabupaten Tojo Una-Una (Touna)  di Sulawesi Tengah menyimpan kisah unik tentang akulturasi budaya yang tumbuh subur seiring perjalanan waktu.

Di balik keberagaman budayanya, daerah ini menjadi rumah kedua bagi masyarakat Gorontalo yang telah lama merantau dan menetap di sana.

Advertisement

Hubungan kultural antara masyarakat Gorontalo dan warga lokal Tojo Una-Una tak lagi sekadar interaksi sosial biasa.

Ia telah menjelma menjadi jalinan budaya yang hidup dalam keseharian dari upacara adat, makanan tradisional.

Musik daerah, hingga nilai-nilai kekeluargaan yang kian memperkuat harmoni di tengah masyarakat multietnis.

Advertisement

Diperkirakan sekitar 30 persen penduduk Tojo Una-Una memiliki akar Gorontalo.

Kondisi ini menjadikan budaya Gorontalo begitu dekat dan menyatu dalam kehidupan masyarakat setempat.

Bahkan, dalam banyak prosesi pernikahan dan acara seremonial, unsur adat Gorontalo kerap menjadi sorotan utama.

Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, menuturkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap budaya Gorontalo sangat terbuka.

Dirinya sendiri menjadi saksi hidup dari perpaduan tersebut, mengingat sang istri berasal dari Gorontalo.

“Dalam keluarga kami, adat Gorontalo selalu hadir dalam setiap prosesi pernikahan.

Ini bukan hanya soal tradisi, tapi penghormatan terhadap warisan budaya,” kata Bupati dalam program Pesona Nusantara di RRI Gorontalo.

Tak hanya dalam urusan adat, jejak warga Gorontalo juga terlihat dalam lanskap politik lokal.

Sejumlah pimpinan DPRD di Tojo Una-Una, termasuk ketua dan wakilnya.

Memiliki garis keturunan Gorontalo, mencerminkan betapa kuatnya pengaruh budaya ini dalam berbagai sektor.

Pemerintah setempat pun secara aktif mengadopsi program pelestarian budaya, seperti pengembangan adat dan pengembangan adat religi.

Salah satu contohnya adalah perayaan Hari Ketupat yang menjadi agenda wajib dengan alokasi dana tahunan dari APBD.

“Budaya Gorontalo tak hanya memperkaya tradisi di sini, tetapi juga membawa pengaruh besar dalam penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif,” tambah Bupati.

Dengan semangat pelestarian dan inklusivitas, Tojo Una-Una hari ini menjadi simbol hidup.

Dari keberhasilan akulturasi budaya yang tak hanya menyatukan perbedaan, tetapi juga memperkuat identitas lokal yang penuh warna.(Mg-01).

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Sekadar Tulisan, Pemkab Gorontalo Siapkan Panduan Agar Bahasa   Gorontalo Tetap Hidup

Bukan Sekadar Tulisan, Pemkab Gorontalo Siapkan Panduan Agar Bahasa Gorontalo Tetap Hidup

Panduan ortografi yang jelas dan dapat diterima masyarakat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat penggunaan bahasa Gorontalo

 Tradisi Mongabi Warnai Penyambutan Tamu Kehormatan PENAS XVII di Gorontalo

Tradisi Mongabi Warnai Penyambutan Tamu Kehormatan PENAS XVII di Gorontalo

Kehadiran tokoh nasional seperti Abdul Kadir Karding dan Paskalis Imadawa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII

Jangan Biarkan Tradisi Leluhur Hilang, Rum Pagau Siapkan Budaya Gorontalo sebagai   Daya Tarik Wisat

Jangan Biarkan Tradisi Leluhur Hilang, Rum Pagau Siapkan Budaya Gorontalo sebagai Daya Tarik Wisat

pemerintah daerah mendorong pelestarian budaya melalui pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan atau cultural tourism.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer